MAKALAH
KELAS LILIOPSIDA BAGIAN SUBCLASSIS LILIIDAE
Makalah
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata
Kuliah Taksonomi Phanerogamae
Dosen
pengampu : Asep Mulyani, M. Pd.
Disusun oleh
2.
Intan ismawati
3.
Nurul Syiam
4.
Rifqohtul Aeni
5.
Yayah Imayah
Kelompok : 8 (Delapan)
Kelas : Biologi C /
Semester IV
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah swt. yang telah memberikan kemudahan, sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah Liliopsida dengan subclasis Lilidae ini untuk
memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Taksonomi Phanerogamae.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Asep Mulyani
selaku dosen pengajar mata kuliah Taksonomi Phanerogamaeyang telah memberikan
bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa
penulis ucapkan terima kasih kepada teman-teman dan pihak-pihak lain yang turut
serta membantu dalam menyelesaikan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa
dalam pembuatan makalah ini terdapat kekurangan. Penulis mengharapkan kepada teman-teman untuk bersedia
memberikan kritik dan sarannya menyangkut pembuatan makalah ini, sebagai bahan
pertimbangan untuk membuat makalah selanjutnya. Namun demikian, penulis sudah
berusaha menyajikan makalah ini dengan sebaik mungkin. Semoga makalah ini
bermanfaat untuk pembaca, peminat keilmuan dan calon penulis di masa mendatang.
Cirebon, April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A.
Latar
Belakang Masalah............................................................................ 1
B.
Rumusan
Masalah..................................................................................... 2
C.
Tujuan
Pembuatan Makalah...................................................................... 2
BAB II SUB CLASSIS LILIIDAE................................................................. 3
A.
Ordo
Liliales.............................................................................................. 3
B.
Ordo
Orchidales........................................................................................ 15
BAB III................................................................................................................. SIMPULAN 18
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Kelas Liliopsida sebagian
besar berupa tumbuhan herba dan hanya sedikit yang berkayu,tidak mempunyai
kambium sehingga tidak ada pertumbuhan sekunder. Ikatan pembuluh terbukadan
tersebar. Sistem perakarannya adalah perakaran adventitif (serabut). Daun pada
umumnyadengan pertulangan daun parallel (sejajar), kecuali pada Araceae
sebagian tumbuhan denganpertulangan daun menjala. Helaian daun seringkali
berukuran kecil dengan tangkai yang pendekdan ada pelepah. Bagian-bagian bunga
pada umumnya kelipatan 3, jarang kelipatan 2 ataukelipatan 4. Embrio biji
mempunyai satu kotiledon. Polen biasanya uniaperture (punya satu lubang)dan
plastidanya tipe P (berisi protein).
Kelas Liliopsida terdiri
dari 5 subkelas, 19 ordo, 65 famili dan kurang lebih 50.000 species.Secara
evolusioner, tidak ada satu subkelas yang merupakan dasar dari kelas lainnya.
WalaupunAlismatidae mempunyai ciri-ciri bunga yang primitif, namun Alismatidae
bukanlah moyang darisubkelas yang lainnya. Para ahli umumnya sependapat bahwa
Monocotyledonae (Liliopsida)berkembang dari Dicotyledonae (Magnoliopsida). Oleh
karena itu Monocotyledonae muncul lebihbelakangan dibandingkan Dicotyledonae.
Ada beberapa ciri Monocotyledonae yang menguatkanbahwa Monocotyledanae lebih
maju dari Dicotyledonae yaitu : jumlah kotiledon hanya satu,pertulangan daun
sejajar, tidak ada kambium dan sistem perakaran adventitif. Ciri-ciri
morfologitersebut menunjukkan ciri reduksi dan fusi.
Kelas Liliopsida terdiri
dari lima subkelas yaitu: Alismatidae, Arecidae, Commelinidae,Zingiberidae dan
Liliidae.
Sub classis Liliidae
terdiri dari 15 keluarga dan hampir 8.000 spesies, distribusi kosmopolitan.
Lebih dari 4/5ths spesies milik dua keluarga, Orchidaceae dan Liliaceae. Hampir
setengah dari spesies yang termasuk ke dalam Liliaceae, keluarga heterogen yang
sering dipisahkan menjadi puluhan keluarga yang lebih kecil dan mungkin tidak
berhubungan. Liliidae Para khas, meskipun tidak selalu, memiliki mencolok
3-merous bunga, dengan tepal petaloid semua, dan mereka telah secara luas
dimanfaatkan dengan penyerbukan serangga yang berkembang dengan baik nectaries.
Beberapa Liliidae adalah Famili serupa, beberapa memiliki net-berurat daun, dan
beberapa memiliki elemen kapal di seluruh tunas serta akar.
Studi terbaru filogenetik
molekuler menunjukkan bahwa Liliidae setidaknya memiliki 3 garis keturunan yang
berbeda: Liliales, termasuk Liliaceae sensu stricto, Smilacaceae, dan sejumlah
memisahkan keluarga Liliaceae sensu Lato; Asparagales, termasuk banyak dari
Liliaceae epigynous memisahkan keluarga, Iridaceae, dan Orchidaceae , dan
Dioscoreales, termasuk Dioscoreaceae dan Burmanniaceae. Para Liliidae adalah
adik cenderung subclass Commelinidae morfologis paling diturunkan (termasuk
Zingiberidae).
Sub class Liliidae
memiliki jumlah yang banyak di bumi ini. Bahkan disekeliling kita banyak sekali
spesies dari Liliidae. Namun, banyak diantara kita yang tidak menyadari
keberadaan spesies dari Liliidae. Hal
ini dikarenakan kekurangpahaman kita mengenai setiap karakteristik dari setiap
famili.
Oleh karena itu, dalam
makalah ini akan dibahas mengenai berbagai famili dalam sub classis Liliidae
beserta karakteristik dan fitografinya. Selain itu, kami juga membahas tentang
berbagai peranan dari setiap contoh famili Liliidae.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang
masalah yang telah dijabarkan di atas, rumusan masalah yang kami batasi adalah
sebagai berikut :
1.
Bagaimana
karakteristik dari setiap famili pada sub classis Liliidae ?
2.
Apa
saja spesies pada setiap famili Liliidae ?
3.
Bagaimana
fitografi dari setiap contoh spesiesnya?
4.
Bagaimana
peranan dari spesies Liliidae ?
C.
Tujuan
Penulisan Makalah
Adapun tujuan
dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Mengetahui
karakteristik dari setiap
famili pada sub classis Liliidae.
2. Mengetahui contoh spesies dari sub classis
Liliiidae.
3.
Mengetahui
fitrografi dari spesies-spesiesnya
4.
Mngetahui
peranan dari setiap spesies Liliidae.
BAB
II
SUB
CLASSIS LILIIDAE
A.
Ordo
Liliales
Sebagian besar Ordo Liliales berupa terna perennial, mempunyai
rimpang, umbi sisik atau umbi lapis, kadang-kadang juga berupa semak atau
perdu, bahkan berupa pohon, ada pula yang merupakan tumbuhan memanjat. Daun
tersebar pada batang atau merupakan roset akar. Bunga banci, atau karena adanya
reduksi salah satu alat kelaminnya menjadi berkelamin tunggal, aktinomorf atau
zigomorf, biasanya tersusun dalam rangkaian yang bersifat rasemosa. Hiasan
bunga berupa tenda bunga berbilangan 3 yang tersusun dalam 2 lingkaran,
menyerupai mahkota, kadang-kadang seperti kelopak, tetapi jarang dapat
dibedakan dalam kelopak dan mahkota. Benang sari bisanya 6, dalam 2 lingkaran,
lingkaran yang dalam sering kali tidak ada. Bakal buah menumpang atau
tenggelam.Kebanyakan beruang 3 dengan bakal biji yang anatrop. Buahnya buah
kendaga atau buah buni. Biji dengan endosperm berdaging atau seperti tanduk.
Warga bangsa Liliales mempunyai daerah distribusi yang sangat luas,
meliputi semua daerah beriklim sedang dan beriklim tropika, sebagian kecil di
daerah-daerah iklim panas (Gembong Tjitrosoeomo. 2007).
1.
Famili
Liliaceae
Karakteristik dari famili Liliiaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba dengan rimpang atau umbi lapis, sebagian kecil memiliki
habitus semak atau perdu yang berupa tumbuhan memanjat.
-
Macam
daun tunggal dengan filotaksis roset akar.
-
Sebagian
kecil cabang-cabang tereduksi berubah menjadi kladodium.
-
Bunga
kecil sampai sangat besar dan warnanya menarik.
-
Sebagian
besar simetri bunganya aktonomorf, sebagian kecilnya zigomorf.
-
Perianthiumnya
terdiri dari tenda bunga yang menyerupai mahkota.
-
Memiliki
biji yang di dalamnya terdapat banyak endosperm.
Contoh spesies dari famili Liliaceae
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Classis : Liliidae
Ordo :
Liliales
Famili : Liliaceae
|
Gambar. Lilium brownii
|
Spesies : Lilium brownii
Berikut ini adalah manfaat dari bunga lily :
a. Membantu menyembuhkan dan menghilangkan bekas luka di kulit, misalnya luka
bakar, luka akibat jatuh. Dan kelebihannya, Lily dapat menyembuhkan luka tanpa
bekas. Kulit Anda akan kembali mulus seperti semula.
b. Saponin pada umumnya terdapat pada umbi-umbian dan biji-bijian. Saponin
berfungsi untuk menghambat pertumbuhan kanker dan membantu mengatur kadar
kolesterol. Saponin ini juga terkandung di dalam Lily, itulah sebabnya beberapa
produk kosmetik ada yang memanfaatkan bunga Lily untuk mencegah berkembangnya
sel kanker di kulit (apalagi jika kulit terlalu sering terkena sorotan sinar
matahari secara langsung).
c. Ekstrak bunga Lily dapat membantu menjaga kelembaban kulit, memberikan
perawatan spesial bagi kulit kering, kulit iritasi dan kulit sensitif.
d. Polisakarida yang juga terkandung di dalam bunga ini termasuk dalam
kelompok hidrokoloid, fungsinya membantu meningkatkan viskositas dan kestabilan
kelembaban air yang ada di kulit. Di dalam kulit, polisakarida ini menahan
kadar air yang ada agar tetap berada dalam jumlah yang seimbang.
Klasifikasi :
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Classis : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
|
Gambar. Allium cepa
|
Spesies : Allium cepa
Berikut ini adalah manfaat dari Allium
cepa :
a.
Mampu mencegah terjadinya penggumpalan darah.
b.
Memberikan peluang kesembuhan pada penderita asma.
c.
Menurunkan tekanan darah dan kadar lemak di dalam darah.
d.
Mencegah naiknya gula darah pada penderita diabetes melitus.
Adapun kandungan dari Allium cepa yang
bermanfaat bagi tubuh adalah sebagai berikut :
a. Fosfor i. Pektin
b. Niacin j. Volati Oil
c. Enzym Allinase k. Sterols
d. Sulfur l. Kalsium
e. Vitamin B1 m. Saponis
f. Vitamin C n. Karbohidrat
g. Flavanoid o. Serat
h. Asam Fenol
2.
Famili
Iridaceae
Karakteristik dari famili Iridaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba perenial dengan akar yang tumbuh dari rimpang, umbi sisik atau
umbi lapis.
-
Bentuk
daunnya pipih memanjang dengan filotaksis roset akar.
-
Simetri
bunganya aktinomorf atau zigomorf.
-
Karangan
bunganya adalah rasemosa.
-
Perianthiumnya
terdiri atas tenda bunga yang menyerupai mahkota.
-
Stamennya
berjumlah 3 yang berhadapan dengan daun-daun tenda bunga.
-
Biji
memiliki endosperm dan lembaga yang kecil.
Contoh spesies dari famili Iridaceae
Klasifikasi
:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Sub
Classis : Liliidae
Ordo :Liliales
Famili :
Iridaeceae
|
Gambar. Crocus sativus
|
Spesies :Crocus sativus
Crocus sativusmenghasilkan
zat warna kuning (safron) dari kepala putiknya. Bagi penggemar safron, safron
memiliki aroma bagaikan madu dengan sedikit nuansa harum jerami. Masakan Arab, India, Asia Tengah, Iran, Eropa, Maroko, dan masakan orang Cornish sering
menggunakan safron sebagai pewarna makanan sekaligus penambah aroma. Safron
juga sering digunakan pada kue-kue, permen, dan minuman keras. Bunga safflower (Carthamus
tinctorius) yang dijual dengan nama "safron Portugis" (assafroa)
dan kunyit sering
digunakan sebagai pengganti safron yang berharga mahal. Ilmu kedokteran modern
berhasil mengungkap berbagai khasiat safron, seperti antikarsinogenik (pencegah kanker),
anti-mutagenik (pencegah mutasi), immunomodulasi (memperbaiki sistem imun), dan
antioksidan.
3.
Famili
Aloaceae
Karakteristik dari famili Aloaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba perenial dengan rimpang yang merayap atau berbentuk umbi.
-
Daunnya
besar, tunggal atau bergerigi dengan filotaksis roset akar.
-
Bunga
biseksual dengan simetri bunga aktinomorf.
-
Macam
bunganya majemuk dengan bentuk payung yang terdapat pada bagian terminal.
-
Perianthiumnya
berupa corolla yang terdiri dari 6 petal.
-
Stamennya
berjumlah 6.
-
Pistillumnya
berjumlah 3 denga ukuran yang pendek.
-
Memilki
banyak biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil.
Contoh spesies dari famili Aloaceae
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Sub Classis : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Aloaceae
|
Gambar. Aloe vera
|
Spesies : Aloe
vera
Berikut ini adalah manfaat dari Aloe vera :
a.
Mengobati
luka usus
b.
Menyembuhkan
penyakit langganan
c.
Membantu
metabolisme tubuh dan regenerasi sel
d.
Penyubur
rambut
e.
Penurun
kadar gula darah
Lidah Buaya terbukti menyimpan zat-zat penting seperti vitamin A,
B1, B2, B3, B21, C, E, kolin, inositol, dan asam folat. Kandungan
mineralnya adalah kalsium, magnesium, potasium, sodium, besi, zinc, dan
kromium. Kandungan enzim-enzimnya, antara lain amylase, catalase, cellulose,
carboxypeptidase, carboxyhelolase, dan brandykinase yang semuanya amat penting
bagi metabolisme tubuh. Lidah buaya pun ternyata memiliki kandungan beragam
asam amino, yakni arginine, asparagin, asparatic acid, analine, serine, valine,
glutamat, threonine, glycine, lycine, yrozine, proline, histidine, leucine, dan
isoliucine.
4.
Famili
Velloziaceae
Karakteristik dari famili Velloziaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba perenial yang berkayu dengan batang yang tebal.
-
Daunnya
berbentuk lanset dengan ujung runcing dan filotaksis yang tersusun sebagai
roset akar.
-
Bunganya
terpisah-pisah pada tangkai yang panjang dan berwarna menarik.
-
Bunganya
biseksual dengan simetri bunga aktinomorf.
-
Perianthiumnya
terdiri atas 6 corolla yang berlekatan.
-
Stamen
berjumlah 6 atau banyak yang tersusun atas 6 berkas.
-
Tangkai
putik berjumlah 1 dengan kepala putik berbentuk bongkol atau bercabang 3.
-
Buahnya
memiliki tekstur yang keras.
-
Biji
berjumlah banyak berbentuk pipih dan mempunyai endosperm dan lembaga yang
kecil.
5.
Famili
Taccaceae
Karakteristik dari famili Taccaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba perenial yang berkayu dengan rimpang yang berbentuk umbi.
-
Daun
berukuran besar dengan macam daun yang tunggal dan bergerigi denagn filotaksis
yang tersusun sebagai roset akar.
-
Bunganya
biseksual dengan simetri bunga aktinomorf.
-
Macam
bunganya majemuk berbentuk payung yang terletak pada bagian terminal.
-
Perianthiumnya
berupa corolla yang terdiri atas 6 petal.
-
Stamen
berjumlah 6 dengan tangkai sari melebar dan pendek serta antera yang beruang
dua.
-
Tangkai
putik berjumlah 3 dengan ukuran yang pendek dan kepala putik yang berjumlah 3.
-
Memiliki
banyak biji dengan endosperm dan lembaga yang kecil.
Contoh spesies dari famili Taccacea
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Taccaceae
Genus : Tacca
Spesies : Tacca palmata
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Taccaceae
Genus : Tacca
Spesies : Tacca palmata
|
Gambar. Tacca palmata (iles-iles atau gadung tikus)
|
Manfaat
iles-iles terutama di bidang industri
dan kesehatan, karena kandungan glukomannan
pada tepung umbinya. Iles-iles merupakan jenis tanaman umbi
yang mempunyai potensi dan prospek untuk dikembangkan di Indonesia.Selain
mudah didapatkan, tanaman ini juga mampu menghasilkan karbohidrat
dan tingkatan panen tinggi. Umbinya besar, dapat mencapai 5 kg, cita rasanya
netral sehingga mudah dipadupadankan dengan beragam bahan sebagai bahan bakukuetradisional
dan modern.
Tepung iles-iles dapat digunakan sebagai bahan lem,
agar-agar, mi,
tahu,
kosmetik
dan roti.
Tepung suweg dapat dipakai sebagai pangan fungsional yang bermanfaat untuk
menekan peningkatkan kadar glukosa
darah sekaligus mengurangi kadar kolesterol
serum darah
yaitu makanan yang memiliki indeks glikemik rendah dan memiliki sifat
fungsional hipoglikemik
dan hipokolesterolemik.
Suweg sebagai serat pangan dalam jumlah tinggi akan memberi pertahanan pada manusia
terhadap timbulnya berbagai penyakit
seperti kankerusus besar,
divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol
tinggi dalam darah dan kencing manis.
Di Filipina
umbi suweg sering ditepungkan mengganti kedudukan terigu dan biasanya
dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan roti. Di Jepang,
umbi-umbian sekerabat suweg telah banyak dimanfaatkan untuk bahan pangan,
misalnya bahan pembuatan mi instan.
6.
Famili
Dioscoreaceae
Karakteristik dari famili Dioscoreaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba memanjat dengan rimpang / umbi di dalam tanah yang kaya akan
zat tepung.
-
Macam
daun tunggal dengan bentuk kordatus.
-
Pertulangan
daun menjari atau melengkung dengan filotaksis tersebar. Sebagian kecil
memiliki filotaksis berhadapan.
-
Bunga
uniseksual dengan bentuk kecil dan simetri bunga yang tersusun aktinomorf.
-
Bunganya
tersusun berupa bulir.
-
Stamennya
berjumlah 6 bersifat fertil. Namun, sebagian kecil 3 stamennya bersifat steril.
-
Pistillum
terdiri atas 3 tangkai putik yang berlekatan.
-
Biji
sering memiliki sayap dengan endosperm dan lembaga yang kecil.
Contoh spesies
dari famili Dioscoreaceae
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Dioscoreaceae
Genus : Dioscorea
Spesies : Dioscorea aculeata
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Dioscoreaceae
Genus : Dioscorea
Spesies : Dioscorea aculeata
|
Gambar. Dioscorea
aculeata
|
Gembili merupakan potensi sumber hidrat arang,
protein, rendah lemak, kalsium, fosfor, potasium, zat besi, serat makanan,
vitamin B6 dan C. Selain itu gembili mempunyai kadar sodium dan indeks glisemik
yang rendah. Gembili dapat di pakai sebagai makanan tambahan atau makanan
pengganti, selain itu juga dapat menunjang usaha untuk penganekaragaman
bahan makanan, sehingga tidak bergantung pada beras. Di afrika barat umbinya di
pakai sebagai bahan industri pati dan alkohol.
Umbi gembili setelah dimasak atau dipanggang
rasanya manis dan lezat, dimakan sebagai makanan tambahan. Umbinya dapat juga
diekstrak menjadi tepung; seratnya halus dan mudah dicerna sehingga digunakan
dalam menu penderita penyakit pencernaan. Parutan kasar umbinya digunakan
sebagai tapel untuk obat pembengkakan, khususnya di kerongkongan.
Gembili mempunyai prospek untuk produk tepung
umbi maupun tepung pati sedangkan ubi kelapa untuk tepung umbi.Daun gembili
yang mengering dapat menjadi pupuk hijau. Kita bisa mengumpulkannya dan
menjadikannya media tanam untuk tanaman wijayakusuma, pakis, begonia, anggrek
atau tanaman rimpang seperti jahe, lengkuas.
7.
Famili
Philydraceae
Karakteristik dari familiPhilydraceae adalah sebagai berikut(Wu Kuo-fang. Wu Kuo-fang. 1997) :
-
Habitusnya herba atau terna.
-
Daunnya berbentuk spiral dan distikha.
-
Bunganya uniseksual atau berkelamin tunggal
dengan simetri bunga yang tersusunzigomorf.
-
Kelopak bungaatau caliksnya berwarna putih
atau kuning.
-
Benang sari berjumlah 1yang dimasukkan di dasar segmen perianth
lebih rendah.
-
Stigma berbentuk kepala atau samar-samar 3-lobed.
-
Philydrum lanuginosum
Contoh spesies dari famili Philydraceae
Klasifikasi :
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Commelinales
Famili : Philydraceae
Genus : Philydrum
Spesies : Philydrum lanuginosum
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Commelinales
Famili : Philydraceae
Genus : Philydrum
Spesies : Philydrum lanuginosum
|
Gambar. Philydrum
lanuginosum
Gambar. Philydrum lanuginosum
|
8.
Famili
Pontederiaceae
Karakteristik dari familiPontederiaceae adalah sebagai berikut (http://delta-intkey.com/angio/www/cyanastr.html) :
-
Berhabitus herba atau terna.
-
Bentuk daun bulat telur atau lanset.
Contoh spesies
dari famili Pontederiaceae
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Pontederiaceae
Genus : Eichhornia
Spesies : Eichhornia crassipes
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Pontederiaceae
Genus : Eichhornia
Spesies : Eichhornia crassipes
|
Gambar. Eichhornia
crassipes
(Eceng Gondok)
|
Menurut penelitian, eceng gondok kaya akan asam humat yang menghasilkan
senyawa fitohara yang mampu mempercepat pertumbuhan akar tanaman. Selain itu,
eceng gondok juga mengandung asam sianida, triterpenoid, alkaloid dan kaya
kalsium. Eceng gondok juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, bahan
pembuatan kertas, perabotan, kerajinan tangan, dan sebagai media pertumbuhan
bagi jamur merang.
9.
Famili
Cyanastraceae
Karakteristik dari familiChanastraceae adalah sebagai berikut
-
Berhabitus herba atau terna perenial
-
Daun berbentuk lanset atau bulat telur dengan tepi daun rata.
Contoh spesies
dari famili Cyanastraceae
Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Cyanastraceae
Genus : Cyanastrum
Spesies : Cyanastrum cordifolium
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Liliales
Famili : Cyanastraceae
Genus : Cyanastrum
Spesies : Cyanastrum cordifolium
|
Gambar.Cyanastrum
cordifolium
|
B.
Ordo
Orchidales
Sebagian besar berhabitus terna atau
herba yang hidup sebagai epifit. Sebagian kecil sebagai saprofit atau
terestrial dengan kadang-kadang terdapat badan-badan yang merupakan adaptasi
terhadap kekurangan air (berupa jaringan air). Daun dengan bentuk yang beranekaragam,
biasanya tersusun dalam dua baris, seringa agak tebal berdaging. Bunga
biseksual dengan simetri bunga yang zigomorf, sebagaian kecil aktinomorf.
a.
Famili
Burmanniaceae
Karakteristik dari famili Burmanniaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba annual atau perenial, sebagian besar hidup sebagai saprofit.
-
Batangnya
memiliki daun-daun kecil seperti sisik yang tersebar.
-
Spesies
yang bukan saprofit mempunyai daun-daun yang tersusun sebagai roset akar.
-
Bunganya
biseksual dengan simetri bunga aktinomorf.
-
Perianthium
berwarna biru atau putih.
-
Bakal
biji berjumlah banyak dan masing-masing mempunyai 2 integumen.
-
Biji
berukuran kecil dan banyak mempunyai endosperm dan lembaga belum jelas
terdiferensiasi.
Contoh spesies
dari famili Burmanniaceae
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Burmanniaceae
Genus : Apteria
Spesies : Apteria aphylla
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Burmanniaceae
Genus : Apteria
Spesies : Apteria aphylla
|
Gambar. Apteria
aphylla
|
b.
Famili
Orchidaceae
Karakteristik dari famili Orchidaceae adalah sebagai berikut :
-
Habitus
terna atau herba perenial dengan perawakan yang beranekaragam.
-
Bersifat
epifit atau menumpang pada tumbuhan lain. Selain itu, ada juga yang saprofit
atau terestrial.
-
Mempunyai
rimpang akar yang seperti umbi tetapi bukan umbi apis atau umbi sisik.
-
Batangnya
memiliki daun namun ada yang tidak memiliki daun.
-
Pangkal
batangnya sering kali menebal membentuk umbi semu (pseudo bulbi).
-
Akarnya
mengandung klorofil yang berfungsi sebagai alat untuk asimilasi.
-
Filotaksisnya
berseling/distikha yang tersusun 2 baris. Sebagian kecil memiliki filotaksis
berhadapan.
-
Bunganya
memiliki bentuk dan warna yang indah.
-
Mempunyai
daun pelindung.
Contoh spesies
dari famili Orchidaceae
Klasifikasi:
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Phalaenopsis
Spesies : Phalaenopsis amabilis
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae
Genus : Phalaenopsis
Spesies : Phalaenopsis amabilis
|
Gambar.
Phalaenopsis
amabilis
(Anggrek bulan)
|
Anggrek bulan merupakan jenis
anggrek yang banyak digemari karena harga yang terjangkau namun keindahannya
yang tak kalah dengan anggrek yang lainnya. Anggrek bulan ini banyak
dimanfaatkan sebagai tanaman hias di rumah.
BAB
III
SIMPULAN
Berdasarkan penjelasan yang telah diterangkan di
atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Sub
classis Liliidae terbagi menjadi dua famili, yaitu famili Liliales dan famili
Orchidales.
2. Ordo
dari famili Liliidae terdiri dari famili Philydraceae, Pontederiaceae, Liliiaceae,
Iridaceae, Velloziaceae, Aloaceae, Taccaceae, Smilacaceae, Dioscoreaceae.
3. Ordo
dari famili Orchidales terdiri dari Geosiridaceae, Burmanniaceae, Corsiaceae
dan Orchidaceae.
4. Sebagian besar Ordo Liliales berupa terna perennial, mempunyai
rimpang, umbi sisik atau umbi lapis, kadang-kadang juga berupa semak atau
perdu, bahkan berupa pohon, ada pula yang merupakan tumbuhan memanjat. Daun
tersebar pada batang atau merupakan roset akar.
5. Sebagian besar ordo Orchidales berhabitus terna atau herba yang hidup
sebagai epifit. Sebagian kecil sebagai saprofit atau terestrial dengan
kadang-kadang terdapat badan-badan yang merupakan adaptasi terhadap kekurangan
air (berupa jaringan air).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad
Dasuki, Undang. 1992. Penuntut Praktikum Sistematika Tumbuhn Tinggi. Bogor
: Pusat Antar Ilmu Hayati ITB
Anderson, 1998. Petunjuk
Kepala Kesehatan. Bandung: Indonesia Publishing House.
Campbell,
dkk. 2003. Biologi jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Pratiwi.
D. A. dkk. 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga
Rukmana Rahmat. 2000. Ganyong
Budi Daya dan Pasca Panen.
Yogyakarta: Kanisius.
Yogyakarta: Kanisius.
Steenis, Van. 1981. Flora cetakan ketiga. Jakarta :PT Pradnya
Paramita
Tjitrosoepomo, G. 1996. Taksonomi
Tumbuhan (Speramtophyta). Yogyakarta : GajahMada University press
Tjitrosoepomo, G. 1997. Morfologi
Tumbuhan. Yogyakarta : GajahMada University press
Tjitrosoepomo, G. 1996. Taksonomi
Umum. Yogyakarta : GajahMada University press
Tjitrosomo,
Siti Sutarmi. 2010. Botani Umum 3. Bandung : Penerbit Angkasa Bandung
Komentar