“JURNAL
BELAJAR KAPITA SELEKTA II”
![]() |
Nama :
AENUL FAHMI KHALIK
Kelas :
Biologi C/6
Motto :
“Pantang Pulang Sebelum Dapat Terang”
Pemb.
Tanggal : Kamis, 5 Februari
2015
A.
Deskripsi
Pembelajaran
Menjadi seorang tenaga pengajar
atau biasa disebut guru harus memiliki banyak inovasi dalam setiap pelaksanaan
kegiatan pembelajaran. Bisa dengan cara mengaplikasikan beberapa metode dan
beberapa model pembelajaran, sehingga mata pelajaran yang akan diajarkan
tersebut dapat tersampaikan pada peserta didik dan tentunya dapat memahaminya.
Hal tersebut dilakukan agar pada saat proses pembelajaran tidak membosankan dan
sekiranya dapat membuat peserta didik tertarik dengan mata pelajaran tersebut, pada
intinya agar terjadi komunikasi antara guru dan peserta didik yang harmonis.
Di negara kita Indonesia ini proses
pembelajaran terbilang masih dapat disebut kurang kondusif, karena tidak
keseluruhan peserta didik selalu memperhatikan bahkan memahami apa yang
diajarkan. Oleh karena itu, tenaga pengajar atau guru dituntut untuk dapat
menstimulus serta merangsang minat belajar peserta didik agar antusias dengan
setiap mata pelajaran yang diajarkan.
Di beberapa sekolah atau sarana
pendidikan di Indonesia masih banyak yang menggunakan teknik belajar behavioristik, yaitu dengan membiasakan
yang dipaksa atau diwajibkan. Hal tersebut masih banyak diterapkan karena masih
kurangnya minat belajar dikalangan peserta didik di Indonesia ini, sehingga
masih menggunakan teknik belajar yang dipaksa untuk mengerti dan juga dipaksa
untuk memahami. Seperti halnya yang sering kali disebut beberapa tenaga
pengajar atau guru yaitu, “Sesuatu yang
dibisasakan pasti akan terbiasa dan bisa, walau dengan cara memaksa”.
Melihat aktivitas peserta didik
bahkan mahasiswa diluar jam belajar memang banyak luangnya, tetapi disamping
memang banyak waktu luang para mahasiswa menggunakan waktu luangnya untuk
mengerjakan tugas-tugas yang diberikan kepadanya eperti halnya tugas jurnal,
penelitian, bahkan tugas membuat bahan ajar untuk diajarkan pula (bagi mahasiswa
yang menekuni bidang pendidikan). Banyak paradigma negatif menyelubungi
beberapa kegiatan mahasiswa di luar waktu belajar seperti melakukan hal-hal
atau kegiatan yang negatif, tidak semua mahasiswa melakukannya walau memang ada
beberapa yang memang melakukannya. Tetapi kebanyakan mahasiswa apabila di luar
jam belajar banyak yang melakuan hal-hal atau kegiatan yang positif seperti ada
yang mengisi waktu luangnya untuk membantu orang tua berjualan di pasar,
mengikuti kegiatan organisasi kemasyarakatan, ada yang mengisi waktu luangnya
dengan belajar, bahkan ada yang menyelingi dengan bekerja paruh waktu guna
membantu pembiayaan kuliahnya dan masih banyak lagi. Memang jika melihat remaja
masa kini banyak yang menyalahgunakan waktu luangnya untuk kegiatan yang negatif,
bahkan sampai menjurus pada kebobrokan moral bangsa. Banyak sekali dizaman
sekarang para remaja yang terjerumus kedalam lembah hitam, seperti
ketergantungan narkoba, hyper seks, seks bebas, kekerasan bahkan hingga
tindakan kriminal. Memang bangsa ini bahkan dunia ini mendekati ambang
kehancuran dimana moral manusia mulai hilang dan rusak. Tetapi dapat
mencegahnya salah satunya dengan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang
berguna dan positif pula.
B.
Nilai/
Konsep Penting
Dari pemaparan pembelajaran diatas menurut
penulis dapat diambil beberapa nilai konsep penting yang dapat diterapkan pada
kehidupan sehari-hari bermasyarakat. Nilai konsep penting yang menurut penulis
dianggap penting untuk diterapkan di keseharian antara lain:
1. Kelak
menjadi seorang tenaga pengajar atau guru harus memiliki varian dalam
menjalankan kegiatan pembelajaran, hal tersebut dilakukan guna menarik minat
belajar para peseta didik agar dapat memahami dan mengerti palajaran yang
disampaikan serta untuk terciptanya hubungan komunikasi yang baik antara guru
dan siswa.
2. Mengisi
waktu luang dengan kegiatan positif.
C.
Refleksi
Diri
Bagi penulis menjadi seorang tenaga
pengajar merupakan sauatu pengabdian yang sangat berharga bagi diri penulis,
karena dapat mengamalkan ilmu yang dimiliki serta dapat berbagi pengalaman pada
peserta didik. Dengan menjadi tenaga pengajar atau guru, kita dapat menularkan
ilmu pengetahuan yang sebelumnya sudah kita pelajari dan pahami kepada peserta
didik agar ilmu tersebut akan terus berkembang secara terus menerus tanpa henti
dari massa ke massa.
Menjadi tenaga pengajar bagi
penulis merupakan suatu tugas yang sanagat mulia, oleh karenanya penulis ingin
selalu mengetahui perkembangan proses metode pembelajaran terbaru agar selalu
ada inovasi-inovasi pembelajaran yang variatif, tentunya agar tidak monoton
dalam kegiatan pembelajaran.

Komentar