Langsung ke konten utama



RIVIEW JOURNAL
PEMBENTUKAN TANAMAN RESISTEN TERHADAP TANAH MASAM

Diajukan guna memenuhi tugas Ujian Akhir Semeter Genap
Mata Kuliah                   : Bioteknologi
Dosen Pengampu           : Ina Rosdiana Lesmanawati, M.Si




 








Disusun oleh:
AENUL FAHMI KHALIK
14121610738
Biologi C/ VI



TADRIS IPA – BIOLOGI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2015


“Pengaruh pH Media Pertumbuhan Terhadap Ketahanan dari Rhizobium sp Pada Tanaman Kacang Kedelai di Media Tanah yang  Bersifat Asam”

I.              Latar Belakang
Yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini menurut Jurnal Widyasari (2013), yaitu dikarenakan permintaan kacang kedelai di pasaran yang terus meningkat belum dapat diimbangi denga produksi kacang kedelai saat ini yang rendah. Menurut Ashiyami (2007) dalam Jurnal Widyasari (2013), salah satu penyebabnya yakni dari keadaan ini adalah lahan tanah yang bersifat masam/ asam. Dimana kondisi tersebut merupakan salah satu faktor oyang dapat menekan pertumbuhan kacang kedelai, dan penyebab tanah masam adalah penggunaan pupuk sintesis yang tidak menurut dosis yang dianjurkan.
Ketahanan terhadap kondisi asam pada lingkungan dapat diperoleh dengan cara menumbuhkan bakteri Rhizobium sp. pada pH normal, kemudian ditumbuhkan kembali  pada  media  yang  bersifat  asam.  Menurut penelitian Kawuri (1997) dalam Jurnal penelitian Widyasari (2013), menunjukan bahwa bakteri Sinorhizobium fredii yang ditumbuhkan pada media dengan pH 7,0 dan kemudian ditumbuhkan pada media dengan pH 5,8 dapat memiliki kemampuan hidup pada tanah  yang  mempunyai  pH  rendah  (4,0-5,7).  Respon tersebut disebut dengan Acid Tolerance Response (ATR). Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengisolasi bakteri Rhizobium sp. pada tanaman kacang kedelai agar tingkat produksi kacang kedelai dapat meningkat dan membuat inokulum Rhizobium sp. yang tahan terhadap kondisi tanah yang bersifat masam.

II.           Tujuan
Penelitian dari Jurnal Widyasari (2013) ini bertujuan untuk mengetahui ketahana Rhizobium sp. yang ditumbuhkan pada pH media pertumbuhan 7,0 dan 5,8 serta mengetahui  kemampuan  hidup Rhizobium sp. pada media tanah asam dengan pH 5,0 dan respon inokulum Rhizobium sp. pada tanaman kedelai.

III.        Hasil
Berdasarkan hasil penelitian pada Jurnal Widyasari (2013), dari uji ketahanan bakteri Rizhobium sp terhadap pH media pertumbuhan (pH 5,8 dan 7,0) didapatkan hasil mampu hidup dan bertahan pada pH media 5,8. Berdasarkan hasil penelitian pada Jurnal Widyasari (2013), pada ketahanan Rhizobium sp pada pH 5,8 yang mana dilanjutkan pada uji inokulasi pada tanaman kacang kedelai. Pada hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa nodul tidak terbentuk pada setiap perlakuan tetapi tanaman dapat tahan hidup terhadap tanah dengan pH yang masam, akan tetapi hasil dari penelitian ini memiliki kekurangan yang mesti diperbaiki dengan berbagai formula-formula lain yang mana dapat menyempurnakan hasil dari penelitian yang sudah ada. Kekurangan pada penelitian tersebut antara lain ukuran akar yang kerdil dan daun yang agak menguning dan terdapat bercak-bercak coklat.
Berdasarkan hasil uji inokulasi pada tanaman menunjukkan strain bakteri Rhizobium sp yang menghasilkan ATR (Acid Tolerance Responce) atau respon toleransi terhadap kondisi asam dapat diasumsikan bahwa bakteri tersebut mampu bersimbiosis dengan tanaman kedelai dan mampu bertahan pada tanah yang bersifat masam, tetapi dalam penelitian yang dilakukan Widyasari (2013) ini, nodul atau bintil-bintil akar tidak keseluruhannya terbentuk secara sempurna,hal tersebut karena tidak terjadinya simbiosis dengan sempurna. Tidak terjadinya simbiosis secara sempurna ditunjukkan oleh ukuran tanaman dan eksudat akar. Karena jika ukuran tanaman tersenut kerdil maka tanaman tersebut mengalami defisiensi unsur hara, baik unsur hara atau mikro. Akan tetapi dari hasil inokulasi bakteri Rhizobium sp dengan tanaman kedelai sudah terbukti bahwa tnaman dapat hidup dalam kondisi tanah yang bersifat masam, namun disisi lain memiliki kekurangan pula yaitu tnaman tumbuh kerdil dan daun menguning.

IV.        Kesimpulan
Dari hasil penelitian pada Jurnal Widyasari (2013) tentang pemanfaatan bakteri Rhizobium sp yang diinokulasikan pada tanaman kacang kedelai, bakteri Rhizobium sp dapat bersimbiosis dengan tanaman kedelai dan dapat hidup pada kondisi tanah yang bersifat masam dengan pH 5,8 lebih resisten dan dapat membentuk ATR (Acid Tolerance Responce). Tetapi dari hasil ini masih memilik kekurangan yakni, tanaman kedelai tumbuh kerdil dan daun yang sedikit menguning. Hal tersebut disebabkan, tidak terjadinya pembentukan nodul secara sempurna pada tanaman kedelau yang disebabkan oleh defisiensi unsur hara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH TEORI ATOM

MAKALAH TEORI ATOM Di Ajukan guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : ‘’KIMIA DASAR 1” Dosen Pengampu: Kartimi M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Aenul Fahmi Khalik NIM     : 14121610738 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012-2013 BAB I PENDAHULUAN I.          Latar Belakang           Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom john dalton, teori atom j.j thomson, teori atom rutherford, teori atom bohr teori atom modern (mekanika gelombang). Semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskr...

Materi Sel

1. Pengertian Sel Sel adalah unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis . Kata sel itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke (1635 – 1703) yang berarti kotak-kotak kosong , setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop. Selanjutnya disimpulkan bahwa sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan protoplasma . Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje . Menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu sitoplasma dan nukleoplasma. Schwaan dan Schleiden (1838), menyatakan bahwa tumbuhan dan hewan mempunyai persamaan, yaitu tubuhnya tersusun oleh sel-sel. Selanjutnya, teori tersebut dikembangkan menjadi suatu teori sebagai berikut: Sel adalah satuan struktural terkecil organisme hidup. Sel merupakan satuan fungsional terkecil organisme hidup. Sel berasal dari sel dan organisme tersusun oleh sel. 2. Struktur Sel Sel terdiri dari 3 bagian utama yaitu membran sel, inti sel, dan sitoplasma...

Materi Reproduksi

SISTEM REPRODUKSI MANUSIA Reproduksi merupakan ciri utama makhluk hidup yang bertujuan untuk mempertahankan kelestarian jenisnya. Reproduksi pada manusia diawali oleh peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan sel kelamin betina (ovum) yang menghasilkan zigot. Berdasarkan kepemilikan alat kelaminnya, manusia dikelompokkan menjadi organisme yang bersifat gonochoris (satu individu memiliki satu alat kelamin). Sistem reproduksi manusia, baik laki-laki maupun wanita, memiliki empat komponen utama dalam sistem reproduksinya, yaitu: 1. Organ penghasil sel kelamin, 2. Saluran reproduksi, 3. Kelenjar tambahan, dan 4. Alat kopulasi (senggama) 1. Sistem Reproduksi Laki-laki Sistem reproduksi laki-laki dirancang untuk menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan sperma. Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari: § Alat kelamin luar : terdiri dari skrotum dan penis. § Alat kelamin dalam : terdiri atas testis, kelenjar aksesori dan tubulus. Gambar  Sistem R...