LAPORAN
PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
LILIOPSIDA
(SUBKELAS
ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)
![]() |
Praktikan:
AENUL
FAHMI KHALIK
NIM
14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
2. Rini Sulastri
PUSAT
LABORATORIUM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
2014
MAGNOLIOPHYTA
(MAGNOLIIDAE
dan HEMAMELIDAE)
A. TUJUAN
1. Menemukan
ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta
khususnya Subclassis Alismatidae dan Arecidae.
2. Membedakan
ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam
Subclassis Alismatidae dan Arecidae.
B.
DASAR
TEORI
Magnoliophyta atau angiospermae
merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa
bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (Calyx)
dan mahkota (Corolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang
berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik
(pistilum). putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi
ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu
karpel atau beberapa karpel yang bersatu. biji terdapat di dalam ovarium.
Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida
(dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64
ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida
mempunyai 19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005:
20).
Kelompok
tumbuhan Liliopsida mempunyai akar serabut dan tulang daunnya sejajar atau
melengkung. Batangnya tidak berkambium, tidak bercabang-cabang, tetapi
beruas-ruas. Bagian bunga berjumlah tiga atau kelipatannya. Semua Liliopsida
merupakan tumbuhan monokotil yang memiliki biji berkeping satu, mencakup
sekitar 50.000 jenis yang dikelompokkan menjadi 40 famili. Beberapa jenis
mempunyai habitus pohon, namun kebanyakan berupa herba semusim atau tahunan.
Batangnya bercabang sedikit atau tidak sama sekali. Daunnya memiliki pelepah
pada pangkalnya, kebanyakan berupa daun tunggal dengan tulang daun yang sejajar
atau melengkung. Jaringan pembuluh tersusun dalam berkas yang tersebar dalam
jaringan empulur. Batangnya tidak mempunyai kambium sehingga hanya terjadi
pertumbuhan oleh jaringan primer. Bunga Liliopsida mempunyai bagian bunga
dengan jumlah kelipatan 3. (Sudarsono, 2005 : 20-22).
Classis Liliopsida terdiri atas
lima subclassis terpilih. Adapun yang dibahas dalam praktikum ini hanya 2 dari
kelima subclassis tersebut adalah sebagai berikut:
1.
Subclassis
Alismatidae
Subclassis Alismatidae mempunyai 4
ordo dan 16 family, Alismatidae mempunyai karakteristik bunga Apokarp, herba
akuatik, sistem pembuluh biasanya tidak mengandung lignin, pollen triaperture, sel tetangga pada stomata
kebanyakan 2, pembuluh terbatas pada akar.
Family dari subclassis Alismatidae yang akan kita bahas dalam kegiatan
praktikum ini adalah 1 Family (Campbell, 2000: 180) yaitu :
Familia
Limnocharitaceae
Daun yang termasuk kategori daun lengkap, habitus
batangnya herba, Bunga majemuk, actinomorf, biseksual, sepal 3, gigih. Kelopak 3,
putih atau kuning. Benang sari 3-100. Ovarium unggul. Karpel 3 sampai 20. Familia
Limnocharitaceae diwakili oleh tanaman Limnocharis flava Genjer).
2.
Subclassis
Arecidae
Subkelas Arecidae merupakan
Liliopsida yang mempunyai habitus bervariasi , ada yang herba, semak, bahkan
pohon. Duduk daun dengan pola tersebar namun ada juga yang roset akar maupun
roset batang, bunga pada umumnya berukuran kecil dalam perbungaan spadiks dan
ditutupi oleh spatha, perhiasan bunga pada umumnya berukuran kecil dan tidak
bisa dibedakan anatara kaliks dan korolla. Subkelas ini terdiri atas 4 ordo, 5
familia dan kurang lebih 5.600 species.
Family dari subclassis Arecidae yang akan kita bahas dalam kegiatan
praktikum ini adalah 3 Family (Campbell, 2000: 178) yaitu:
Familia
Pandanaceae
Familia yang habitusnya berupa
semak, perdu atau pohon dengan batang yang besar dan rumbuh tegak,
bercabang-cabang, atau berupa liana dengan batang-batang memanjat, pada pangkal
batang terdapat akar tunjang, kadang-kadang akar keluar dari bagian batang yang
lebih tinggi, bahkan dari cabang-cabangnya, daun sempit, panjang, bangun pita
dengan tepi berduri kecil-kecil tajam, duri kadang-kadang juga pada sisi
punggung ibu tulangnya, tersusun dalam garis spiral (spirotich) yang biasanya
ada 3, bunga berkelamin tunggal, telanjang tersusun sebagai bunga tongkol yang
bersifat majemuk, terdapat pada ujung batang atau dalam ketiak daun-daun
pelindung yang besar, seringkali berwarna, bunga jantan dengan atau tanpa putik
yang rudimeter, mempunyai banyak benang sari yang terdapat pada sumbu bunga
pendek atau panjang, tangkai sari bebas atau berlekatan, kepala sari tegak
terdiri atau 2 ruang sari yang masing-masing dapat terbagi lagi dalam
ruang-ruang yang lebih kecil. bunga betina tanpa benang sari mandul atau bila
ada kecil dengan posisi yang hipogin. Familia Pandanaceae diwakili oleh tanaman Pandanus
amaryllifolius (Pandan Wangi).
Familia
Araceae
Familia yang habitusnya berupa
terna dengan getah yang cair atau seperti susu, pahit. Dalam tanah mempunyai
rimpang yang memanjang atau seperti umbi, kadang-kadang memanjat, jarang dengan
batang berkayu, daun biasanya tidak banyak, kadang-kadang baru berbentuk
setelah keluar bunga, tunggal atau berbagi sampai majemuk, kebanyakan tersusun
sebagai roset akar atau tersebar pada batang atau bersilang dalam 2 baris,
helaian bangun jantung atau perisai sering tombak atau anak panah, dengan
tangkai yang pada pangkal berubah menjadi upih daun yang seringkali tipis
seperti selaput. Bunga kecil, dalam jumlah yang besar tersusun sebagai bulir
atau tongkol yang mempunyai seludang, sering berbau tidak sedap, bunga banci
atau berkelamin tunggal, bunga yang banci sering sama, yang berkelamin tunggal
pada tongkol teratur sedemikian rupa sehingga bunga jantan terdapat dibagian
atas tongkol dan bunga jantan betina dibagian bawahnya. Bunga yang banci
mempunyai perhiasan bunga yang terdiri 4-6 segmen atau berlekatan membentuk
badan seperti piala, bunga yang berkelamin tunggal tanpa hiasan bunga, benang
sari 2-4-8. Berhadapan dengan segmen-segmen hiasan bunga, kepala sari membuka
dengan celah atau liana, bebas atau bersatu menjadi satu massa, pada bunga
betina sering terdapat benang sari–benang sari yang mandul. Familia Araceae
diwakili oleh tanaman Anthurium crystalinum (Kuping Gajah).
Familia
Arecaceae
Familia yang habitusnya berupa
semak, pohon atau liana dengan batang sangat pendek hampir tidak ada, atau
tinggi besar, ada yang langsing panjang dan bersifat lentur, biasanya tidak
bercabang, seringkali penuh dengan dengan sisa-sisa tangkai daun yang lebar
berbentuk upih yang tidak gugur, akar pertama yang berasal dari lembaga segera
hilang dan diganti dengan akar-akar yang sama besar yang keluar dari pangkal
batang, daun tunggal, bercangap, berbagi atau majemuk dengan susunan
tulang-tulang menjari atau menyirip, biasanya besar, panjangnya dapat mencapai
beberapa meter, tersusun sebagai roset batang atau roset akar, pada jenis-jenis
yang memanjat, tersebar dalam kuncup, daun berlipat bila telah berkembang
biasanya berujung tajam, tepi atau ibu tulang berduri. Bunga kecil, banci atau
karena adanya reduksi salah satu alat kelaminya menjadi berkelamin tunggal,
berumah satu atau berumah dua, kadang-kadang poligam, tersusun dalam bunga
majemuk yang bersifat seperti malai, biasanya dengan ibu tangkai bunga yang
menebal, yang keseluruhanya membentuk yang disebut bunga tongkol. Karangan
bunga itu jarang terdapat pada ujung batang, tetapi biasanya diketiak-ketiak
daun atau pada batang dibawah roset daun, kebanyakan diselubungi oleh daun
pelindung yang disebut seludang bunga, seludang bunga banyak atau sedikit,
seperti belulang atau seperti membran. Hiasan bunga ganda, berupa 3 daun
kelopak yang terpisah-pisah atau berlekatan dengan susunan seperti genting atau
kutub-kutub, dalam bunga jantan biasanya tersusun seperti katup-katup dalam
bunga betina seperti genting. Benang sari biasanya 6, tersusun dalam 2
lingkaran, jarang lebih dari 6 ( 3- banyak ) atau hanya 3, bebas satu dari yang
lain atau berlekatan, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membungkus,
serbuk sari dengan permukaan yang licin jarang berduri. Familia Arecaceae
diwakili oleh tanaman Cocos nucifera (Kelapa).
C. ALAT dan BAHAN
1. Alat:
a. Lup
b. Buku
panduan fitografi
2. Bahan:
a. Anthurium crystalinum (Kuping
Gajah)
b. Limnocharis flava (Genjer)
c. Cocos nucifera (Kelapa)
d. Pandanus amaryllifolius (Pandan
Wangi)
e. Colacasia esculenta (Talas)
D. LANGKAH KERJA
1. Diambil
masing-masing spesies tumbuhan.
2. Diamati
bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3. Diamati
habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4. Diamati
daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi
daun, ujung daun dan pangkal daun.
5. Diamati
letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6. Digambar
dan diklasifikasikan masing-masing spesies.
F.
PEMBAHASAN
Liliopsida merupakan tumbuhan
monokotil yang memiliki biji berkeping satu, mencakup sekitar 50.000 jenis yang
dikelompokkan menjadi 40 famili, kelas Liliopsida yang akan dibahas dalam
praktikum ini adalah Subclassis Alismatidae, family dan spesies yang akan
diamati pada subkelas ini adalah Family Limnocharitaceae: Limnocharis flava (Genjer), sedangkan Subclassis Arecidae, family dan spesies yang akan
dibahasnya adalah Family Pandanaceae: Pandanus
amaryllifolius (Pandan Wangi), Araceae: Anthurium
crystalinum (Kuping Gajah) dan Colacasia
esculenta (Talas), serta Arecaceae: Cocos
nucifera (Kelapa).
Pengamatan pertama pada Genjer,
yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Sub Kelas : Alismatidae
Ordo :
Alismatales
Famili : Limnocharitaceae
Genus : Limnocharis
Spesies : Limnocharis flava
Genjer (Limnocharis flava) merupakan tanaman terna, tumbuh di rawa atau
kolam berlumpur yang banyak airnya. Konon asalnya dari Amerika, terutama bagian
negara beriklim tropis. Selain daunnya, bunga genjer muda juga enak dijadikan
masakan.
Limnocharis
flava (Genjer) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Alismatidae
family Limnocharitaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola
percabangan monopodial serta segi penampang batangnya segitiga berarah tegak
lurus ke atas. (Tjitrosoepomo, 2009: 76)
Daunnya tunggal, letak daun roset
akar (equitant), bentuk daunnya jantung (cordate), ujungnya runcing (accutus),
dengan pangkal daunnya jantung (Cordate), bagian tepi daun bergelombang
(undulatus) dan memiliki pertulangan melengkung, jadi berdasarkan kelengkapan
daun, tanaman genjer ini termasuk pada daun lengkap. Tumbuhan genjer ini biasa
hidup di air, sawah ataupun rawa-rawa, apabila dilihat tanaman ini mempunyai
akar serabut yang masuk ke dalam lumpur.
(Dasuki, 1992: 20) Termasuk bunga majemuk, bunga pada tanaman genjer ini
terdapat di ketiak daun (flos lateralis atau flos axillaries). Majemuk,
karangan bunga pada tumbuhan ini adalah umbela komposira dengan simetri bunga
zygomorf, bentuk payung, di ketiak daun, terdiri dari 3-15 kuntum, tangkai
panjang 15-25 cm, hijau, kelopak lepas, bentuk kuku, hijau, tenda bunganya
corrolinus, benang sari 3, tangkaj putik kuning, kepala putik bulat, mahkota
lepas, ujung melengkung ke dalam, kuning, polypetalus. Dengan distribusi
seksnya monoceus. Genjer cocok diolah
menjadi tumisan, lalap, pecel, campuran gado-gado atau dibuat sayur bobor.
(Tjitrosoepomo, 2009: 122).
Pengamatan kedua pada Pandan wangi,
yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas :
Arecidae
Ordo : Pandanales
Famili : Pandanaceae
Genus : Pandanus
Spesies : Pandanus amaryllifolius
Pandanus
amaryllifolius (Pandan Wangi) merupakan jenis tumbuhan
monokotil
dari famili Pandanaceae yang memiliki daun beraroma wangi yang
khas. Daunnya merupakan komponen penting dalam tradisi masakan Indonesia
dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, tumbuhan ini mudah
dijumpai di pekarangan atau tumbuh liar di tepi-tepi selokan yang teduh.
Pandanus amaryllifolius (Pandan
Wangi) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Arecidae family
Pandanaceae. Spesies ini memiliki habitus perdu dengan pola percabangan
menggarpu atau dikotom serta segi penampang batangnya bulat berbuku – buku
menjalar. (Dasuki, 1992: 20) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya equitant,
bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan sejajar
(parallel), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul
(obtuse), bagian tepi daun rata (entire), permukaan daun licin, Daun tidak
lengkap karena tidak memiliki upih dan tangkai daun hanya memiliki helaian
saja. (Tjitrosoepomo, 2009: 7) Berakar gantung (radix aereus), tumbuh
menjalar, akar tunjang keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Pandan
wangi biasanya dimanfaatkan sebagai obat kuat (tonikum), penambah nafsu
makan (amara), lemah saraf (neurasthenia), rematik dan pegal
linu, penenang, rambut rontok, mengitamkan rambut, dan ketombe. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan ketiga pada Kuping gajah,
yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Arecidae
Ordo :
Arales
Famili :
Araceae
Genus :
Anthurium
Spesies :
Anthurium crystalinum
Anthurium
crystalinum (Kuping Gajah) adalah tanaman berdaun
indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonema,
philodendron,keladi hias,
dan alokasia. tanaman ini
termasuk jenis tanaman evergreen atau tidak mengenal masa dormansi.
Dialam, biasanya tanaman ini hidup secara epifit dengan
menempel di batang pohon. Dapat juga hidup secara terestrial
di dasar hutan.
Anthurium
crystalinum (Kuping Gajah) adalah salah satu contoh spesies dari
subclassis Arecidae family Araceae. Spesies ini memiliki habitus herba pola
percabangan monopodial, bentuk penampang batangnya bulat berair.
(Tjitrosoepomo, 2009: 72) Jenis daun tunggal, duduk daun roset batang
(equitant), bentuk daun jantung (cordaate), ujung daun meruncing (accminautus),
pangkal daunnya jantung (cordate),
pertulangan menjari (palmatus) keputih-putihan, tepi daun bergelombang
(undulate). Akarnya serabut. (Dasuki, 1992: 20) Bunga majemuk kecil, dalam
jumlah yang besar tersusun sebagai bulir atau tongkol yang mempunyai seludang,
sering berbau tidak sedap, bunga banci atau berkelamin tunggal, bunga yang
banci sering sama, yang berkelamin tunggal pada tongkol teratur sedemikian rupa
sehingga bunga jantan terdapat dibagian atas tongkol dan bunga jantan betina
dibagian bawahnya. Bunga yang banci mempunyai perhiasan bunga yang terdiri 4-6
segmen atau berlekatan membentuk badan seperti piala, bunga yang berkelamin
tunggal tanpa hiasan bunga, benang sari 2-4-8. Berhadapan dengan segmen-segmen
hiasan bunga, kelopak bulat halus, kepala sari kuning membuka dengan celah atau
liana, bebas atau bersatu menjadi satu massa, pada bunga betina sering terdapat
benang sari–benang sari yang mandul. Distribusi seksnya dioceous. Perkembang
biakkannya secara vegetative dengan potongan batang dan generative dengan biji.
Kuping gajah berkhasiat sebagai obat bengkak pada tenggorokan dan mulut.
(Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan keempat pada Kelapa, yang memiliki klasfikasi
ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Arecidae
Ordo :
Arecales
Famili :
Arecaceae
Genus :
Cocos
Spesies : Cocos nucifera
Cocos
nucifera (Kelapa) merupakan satu jenis tumbuhan dari keluarga
Areaceae termasuk jenis tanaman palma yang mempunyai ukuran buah yantg cukup besar.
Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap
sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir.
Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang dihasilkan tumbuhan ini.
Cocos
nucifera (Kelapa) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Arecidae family
Arecaceae. Spesies ini memiliki habitus
berupa pohon, dengan percabangan monoodial, dan bentuk segi penampang batangnya
bulat tegak lurus beruas – ruas. (Tjitrosoepomo, 2009: 72) Daun dengan jenis daun majemuk, tangkai
daun melekat pada buku-buku batang dengan
filotaksis roset batang (berselang – seling) memiliki daun dengan bentuk daun
seperti pita, dengan pertulangan daun sejajar (parallel), tepi daun rata
(entire), dengan pangkal daun tumpul
(obtuse). Dan untuk ujung daunnya meruncing (accuminatus), pada
daun muda berwarna kuning dan tua berwarna hijau. Akar serabut, tebal dan
berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai.
(Dasuki, 1992: 20) Bunga
tersusun majemuk pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea, terdapat bunga
jantan dan betina, berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan,
sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm
sampai 20 cm atau bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah
tersusun dari mesokarp berupa serat yang
berlignin, disebut sabut, melindungi bagian endokarp
yang keras (disebut batok) dan kedap air;
endokarp melindungi biji
yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi dalam endokarp. Endospermium berupa cairan
yang mengandung banyak enzim, dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp
seiring dengan semakin tuanya buah; embrio kecil dan baru membesar ketika buah
siap untuk berkecambah (disebut kentos).
Kelapa adalah pohon serba guna bagi masyarakat tropika, hampir semua bagiannya
dapat dimanfaatkan orang. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamtan terakhir pada Talas, yang memiliki
klasifikasi ilmiah sebgai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Subkelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae
Genus : Colocasia
Spesies : Colacasia esculenta
Colacasia
esculenta (Talas) merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan atau Araceae yang mana
tumbuhan itu adalah tumbuhan penghasil umbi, populer ditanam terutama di
wilayah Indonesia bagian barat. Talas mirip dengan taro nemun menghasilkan umbi
yang lebih besar.
Colacasia
esculenta (Talas) merupakan tanaman pangan berupa herba menahun. Talas
termasuk dalam suku talas-talasan (Araceae), berperawakan tegak, tingginya 1 cm
atau lebih dan merupakan tanaman semusim atau sepanjang tahun. Daun talas
berbentuk perisai
yang besar. Daun ini dapat digunakan sebagai pelindung kepala bila hujan.
Permukaan daunnya ditumbuhi rambut-rambut halus yang menjadikannya kedap air
karena air akan mengalir langsung meninggalkan permukaan daun. Memiliki letak duduk
daun equintan dengan penampangnya dan bentuknya yaitu seperti jantung.
Pertulangan pada daun talas ini adalah menjari beraturan. Daun talas memiliki
tepian daun undulatus atau bergelombang teratur, serta memiliki ujung daun yang
lancip (Acuminatus) dan pangkal daun
berbentuk jantung. Di Indonesia, talas digunakan sebagai makanan tambahan
atau sayur. Umbi talas digunakan untuk berbagai macam masakan. Umbi anak,
tangkai dan daunnya digunakan untuk sayur. Umbi dapat diolah menjadi keripik
talas yang gurih. Makanan khas yang dibuat dari daun talas adalah buntil. Daun
talas dapat dipakai sebagai pembungkus makanan Bubur akar rimpang talas
dipercaya sebagai obat encok dan cairan akar rimpang talas digunakan untuk obat
bisul. Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk
makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah.
G. KESIMPULAN
1. Alismatidae
dan Arecidae merupakan subkelas dari kelas Liliopsida.
2. Subclassis
Alismatidae, spesies yang telah diamati pada subkelas ini Limnocharis flava (Genjer), sedangkan Subclassis Arecidae, spesies yang telah diamati adalah \
Pandanus amaryllifolius (Pandan
Wangi), Anthurium crystalinum (Kuping
Gajah) Colacasia esculenta (Talas),
dan Cocos nucifera (Kelapa).
3.
Limnocharis
flava (Genjer) dari family Limnocharitaceae: Habitus
herba, daunnya tunggal, akar serabut yang masuk ke dalam lumpur, termasuk bunga
majemuk, karangan bunga pada tumbuhan ini adalah umbela komposira dengan
simetri bunga zygomorf, bentuk payung, di ketiak daun, terdiri dari 3-15
kuntum, tenda bunganya corrolinus, benang sari 3, tangkai putik kuning, kepala
putik bulat, mahkota lepas dan polypetalus, kelopak lepas, dengan distribusi seksnya monoceus.
4. Pandanus amaryllifolius
(Pandan Wangi) dari family Pandanaceae: Habitus perdu, berdaun tunggal, berakar
gantung (radix aereus), tumbuh menjalar, biasanya dimanfaatkan sebagai
obat kuat (tonikum), penambah nafsu makan (amara), lemah saraf (neurasthenia),
rematik dan pegal linu, penenang, rambut rontok, mengitamkan rambut, dan
ketombe.
5.
Anthurium
crystalinum (Kuping Gajah) dari family Araceae:
Habitus herba, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset batang (equitant),
akarnya serabut, bunga majemuk kecil, dalam jumlah yang besar tersusun sebagai
bulir atau tongkol yang mempunyai seludang, perhiasan bunga yang terdiri 4-6
segmen, bunga yang berkelamin tunggal tanpa hiasan bunga, benang sari 2-4-8,
kelopak bulat halus, kepala sari kuning membuka dengan celah atau liana, bebas
atau bersatu menjadi satu massa, distribusi
seksnya dioceous, perkembang biakkannya secara vegetative dengan potongan
batang dan generative dengan biji.
6. Cocos nucifera (Kelapa)
dari family Arecaceae: Habitus berupa
pohon, daun majemuk
dengan filotaksis roset batang
(berselang – seling), akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, bunga tersusun majemuk
pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea, berumah satu, bunga betina
terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan di bagian yang jauh dari
pangkal.
JAWABAN
PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1. Ciri-ciri
khusus pada subclassis Alismatidae yaitu sebagian besar berupa tumbuhan herba
dan hanya sedikit yang berkayu, tidak mempunyai kambium sehingga tidak ada
pertumbuhan sekunder. Ikatan pembuluh terbuka dan tersebar. Sistem perakarannya
adalah perakaran adventitif (serabut). Daun pada umumnya dengan pertulangan
daun parallel (sejajar), kecuali pada Araceae sebagian tumbuhan dengan
pertulangan daun menjala. Helaian daun seringkali berukuran kecil dengan
tangkai yang pendek dan ada pelepah. Bagian-bagian bunga pada umumnya kelipatan
3, jarang kelipatan 2 atau kelipatan 4. Embrio biji mempunyai satu kotiledon.
Polen biasanya uniaperture (punya satu lubang) dan plastidanya tipe P (berisi
protein).
Sedangkan ciri-ciri pada subclassis Arecidae
mempunyai habitus bervariasi, ada yang herba, semak, bahkan pohon. Duduk daun
dengan pola tersebar namun ada juga yang roset akar maupun roset batang, bunga
pada umumnya berukuran kecil dalam perbungaan spadiks dan ditutupi oleh spatha,
perhiasan bunga pada umumnya berukuran kecil dan tidak bisa dibedakan antara
kaliks dan korolla.
2. Kekhasan
dari Limnocharis flava atau genjer
adalah tumbuhan ini tumbuh di permukaan perairan atau akarnya masuk ke dalam
lumpur, tumbuhan tahunan, rimpang tebal dan tegak, tinggi tumbuhan dapat
mencapai setengah meter, daun tegak atau miring, tidak mengapung, tangkainya
panjang dan berlubang, helainnya bervariasi bentuknya, mahkota bunga berwarna
kuning dengan diameter 1.5 cm, kelopak bunga berwarna hijau.
3. Kekhasan
Cocos nucifera adalah Bunga majemuk
dan terletak pada rangkaian yang dilindungi oleh bractea, bunga terdiri dari
bunga jantan dan betina.bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan
bunga jantan di bagian yang jauh dari pangkal.
4. Bunga
Antrium sp berbentuk jantung, umumnya berwarna menyolok dan mengkilap, warna
seludang bunga amat bervariasi, misalnya merah cerah, kuning, pink, putih atau
bintik bintik merah dengan warna dasar putih atau kombinasi dari warna-warna
tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, Neil A. 2000. Biologi Edisi kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:

Komentar