Langsung ke konten utama

LILIOPSIDA (SUBKELAS COMMELINIDAE DAN SUBKELAS ZINGIBERIDAE)



LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
LILIOPSIDA
(SUBKELAS COMMELINIDAE DAN SUBKELAS ZINGIBERIDAE)



 







Praktikan:
AENUL FAHMI KHALIK
NIM 14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
         2. Rini Sulastri


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014


LILIOPSIDA
(SUBKELAS COMMELINIDAE DAN SUBKELAS ZINGIBERIDAE)

A.  TUJUAN
1.      Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Commelinidae dan Zingiberidae.
2.      Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Commelinidae dan Zingiberidae.

B.   DASAR TEORI
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (Calyx) dan mahkota (Corolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum). putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu. biji terdapat di dalam ovarium. Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005: 20).
Kelompok tumbuhan Liliopsida mempunyai akar serabut dan tulang daunnya sejajar atau melengkung. Batangnya tidak berkambium, tidak bercabang-cabang, tetapi beruas-ruas. Bagian bunga berjumlah tiga atau kelipatannya. Semua Liliopsida merupakan tumbuhan monokotil yang memiliki biji berkeping satu, mencakup sekitar 50.000 jenis yang dikelompokkan menjadi 40 famili. Beberapa jenis mempunyai habitus pohon, namun kebanyakan berupa herba semusim atau tahunan. Batangnya bercabang sedikit atau tidak sama sekali. Daunnya memiliki pelepah pada pangkalnya, kebanyakan berupa daun tunggal dengan tulang daun yang sejajar atau melengkung. Jaringan pembuluh tersusun dalam berkas yang tersebar dalam jaringan empulur. Batangnya tidak mempunyai kambium sehingga hanya terjadi pertumbuhan oleh jaringan primer. Bunga Liliopsida mempunyai bagian bunga dengan jumlah kelipatan 3. (Sudarsono, 2005 : 20-22).
Classis Liliopsida terdiri atas lima subclassis terpilih. Adapun yang dibahas dalam praktikum ini hanya 2 dari kelima subclassis tersebut adalah sebagai berikut: (Campbell, 2000: 176).
Subclassis Commelinidae
Subkelas Commelinidae pada umumnya berupa herba, sagat jarang yang berkayu, daun pertulangan sejajar, duduk daun tersebar atau roset akar, bunga dengan bagian-bagian kelipatan tiga, tidak membentuk sphandiks, biasanya tanpa sphata yang jelas, nectar, stomata, pembuluh, dan endosperm beragam, perianthum terdifferensiasi menjadi sepal dan petal pada beberapa familia perhiasan bunga dapat dibedakan antara kaliks dengan korolla akan tetapi pada beberapa familia perhiasan bunga sangat tereduksi dan tidak kelipatan 3, stamen pada umumnya 3 atau 6 jarang 1, 2 atau banyak, spesies yang perianthumnya tereduksi biasanya terjadi pada spesies yang sudah beradaptasi dengan penyerbukan angin. Tumbuhan ini mempunyai ovarium superior, pembuluh biasanya terdapat pada organ vegetatife.  Subkelas Commmelinidae terdiri atas 7 ordo, 16 familia dan kurang lebih 15.000 spesies.
Family dari subclassis Commelinidae yang akan kita bahas dalam kegiatan praktikum ini adalah 3 Family (Campbell, 2000: 184) yaitu :
Familia Commelinaceae
Familia Commeliniaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba yang memanjat atau tegak, batang sering membengkak pada nodus, daun tunggal, letak tersebar, mempunyai pelepah, urat daun sejajar, bunga umumnya dalam perbungaan simosa, bunga biseksual, simetri daun actinomorf atau zygomorf, kaliks 3 sepal, umumnya sepal, korolla 3 petal lepas, kadang-kadang bertaji atau bersatu dibawah, stamen 6, kadang-kadang ada yang tereduksi, menjadi staminodia, filamen sering berambut, ovarium superum, 3 karpel, 2-3 ruang, 1-beberapa ovula tiap ruang dan buah kapsula. Pada familia Commelinaceae diwakili oleh tanaman Rhoeo discolor.
Familia Cyperaceae
Familia Cyperaceae merupakan familia yang secara umum berupa terna perenial yang menyukai habitat yang lembab, bahan-bahan seperti umbi dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, batang segitiga, tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak bercabang, daun bangun pita, bertulang sejajar dengan upih yang tertutup, biasanya tersusun sebagai roset akar, bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah satu, jarang berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung, hiasan bunga tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang mempunyai mahkota bahkan tidak ada, benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak, tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, bakal buah menumpang, biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak. Pada familia Cyperaceae diwakili oleh tanaman Cyperus rotundus (Rumput Teki).
Familia Poaceae
Familia Poaceae atau Gramineae merupakan familia yang berupa terna anual atau perenial, kadang-kadang berupa herba atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi yang bermacam-macam. Daun umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan upih terdapat tangkai, bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal, kecil dan tidak menarik, tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku ini disebut “Palea inferior“ kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut “Palea superior“ terdiri atas 2 daun kelopak yang berlekatan, berhadapan dengan palea inferior, mahkota terdiri atas 2 daun mahkota ( Jarang 3 ), yang telah berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan “Iodicula“ benang sari 1-6 jarang lebih, biasanya 3, tangkai sari halus, kepala sari beruang 2, biasanya membuka dengan celah membuju, bunga demikian ini disebut bunga semu “Floret“ yang terpisah–pisah atau bersama dengan floret lain, tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya disebut “Gluma“ satu floret atau lebih dengan gluma membentuk suatu bulir kecil, buah biasanya seperti buah padi “Caryopsis“, yaitu buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan dengan kulit buah, jarang berupa buah keras, biji dengan endosperm. Untuk familia Poaceae ini diwakili oleh tanaman Oryza sativa (Padi).
Subclassis Zingiberidae
Subkelas Zingiberidae sebagian besar berupa herba. Daun pada umumnya roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali ada braktea yang berwarna. Bunga ada yang biseksual dan ada juga yang uniseksualm ada Hypogin tetapi sebagian besar Epygin. Stamen berjumlah 6 dalam dua lingkaran, tetapi seringkali hanya 5 atau 1 stamen saja yang fungsional sedangkan sisanya steril atau berubah menjadi Stamenodium yang petaloid. Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang beruang. Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia,dan kurang lebih 3800 spesies. Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan ordo Zingiberales. Kedua ordo kurang lebh mempunyai jumlah spsies yang sama akan tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae. Ordo Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu : Strelitziaceae, Heliconiaceae, Musaceae, Lowiaceae, Zingiberacea, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae. Famili Streliziacecae, Marantaceae, Lowiaceae, dan Costaceae.
Family dari subclassis Zingiberidae yang akan kita bahas dalam kegiatan praktikum ini adalah 5 Family (Campbell, 2000: 186) yaitu:
Familia Bromeliaceae
Terna jarang mempunyai batang yang kokoh kuat, kadang-kadang mirip rumput, bunga banci karena adanya reduks, kadang-kadang berkelamin tunggal, aktinimorf atau zigomorf, berbilangan 3 jarang berbilangan 2, mempunyai 2 lingkaran hiasan bunga yang sama, kadang-kadang hiasan bunga dapat dibedakan  dalam kelopak dan mahkota.Benang sari dalam 2 lingkaran, jumlahnya sering berkurang, kadang-kadang hanya terdapat satu benang sari. Bakal buah dengan bakal biji yang atrop atau anatrop, buah dengan biji yang mempunyai endosperm bertepung. Untuk familia Bromeliaceae ini diwakili oleh tanaman Ananas sativus (Nanas).
Familia Musaceae
Terna yang besar, sering dengan batang semu yang terdiri atas upih daun yang balut membalut,dengan daun yang lebar,bangun jorong atau memanjang,ibu tulang tebal,beralur di sisi atasnya,jelas berbeda dari tulang-tulang cabangnya yang menyirip.Bunga banci atau berkelamin tunggal, zigomorft, tersususn dalam sinsiunus yang terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar dan berwarna menarik. Untuk familia Musaceae ini diwakili oleh tanaman Musa paradisiaca (Pisang Ambon).
Familia Heliconiaceae
Heliconiaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Merupakan tumbuhan tahunan, batang semu, tingginya 1-2.5 m. daun tersusun dalam dau baris pada sisi yang berlawanan. Bunga majemuk dalam satu sumbu dengan bunga yang tersusun dalam dua baris pada sisi yang berlawanan (cincinni), sumbunya berwarna kuning atau oranye. Tumbuhan ini biasanya digunkan untuk tanaman hias dan daunnya untuk pembungkus. Untuk familia Heliconiaceae ini diwakili oleh tanaman Heliconia metalica (Pisang Hias).

Familia Zingiberaceae
Tanaman ini merupakan tanaman herba berbatang semu, berdaun lebar dengan pelepah daun yang membungkus batang, namun beberapa spesies diantaranya ada yang mencapai tinggi hingga 8 meter. Semua kelompok dari tanaman ini memiliki batang yang berasal dari rizom yang tumbuh horisontal di bawah tanah yang memiliki akar dan daun. dengan bunga yang beruma satu. Untuk familia Zingiberacea ini diwakili oleh tanaman Zingiber officinale (Jahe).
Familia Cannaceae
Terna besar-besar, perenial, dalam tanah mempunyai rimpang yang tebal seperti umbi. Daun pada batang diatas tanah, besar, lebar, bertulang menyirip dengan ibu tulang yang nyata, tangkai daun pada pangkal melebar menjadi upih. Bunga banci, zigomorf atau lebih sering asimetrik, besar dengan warna cerah dan menarik, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan atau malai. Hiasan bunga terdiri atas kelopak dan mahkota, masing-masing berbilangan 3, daun-daun kelopak bebas tersusun seperti genting, daun-daun mahkota berlekatan pada pangkalnya. Buah dengan kelopak yang tidak gugur dibagian atasnya, berupa buah kendaga yang membuka dengan rusaknya dinding yang kemudian menjadi kasap berbenjol-benjol. Biji banyak, bulat, endosperm keras, dan lembaga kecil. Untuk familia Cannaceae ini diwakili oleh tanaman Canna indica (Bunga Tasbih).

C.  ALAT dan BAHAN
1.      Alat:
a.       Lup
b.      Buku panduan fitografi
2.      Bahan:
a.       Nanas (Ananas sativa)
b.      Rumput Teki (Cyperus rotundus)
c.       Pisang Hias (Heliconia metalica)
d.      Pisang Ambon (Musa paradisiaca)
e.       Padi (Oryza sativa)
f.       Bunga Adam Hawa (Rhoea discolor)
g.      Laos (Zingiber officinale)
h.      Jagung (Zea mays)
i.        Ganyong (Canna edulis)

D.  LANGKAH KERJA
1.      Diambil masing-masing spesies tumbuhan.
2.      Diamati bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3.      Diamati habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4.      Diamati daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi daun, ujung daun dan pangkal daun.
5.      Diamati letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6.      Digambar dan diklasifikasikan masing-masing spesies.





















F.   PEMBAHASAN
Liliopsida merupakan tumbuhan monokotil yang memiliki biji berkeping satu, mencakup 50.000 jenis yang dikelompokkan menjadi 40 famili, kelas Liliopsida yang akan diamati dalam praktikum ini adalah dai Subkelas Commelinidae dan Subkelas Zingiberidae. Yang mana diantanyra terdapat spesies Cyperus rotundus (Rumput teki), Oryza sativa (Padi), Zea may (Jagung), Ananas sativus (Nanas), Musa paradisiaca (Pisang ambon), Helonica metalica (Pisang hias), Zingiber offcinale (Jahe), Rhoea discolor (Adam hawa) dan (Ganyol).
Pengamatan pertama pada adam hawa atau Rhoea discolor, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Commelinidae
Ordo           : Commelinales
Famili         : Commelinaceae
Genus         : Rhoea
Spesies        : Rhoea discolor
Rhoea discolor memiliki beberapakarakteristik yang tidak banyak ditemukan pada tanaman lain, seperti warna pada sisi adaksial dan sisi abaksial daun ( folium)-nya yang berbeda warna, yakni berwarna hijau tua pada sisi adaksial daunnya dan berwarna ungu pada sisi abaksial daunnya.
Rhoea discolor adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Commelinidae family Commelinaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat, batang sesungguhnya tidak langsung nampak, yang terlihat dari kenampakan morfologi batangnya adalah bukan batang sesungguhnya yang merupakan perlekatan helaian daun memeluk batang.  Daunnya majemuk,  letak daun roset batang (equitant), bentuk daunnya lanset (lanceolate), ujungnya runcing (accutus), dengan pangkal daunnya rompang, bagian tepi daun rata (entire) dan memiliki pertulangan sejajar (parallel), jadi berdasarkan kelengkapan daun, tanaman genjer ini termasuk pada daun tidak lengkap, karena hanya terdiri atas helaian daun (lamina) saja, jenis daun yang juga ditemukan pada Rhoeo discolor  adalah Hipsofil (hypsophyllum) atau brachte yakni daun yang terletak pada dasar perbungaan dengan ukuran dan bentuk yang berbeda dengan folium tanaman dan berwarna ungu muda. Sistem perakaran adventif atau yang biasa dikenal dengan sistem akar serabut. (Dasuki, 1992: 20) Bunganya majemuk, dengan karangan bunganya pleochasial, dan simetri bungaya aktinomorf, termasuk dalam bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus), dimana bunga yang lengkap tersusun atas perianthium dan organ generatif, perianthium tersusun atas Calyx berjumlah 3 helaian daun kelopak yang berwarna putih dan sangat tipis berbentuk segitiga kecil dan Corolla berjumlah 3 helaian daun mahkota yang berwarna putih dengan ukuran yang lebih besar dari pada ukuran daun kelopak (Sepala) sedangkan organ generative tersusun tersusun atas  Androecium dan Gynaecium. Benang sari diplostemon dan putiknya sinkarp, distribusi seksnya monoceus. Sifat kimiawi dan efek farmakologis tanaman ini adalah rasa manis, sejuk, anti radang, memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, anti diare dan membersihkan darah. (Tjitrosoepomo, 2009: 122).
       Pengamatan kedua pada rumput teki atau Cyperus rotundus, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Commelinidae
Ordo           : Cyperales
Famili         : Cyperaceae
Genus         : Cyperus
Spesies        : Cyperus rotundus
Cyperus rotundus (Rumput Teki) merupakan Tanaman yang tumbuh liar di tempat terbuka atau sedikit terlindung dari sinar matahari, seperti di tanah kosong, tegalan, lapangan rumput, pinggir jalan, atau di lahan pertanian, dan tumbuh sebagai gulma yang susah diberantas.
Cyperus rotundus (Rumput Teki) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Commelinidae family Cyperaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya pipih, batang semu. Berdaun tunggal berpelepah dengan duduk daunnya roset akar (equitant), bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan sejajar (parallel), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun rata (entire), permukaan daun berjendul, Berakar Rhizome membentuk geragih (stolon), ujung stolon menjadi rumpun baru. (Dasuki, 1992: 20) Bunga majemuk dengan perbungaan simosa dan simetri zygomorf, susunan bulir majemuk rata tunggal, braktea involucrum 2-4 permanen, sepanjang atau lebih panjang dari perbungaan, cabang pertama 3 - 9 terpencar, spikelet runcing, 10 - 40 bunga, eluna bulat telur, tumpul, kemerahan atau coklat gelap, susunan sirip, tepi bening (Hialin), benang sari 1-3, kepala sari coklat muda, putik bakal buah dan tangkai berlanjut, gundul, kepala sari 2-3, distribusi seksnya monoceus. Sifat kimiawi dan efek farmakologis rumput teki adalah rasa pedas, sedikit pahit dan manis, dan berkhasiat untuk mengobati gangguan saluran pencernaan  (Tjitrosoepomo, 2009: 122).
       Pengamatan ketiga pada padi atau Oryza sativa, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdm      : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Commelinidae
Ordo           : Poaceales
Famili         : Poaceae
Genus         : Oryza
Spesies        : Oryza sativa
Oryza sativa (Padi) adalah satu daripada tanaman bijirin dan merupakan makanan ruji bagi ramai penduduk dunia termasuk di Asia, padi sawah atau padi bendang adalah jenis padi yang paling banyak di tanam kerana dapat mengeluarkan hasil yang tinggi. Padi sawah memerlukan penggunaan air dan baja yang banyak serta perlu ditanam dengan cara yang teratur.
Oryza sativa (Padi) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Commelinidae family Poaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya pipih, batang tersusun dalam rangkaian beruas-ruas (internodus), dan diantara ruas satu dengan lainnya dipisahkan oleh buku (nodus), ruas batang didalamnya beronga rongga dan berbentuk bulat (teres) (Tjitrosoepomo, 2009: 76) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset akar (equitant), bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan sejajar (parallel), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun rata (entire), daun terdiri dari helaian daun (lamina) dan pelepah daun (vagina) yang menyelubungi batang, pada berbatasan antara daun dan pelepah daun terdapat lidah daun (ligula), didalam ketiak daun terdapat kuncup yang tumbuh menjadi batang. Berakar Rhizome membentuk geragih (stolon), ujung stolon menjadi rumpun baru. (Dasuki, 1992: 20) Termasuk bunga majemuk dalam karangan bunga malai (panicula), tiap panicula terdiri dari kumpulan bunga yang disebut spica, setiap spica terdiri dari satu atau lebih bunga disebut flosculus, sumbu utama tempat melekatnya spicula disebut rachis, sumbu dari spicula disebut rachilla, bunga bisexualis, flosculus mempunyai 2 sekat kelopak yang besar disebut lemmadan ukuran yang lebih kecil disebut palea, dibawah lemma terdapat gluma  I dan  gluma II, alat kelamin terdiri dari benang sari sebanyak 6 buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, putik mempunyai 2 buah tangkai dengan kepala putik yang berbentuk seperti bulu, letak ovulum seperum dan carpellum 2 buah, distribusi seksnya monoceus, termasuk kedalam buah cariopsis yang sehari hari disebut biji padi atau bulir, gabah sebenarnya bukan biji melainkan buah padi. Dari semua bagian padi dapat memberikan manfaat-manfaat yang berguna bagi kesehatan. (Tjitrosoepomo, 2009: 122).
Pengamatan keempat pada nanas atau Ananas sativus, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Zingiberidae
Ordo           : Bromeliales
Famili         : Brpmeliaceae
Genus         : Ananas
Spesies        : Ananas sativus
Ananas sativus (Nanas) merupakan sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan, dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik.
Ananas sativus (Nanas) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Zingiberidae family Bromeliaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat, batang sebagai tempat melekat akar, daun bunga, tunas dan buah, sehingga secara visual batang tersebut tidak nampak karena disekelilingnya tertutup oleh daun, tangkai bunga atau buah merupakan perpanjangan batang. (Tjitrosoepomo, 2009: 76) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset batang (equitant), bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan sejajar (parallel), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun bergerigi (serrate), daun berkumpul dalam roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah, helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang, Akar nanas dapat dibedakan menjadi akar tanah dan akar samping, dengan sistem perakaran yang terbatas Akar-akar melekat pada pangkal batang dan termasuk berakar serabut (monocotyledonae). (Dasuki, 1992: 20) Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang. Nanas mempunyai rangkaian bunga majemuk pada ujung batangnya. Bunga bersifat hermaprodit dan berjumlah antara 100-200, masing-masing berkedudukan di ketiak daun pelindung. Jumlah bunga membuka setiap hari, berjumlah sekitar 5-10 kuntum. Buah nanas bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap sisik pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung bersama-sama dengan tongkol (spadix). Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generative, cara vegetatif digunakan adalah tunas akar, tunas batang, tunas buah, mahkota buah dan stek batang, cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian, (jarang digunakan). Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sebagai obat penyembuh penyakit sembelit, gangguan saluran kencing, mual-mual, flu, wasir dan kurang darah (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan kelima pada pisang ambon atau Musa paradisiaca, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subekelas   : Zingiberidae
Ordo           : Musales
Famili         : Musaceae
Genus         : Musa
Spesies        : Musa paradisiaca
Musa paradisiaca (Pisang Ambon) merupakan nama umum yang di berikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musacea. Pisang ambon menurut ahli sejarah berasal dari daerah Asia Tenggara termasuk juga Indonesia. Pisang dapat ditanam didataran rendah hangat bersuhu 21-32 derajat celcius dan beriklim lembab.
Musa paradisiaca (Pisang Ambon) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Zingiberidae family Musaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat tegak, pisang berbatang sejati berupa umbi batang yang berada didalam tanah, batang sejatinya bersifat keras dan memiliki titik tumbuh (mata tunas) yang akan menghasilkan daun dan bunga pisang. (Tjitrosoepomo, 2009: 76) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset batang (equitant), bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan menyirip (pinnatus), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun rata (entire), memiliki tangkai panjang berkisar antara 30-40 cm, bersifat agak keras dan kuat serta mengandung banyak air, kedudukan daun agak mendatar dan letaknya lebar daun pisang memiliki lapisan lilin pada permukaan bagian bawahnya. berakar serabut dan tidak memiliki akar tunggang yang tumbuh pada umbi batang, terutama pada bagian bawah. (Dasuki, 1992: 20) Bunga tanaman pisang berbentuk bulat lonjong dengan bagian ujung runcing, pisang yang baru muncul, biasa disebut jantung pisang, terdiri dari tangkai bunga, daun penumpung, daun pelindung bunga dan mahkota bunga, distribusi seksnya monoceus. Pisang merupakan sumber vit C, B, kalsium, protein, dan juga lemak yang cukup. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan keenam pada pisang hias atau Heliconia metalica, yang memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Zingiberidae
Ordo           : Zingiberales
Famili         : Heliconiaceae
Genus         : Heliconia
Spesies        : Heliconia metalica
Heliconia metalica (Pisang Hias) merupakan salah satu suku anggota tumbuhan berbunga, tahunan, batang semu, tingginya 1-2.5 m. daun tersusun dalam dua baris pada sisi yang berlawanan. Bunga majemuk dalam satu sumbu dengan bunga yang tersusun dalam dua baris pada sisi yang berlawanan (cincinni), sumbunya berwarna kuning atau oranye. Tumbuhan ini biasanya digunkan untuk tanaman hias dan daunnya untuk pembungkus.
Heliconia metalica (Pisang Hias) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Zingiberidae family Heliconiaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat pipih, batang semu, terdiri dari pelepah daun, berwarna hijau. (Tjitrosoepomo, 2009: 76) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset batang (equitant), bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan menyirip (pinnatus), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun rata (entire), daging daun adalah seperti kertas karena tipis tetapi cukup tegar, permukaan daunnya adalah licin berselaput lilin, berakar serabut dan berwarna putih. (Dasuki, 1992: 20) Bunga majemuk, bentuk tandan, diketiak daun, tangkai panjang 25-40 cm, bunga duduk dalam tenda bunga, ujung tenda lancip, benang sari dan putik memanjang keluar tabung mahkota, dasar mahkota membantuk tabung kuning, tenda bunga merah, distribusi seksnya monoceus. Heliconia metalica berkhasiat  sebagai obat sakit mencret. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan ketujuh pada laos atau Zingiber officinale, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Zingiberidae
Ordo           : Zingiberales
Famili         : Zingiberaceae
Genus         : Zingiber
Spesies        : Zingiber officinale
Zingiber officinale (Laos) merupakan tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat, rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah, rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Zingiber officinale (Laos) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Zingiberidae family Heliconiaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat pipih, batang semu. (Tjitrosoepomo, 2009: 76) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset batang (equitant), bentuk daunnya lanset memanjang (lanceolate) dengan pertulangan sejajar (parellel), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun rata (entire), tangkai daun berbulu halus. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. (Dasuki, 1992: 20) Bunga laos tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur, gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah, bunga berwarna hijau kekuningan, bibir bunga dan kepala putik ungu, tangkai putik berjumlah dua, distribusi seksnya monoceus. Zingiber officinale merupakan tanaman rimpang yang sangat umum digunakan sebagai rempah-rempah dan bahan obat. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
 Pengamatan kedelapan pada jagung atau Zea mays, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Commelinidae
Ordo           : Poales
Famili         : Poaceae
Genus         : Zea
Spesies        : Zea mays
Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1 m sampai 3 m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6 m.
Batang beruas-ruas dan habitusnya adalah herba dengan batang monopodial. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin. Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. permukaan yang halus sampai berbulu. Batang tidak memiliki tangkai. Daun jagung adalah daun sempurna dengan macam daun tunggal. Letak duduk daunnya tersebar. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter. Warna hijau tua dengan permukaan yang berbulu. Bunga betina jagung berupa "tongkol" yang terbungkus oleh semacam pelepah dengan "rambut". Rambut jagung sebenarnya adalah tangkai putik. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
       Pengamatan terakhir pada tumbuhan ganyong atau Canna edulis, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Zingiberidae
Ordo           : Cannales
Famili         : Cannaceae
Genus         : Canna
Spesies        : Canna edulis
Canna edulis (Ganyong) merupakan tanaman yang tergolong tanaman luar dengan nama latin Canna indica. Tanaman ini biasanya tumbuh di hutan dan pegunungan walau tak jarang dijadikan tanaman hias di pekarangan dan taman kota, karena memiliki bunga yang mempesona. dan teryata dibalik pesona aneka warnanya bunga kana memiliki daya penyembuhan yang luar biasa.
Canna edulis (Ganyong) adalah salah satu contoh spesies dari subclassis Zingiberidae family Heliconiaceae. Spesies ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat pipih, batang semu, permukaan batang rata (laevis), batang berdaging, muncul dari rimpang, mempunyai nodus, internodus, batang berwarna hijau. (Tjitrosoepomo, 2009: 76) Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset batang (equitant), bentuk daunnya lanset (lanceolate) dengan pertulangan sejajar (parellel), ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya tumpul atau rompang (obtuse), bagian tepi daun rata (entire), merupakan daun tidak lengkap terdiri dari lamina dan vagina. Sistem perakarnnya serabut (adix adventicia), dengan akar rimpang (rhizoma). (Dasuki, 1992: 20) Termasuk bunga majemuk dalam karangan bunga berbentuk tandan (rasemosa), dan simetri aktinomorf, bunga muncul pada ujung batang, termasuk bunga bisexualis, kelamin bunga terdiri dari benang sari 4 steril 1 fertil, berbentuk lembaran mahkota bunga disebut stamenidium, putik berbentuk pipih, letak ovarium inferum, yang terdiri dari 3 carpellum, 3 loculus, 3 ovulum, letak ovarium axilaris, terdapat perhiasan bunga berupa corolla 3 petal lepas, calyx 3 sepal lepas., distribusi seksnya monoceus. Bunga tasbih berkhasiat untuk menurunkan hipertensi, serta menurunkan panas. Selain itu tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengatasi keputihan,sakit kuning, batuk darah, radang kulit bernanah, dan lain sebagainya. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).

G.  KESIMPULAN
1.      Commelinidae dan Zingiberidae merupakan subkelas dari kelas Liliopsida.
2.      Subclassis Commelinidae, spesies yang telah diamati pada subkelas ini Rhoea discolor, Cyperus rotundus (Rumput Teki), Zea mays (Jagung) dan Oryza sativa (Padi), sedangkan Subclassis  Zingiberidae, spesies yang telah diamati adalah Ananas sativus (Nanas), Musa paradisiaca (Pisang Ambon), Heliconia metalica (Pisang Hias), Zingiber officinale (Laos), dan Canna edulis (Ganyong).
3.      Cyperus rotundus (Rumput Teki) dari family Cyperaceae: Habitus herba, batang semu, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset akar (equitant), akarnya serabut, Bunga majemuk dengan perbungaan simosa dan simetri zygomorf, susunan bulir majemuk rata tunggal, braktea involucrum 2-4 permanen.
4.      Oryza sativa (Padi) dan Zea mays (Jagung) dari family Poaceae: Habitus herba, batang semu, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset akar (equitant), akarnya serabut, Termasuk bunga majemuk dalam karangan bunga malai (panicula), tiap panicula terdiri dari kumpulan bunga yang disebut spica, setiap spica terdiri dari satu atau lebih bunga disebut flosculus, sumbu utama tempat melekatnya spicula disebut rachis, sumbu dari spicula disebut rachilla, bunga bisexualis, flosculus mempunyai 2 sekat kelopak yang besar disebut lemmadan ukuran yang lebih kecil disebut palea, dibawah lemma terdapat gluma  I dan  gluma II.
5.      Ananas sativus (Nanas) dari family Bromeliaceae: Habitus berupa pohon, batang semu, daun tunggal dengan filotaksis roset batang (equitant), akar serabut, Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya terminal dan bertangkai panjang, buah nanas bukanlah buah sejati, melainkan gabungan buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap sisik pada kulit buahnya) yang dalam perkembangannya tergabung bersama-sama dengan tongkol (spadix).
6.      Musa paradisiaca (Pisang Ambon) dari family  Musacea: Habitus herba, batang sejati, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset batang (equitant), tangkai daun mengandung air, akarnya serabut, bunga tanaman pisang berbentuk bulat lonjong dengan bagian ujung runcing, pisang yang baru muncul biasa disebut jantung pisang.
7.      Rhoea discolor dari family Commelinaceae: Habitus herba, batang semu, daunnya tunggal, warna pada sisi adaksial dan sisi abaksial daun ( folium)-nya yang berbeda warna, yakni berwarna hijau tua pada sisi adaksial daunnya dan berwarna ungu pada sisi abaksial daunnya, akar serabut, termasuk dalam bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completus).
8.      Heliconia metalica (Pisang Hias) dari family  Heliconiacea: Habitus herba, batang semu, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset batang (equitant), akarnya serabut, bunga majemuk, bentuk tandan, diketiak daun, tangkai panjang 25-40 cm, bunga duduk dalam tenda bunga, ujung tenda lancip, benang sari dan putik memanjang keluar tabung mahkota, dasar mahkota membantuk tabung kuning, tenda bunga merah.
9.      Zingiber officinale (Laos) dari family  Zingiberacea: Habitus herba, batang semu, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset batang (equitant), akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat, Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur, gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah, bunga berwarna hijau kekuningan, bibir bunga dan kepala putik ungu, tangkai putik berjumlah dua.
10.  Canna edulis (Ganyong) dari family  Cannacea: Habitus herba, batang semu, jenis daun tunggal dengan duduk daun roset batang (equitant), akarnya serabut, bunga majemuk dalam karangan bunga berbentuk tandan (rasemosa), dan simetri aktinomorf, bunga muncul pada ujung batang.

JAWABAN PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1.      Ciri khusus dari tumbuhan yang termasuk pada subclassis Commelinidae pherantiumnya terdeferensiasi menjadi sepal dan petal, dimana pada beberapa family menjadi tereduksi, dan pada subclassis Zingiberidae mempunyai karaktersitik perianthiumnya berkembang dengan baik, dimana dengan sepal yang biasanya berdiferensiasi menjadi petal.
Rounded Rectangle: Pisang HiasRounded Rectangle: Pisang Ambon2.      Persamaan dari kedua family, yaitu Cyperaceae dan Poaceae adalah pada bentuk daunnya yang garis.
3.      Perbedaan dari spiket dan floret adalah, dimana floret bentuk pada daun yang menggaris sedangkan spiket adalah bagian dari floret atau garis-garis daunnya.
4.      Persamaan family Musaceae dan Heliconiaceae adalah sama-sama mempunyai daun yang berbentuk pelepah.
5.      Kekhasan dari Canna edulis adalah pada bunganya yang mempunyai warna yang menarik.

6.      Zingiber officinale, Pada dasarnya, manfaat laos lebih dari sekadar bahan tambahan dalam resep makanan. Selama bertahun-tahun banyak orang memanfaatkan jahe untuk proses penyembuhan secara alami. Laos dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit, seperti mual dan masalah pencernaan. Sebagai rempah-rempah alami, laos telah ada sejak 2.500 tahun lalu dan berasal dari Asia Tenggara, manfaat jahe lainnya adalah dapat menurunkan kolesterol, mengobati mabuk perjalanan, perut kembung, membuat diare berhenti, dan tentu saja menyegarkan bau mulut. Ramuan akar laos juga mampu meningkatkan aliran empedu dan meningkatkan sistem kardiovaskular.


DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. 2000. Biologi Edisi kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Dasuki, Undang Ahmad. 1992. Fitografi. Bandung : Pusat Ilmu Hayati ITB
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.









Rounded Rectangle: Pisang Ambon
Rounded Rectangle: Laos
Rounded Rectangle: Rhoea discolor







Rounded Rectangle: Jagung




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioteknologi “Peran Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam”

MAKALAH BIOTEKNOLOGI  “ Peran   Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam ”                  Mata Kuliah          : Bioteknologi           Dosen Pengampu      : Ina Rosdiana Lesmanawati, M.Si    Disusun Oleh : AENUL FAHMI KHALIK (14121610738) BIOLOGI C/ VI TADRIS IPA-BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2015 PEMBAHASAN A.     Bioteknologi dan Bioremediasi Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformas...

MAKALAH TEORI ATOM

MAKALAH TEORI ATOM Di Ajukan guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : ‘’KIMIA DASAR 1” Dosen Pengampu: Kartimi M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Aenul Fahmi Khalik NIM     : 14121610738 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012-2013 BAB I PENDAHULUAN I.          Latar Belakang           Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom john dalton, teori atom j.j thomson, teori atom rutherford, teori atom bohr teori atom modern (mekanika gelombang). Semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskr...

LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)   Praktikan: AENUL FAHMI KHALIK NIM 14121610738 BIOLOGI C/ IV Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin          2. Rini Sulastri PUSAT LABORATORIUM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2014 MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE) A.   TUJUAN 1.       Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Alismatidae dan Arecidae. 2.       Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Alismatidae dan Arecidae. B.    DASAR TEORI Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhia...