Langsung ke konten utama

MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)



LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
MAGNOLIOPHYTA
(SUBCLASSIS ROSIDAE)



 







Praktikan:
AENUL FAHMI KHALIK
NIM 14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
         2. Rini Sulastri


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014


MAGNOLIOPHYTA
(MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)

A.  TUJUAN
1.      Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Rosidae.
2.      Menemukan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada famili-famili yang ada dalam Subclassis Rosidae.

B.   DASAR TEORI
Subkelas Rosidae terdiri atas 18 ordo, 114 familia dan anggotanya sekitar 58.000 spesies. Subkelas ini termasuk subkelas terbesar dari angiospermae dalam hal jumlah familia dan jumlah spesiesnya. Ke 18 ordo tersebut adalah Rosales, Fabales, Proteales, Podostemales, Haloragales, Myrtales, Rhizophotales, Cornales, Santanales, Rafflesiales, Cetastrales, Euphorniales, Rhamnales, Linales, Polygalales, Sapindales, Geraniales., dan Apiales. Dari ke 18 ordo ini yang termasuk ordo yang mempunyai anggota yang besar ada 5 ordo yaitu Fabales (14.000 spesies), Myrtales (9.000 spesies), Euphorbiales (7.600 spesies), Rosales (6.000 spesies), dan Sapindales (5.400 spesies).
Diantaranya famili pada subkelas Rosidae sebagai berikut:
Familia Euphorbiaceae
Tumbuhan berupa herba, semak, pohon, seringkali bergetah. Daun umumnya tunggal, letaknya berseling. Bunga biasanya kecil, bersimetri banyak, uniseksual, seringkali monoecius, yang tersusun sebagai bunga majemuk. Periantium kelipatan 5 dalam satu atau dua seri, atau dapat juga mereduksi. Stamen satu sampai banyak. Ovarium berlokuli 3, ovula satu atau dua dalam tiap lokulus, dengan posisi menggantung (pendulus) dan menunduk (anatropus), milkropil biasanya tertutup oleh karunkula, stilus berjumlah 3 masing-masing terdiri dari dua lobi. Buah bervariasi ummumnya menjadi desihen atau sizokarp (terdiri dari 3 loksi) dengan 3 atau 6 biji yang memiliki endosperma. Contoh : Acalypha wilkensiana, Euphorbia pulcherima, Saurupus androgymus, Ricinus communis.


Familia Rosaceae
Tumbuhan berupa semak jarang berupa herba. Daun tunggal, majemuk, berseling dan stipula. Bunga seringkali biseksual, bersimetri banyak dan periginius. Kalliks berbentuk tabung berlobi 5, petal 5 buah dan petal tampak menonjol dan berukuran besar. Benang sari banyak melengkung ke dalam pada waktu kuncup. Ovarium berkarpel satu atau banyak, ovula bebas, konatus atau adnatus pada dasar bunga, ovula umumnya dua pada tiap ovarium, satu stilus atau lebih. Buah berupa drupa, pome, atau aksene. Biji dengan eendosperma sedikit atu tanpa endosperma. Contohnya : Rosa hybrida, Pyrus molus, Rosa rosaefolius.
Familia Rutaceae
Berupa pohon atau semak, pada daunnya bersisik dan transparan yang berisi minyak.. bunga dan daun beraroma keras. Daun berhadapan atau berseling, seringkali majemuk. Bunga biasabya biseksual, bersimetri banyak,. Sepal dan tepal masing masing berjumlah 4 buah dan 5 buah, bebas dan konatus, dengan dua sampai banyak ovula, stilus bebes atau konatus. Buah berupa beri kapsul atau Sizokarp. Biji dapat mengandung endosperma. Contoh : Citrus grandis, Citrus aurantifolia, Murraya paniculata (Sudarso: 2005).


C.  ALAT dan BAHAN
1.      Alat:
a.       Lup
b.      Panduan Fitografi
2.      Bahan:
a.       Jambu air (Eugenia aquea)
b.      Belimbing (Averrboa carambola)
c.       Mangga (Mangifera indica)
d.      Delima (Punica granatum)
e.       Flamboyan (Delonix regia)
f.       Mawar (Rosa hybrida)
g.      Jarak (Ricinus communis)
h.      Dadap (Erythirina vunegata)


D.  LANGKAH KERJA
1.      Diambil masing-masing spesies tumbuhan.
2.      Diamati bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3.      Diamati habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4.      Diamati daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi daun, ujung daun dan pangkal daun.
5.      Diamati letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6.      Digambar dan diklasifikasikan masing-masing spesies.




















F.   PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dengan mengamati karakteristik serta fitografi dari tanaman Magnoliophyta pada Subkelas Rosidae dengan tujuan dapat menemukan ciri-ciri khusus pada masing spesies pada subkelas Rosidae.
Pengamatan pertama dilakukan pada Eugenia aquae adalah suku jambu-jambuan atau myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Umumnya bagian-bagian tumbuhan jambu air berukuran lebih kecil dan kurang berbau aromatis apabila dibandingkan dengan jambu semarang. Perhatikan uraian bagian-bagian yang ditulis miring, terutama bunga dan buahnya.
Tanaman jambu air ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantarum
Divisio        : Spermatophyta
Classis        : Myrtales
Familia        : Myrtaceae
Genus         : Dycotyledoneae
Ordo           : Eugenia
Species       : Eugenia aquea
       Batang pada jambu biji termasuk batang berkayu(lignosus), keras, kuat dan Kasar, berwarna coklat muda berbercak coklat. Lepasnya kerak tipis berwarna coklat saat kulit batng mati. Arah tumbuh batang tegak lurus (erektus) Jambu air umumnya berupa perdu, dengan tinggi 3-10 m. Sering dengan batang bengkak-bengkok dan bercabang mulai dari pangkal pohon, kadang-kadang gemangnya mencapai 50 cm. Daunnya termasuk daunTunggal, tersebar, bentuk dasar daun lonjong, tepinnya rata, ujung tumpul, pangkal membulat dan kadang pangkal daun memeluk batang, panjang antara 15-20 cm, lebar antara 5-7 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Termasuk daun tak lengkap, hanya terdiri atas tangkai daun (petiolus)dan helaian daun saja (lamina). Daun tunggal terletak berhadapan, bertangkai 0,5-1,5 cm. Helaian daun berbentuk jantung jorong sampai bundar telur terbalik lonjong, 7-25 x 2,5-16 cm, tidak atau sedikit berbau aromatis apabila diremas. Daging daun seperti perkamen (perkamenteus), tipis tetapi cukup kaku. Permukaan daun gundul (glaber). Bunganya Majemuk, bentuk karang, di ketiak daun, kelopak bentuk corong ujung bertoreh, berwarna hijau kekuningan, benang sari panjang ± 3,5 cm, benang sari banyak(terdapat lebih dari 20 benang sari), warna putih, putik ± 5 cm, hijau pucat, mahkota bentuk kuku, licin putih kekuningan. Termasuk bunga lengkap. Bakal buah menumpang (superus) duduk di atas dasar bunga . Karangan bunga muncul di ketiak daun yang telah gugur (aksial), berisi 3-7 kuntum. Bunga kuning keputihan, dengan tabung kelopak lk. 1 cm panjangnya; daun mahkota bundar sampai menyegitiga, 5-7 mm; benang sari antara 0,75-2 cm dan tangkai putik yang mencapai 17 mm.
       Pengamatan kedua pada tanaman belimbing (Averrboa carambola) Tumbuhan belimbing berasal dari kawasan Melayu dan Maluku tetapi telah dibudidayakan di Asia Tenggara dan Malaysia selama berabad-abad termasuk Indonesia. Belimbing banyak terdapat di daerah beriklim tropis dan sub-tropis. Belimbing dapat tumbuh pada daerah dengan suhu sekitar 23 – 28 oC. Belimbing merupakan tumbuhan daerah tropis dengan curah hujan sekitar 1600 mm/tahun. Dapat ditemukan pada ketinggian 200 mm dpl. Toleran terhadap pH 3,2 – 4,6. Kelembapan di sekelilingnya tidak terlalu berpengaruh.
       Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Class           : Dicotyledoneae
Ordo           : Geraniales
Family        : Oxalidaceae
Genus         : Averrhoa
Spesies        : Averrhoa carambola
Belimbing manis merupakan tumbuhan yang berupa pohon, daun berlekuk, berbagi, atau majemuk, duduk daunnya tersebar atau berhadapan, dengan sepasang daun penumpu. Bunga banci kebanyakan berbentuk dan berwarna menarik. Kelopak tidak gugur, terdiri atas 4-5 daun kelopak, tersusun seperti genting jarang seperti katup, sisi punggungnya seringkali bertaji. Daun mahkota 5, jarang hanya 4, adakalanya tanpa mahkota, benang sari 2-3x jumlah daun kelopak. Buahnya berlekuk, tiap lekukan berisi satu biji,biji bergantung pada tangkai biji. Di manfaatkan untuk obat dan makanan.
       Pengamatan ketiga pada tanaman mangga (Mangifera indica). Mangga ini banyak ditemukan di Jawa Barat bagian Utara, yaitu di Kabupaten Indramayu. Buah mangga ini cukup populer di kalangan penggemar buah mangga. Rasanya yang manis seperti mangga arumanis merupakan salah satu keistimewaannya. Bentuk buahnya, yaitu bulat panjang, berlekuk, dan berparuh jelas. Kulit buahnya berwarna hijau – meskipun_ buah sudah tua – dengan bintik-bintik kelenjar berwarna keputihan. Daging buah tebal dan berwarna kuning kemerahan. Rasanya manis segar dan aromanya harum. Ukuran buahnya termasuk agak besar, berat rata-rata 400-450 g.
       Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Sapindales
Famili              : Anacardiaceae
Genus              : Mangifera
Spesies            : Mangifera indica
      Batang pada tumbuhan mangga ini habitusnya pohon, batangnya simpodial dan batang tumbuhannya berbentuk bulat. Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya seperti dalam lingkaran (roset). BUNGA berumah satu (monoecious), bunga mangga merupakan bunga majemuk yang berkarang dalam malai bercabang banyak di ujung ranting. Karangan bunga biasanya berbulu, tetapi sebagian ada juga yang gundul, kuning kehijauan, sampai 40 cm panjangnya. Bunga majemuk ini terdiri dari sumbu utama yang mempunyai banyak cabang utama. Setiap cabang utama ini mempunyai banyak cabang-cabang, yakni cabang kedua. Ada kemungkinan cabang bunga kedua ini mempunyai suatu kelompok yang terdiri dari 3 bunga atau mempunyai cabang tiga. Setiap kelompok tiga bunga terdiri dari tiga kuntum bunga dan setiap kuntum bertangkai pendek dengan daun kecil. Jumlah bunga pada setiap bunga majemuk bisa mencapai 1000-6000. BUAH mangga termasuk kelompok buah batu (drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang sangat berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari bulat (misalnya mangga gedong), bulat telur (gadung, indramayu, arumanis) hingga lonjong memanjang (mangga golek). Panjang buah kira-kira 2,5-30 cm. Pada bagian ujung buah, ada bagian yang runcing yang disebut paruh. Di atas paruh ada bagian yang membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut.
Pengamatan keempat pada tumbuhan Delima (Punica granatum). Tumbuhan delama ini tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5-8 m. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, yup tepatnya daerah Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.
Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Punica granatumKingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Rosidae
Ordo                : Myrtales
Famili              : Punicaceae
Genus              : Punica
Spesies            : Punica granatum
Bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.
Pengamatan kelima pada tumbuhan Flamboyan (Delonix regia). Delonix regia (flamboyan) merupakan salah satu tanaman yang akarnya berupa akar banir, yaitu akar yang berbentuk seperti papan yang diletakkan miring untuk memperkokoh berdirinya batang pohon yang tinggi besar.
Tanaman ini memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom         : Planatae
Divisi               : Magnoliophyta                                                         
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Rosidae
Ordo                : Fabales
Family             : Fabaceae
Genus              : Delonix
Spesies            : Delonix regia
Batang pada tanaman flamboyan ini memiliki habitus pohon karena perawakan tubuhnya yang menjulang tinggi dan besar. Macamnya simpodial dan bentuk atau segi penampang batangnya yaitu bulat. Daun pada tanaman flamboyan memiliki macam yaitu daun majemuk karena memiliki banyak daun dalan satu tangkai. Letak duduk daunnya pun spiral. Bentuk dari daun flamboyan sendiri yaitu pinatus. Daunnya memiliki pertulangan daun majemuk menyirip. Tepian daun rata, ujung daun berbentuk tumpul serta pangkal daunnya berbentuk tumpul juga. Pada pengamatan bunganya memiliki macam bunga majemuk. Serta pada karangan bunganya memiliki perbungaan simosa. Dari simetri bunganya yaitu zigomorf. Mahkota pada bunganya terdapat 5 petal berwarna orange, serta kelopak ada 2 bagian, bagian luar berwarna hijau dan bagian dalam berwarna merah. Alat reproduksinya yakni benang sari dengan 10 stamen yang mengelilingi putik. Putiknya terdapat 1 pistilum. Distribusi seks pada flamboyan yaitu monoseus.
Pada pengamatan keenam pada tumbuhan Mawar (Rosa hybrid). Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2-5 m. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.
Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas              : Magnoliopsida
Subkelas          : Rosidae
Ordo                : Rosales
Famili             : Rosaceae
Genus             : Rosa
Spesies            : Rosa hybrid
Mawar memiliki batang berkayu. Batang berkayu memiliki kambium yang nantinya akan membentuk kayu dan kulit. Akibat pertumbuhan kambium batang akan bertambah besar. Pada batang yang dekat ke tanah terdapat duri. Mawar memiliki daun berbentuk lonjong dengan pertulangan daun menyirip. Tepi daunnya beringgit dan ujungnya meruncing. Panjang daunnya antara 5-15 cm. Sebagain besar spesies mawar merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun. Bunga mawar terdiri dari 5 helai daun mahkota. Pada Rosa sericea hanya memiliki 4 helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan merah pada beberapa spesies.
Pengamatan ketujuh pada tumbuhan Jarak (Ricinus communis). Tanaman jarak ini banyak sekali tumbuh di daerah beriklim tropis terutaman di Indonesia ini. Di daerah Cirebon dan Indramayu pun sangat banyak yang membudidayakan tanaman jarak ini mengingat tanaman jarak ini banyak sekali manfaatnya, yang antara lain manfaat jarak adalah dari buahnya yang dapat diolah menjadi energi alternatif BioGas.
Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnolipsida
Subkelas          : Rosidae
Ordo                : Euphorbiales
Famili              : Euphorbiaceae
Genus              : Ricinus
Spesies            : Ricinus communis
            Tanaman jarak ini memiliki batang dengan habitus perdu dengan monopodial. Bantuk batang bulat (silindris). Tanaman ini juga memiliki morfologi daun dengan macam daun tunggal. Letak daunnya berbantuk spiral. Bentuk daunnya sendiri berbentuk deltoideus atau seperti hati. Pertulangan daun pada daun jarak adalah menjari. Tepian daun pada daun jarak adalah palmatilobus. Bentuk dari ujung daun jarak yaitu berbentuk tumpul, serta bentul pangkal daunnya berbentuk seperti jantung. Untuk pengematan bunga, bunga berwarna kuning kehijauan, berupa bunga majemuk berbentuk malai, berumah satu. Bunga jantan dan bunga betina tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan, muncul diujung batang atau ketiak daun. Buah berupa buah kotak berbentuk bulat telur, diameter 2 – 4 cm, berwarna hijau ketika masih muda dan kuning jika masak. Buah jarak terbagi 3 ruang yang masing – masing ruang diisi 3 biji. Biji berbentuk bulat lonjong, warna coklat kehitaman. Biji inilah yang banyak mengandung minyak dengan rendemen sekitar 30 – 40 %.
            Pengamatan terakhir pada tanaman Dadap (Erythirina vunegata). Dadap merupakan penghuni asli hutan-hutan pantai, mulai dari Afrika Timur, India, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara, hingga Australia. Pohon ini tumbuh baik di daerah lembab dan setengah kering.
            Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divis                : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Rosidae
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae
Genus              : Erythirina
Spesies            : Erythirina vunegata
Tanaman dadap ini berukuran sedang, mencapai tinggi 15-20 m dan gemang 50-60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan. Habitusnya perdu dan simpodial. Batang biasanya dengan duri-duri tempel kecil (1-2 mm) yang berwarna hitam. Tajuknya serupa payung atau membulat renggang, dan menggugurkan daun di musim kemarau Daun majemuk beranak daun tiga, hijau hingga hijau muda, poros daun dengan tangkai panjang 10-40 cm. Anak daun bundar telur terbalik, segitiga, hingga bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, anak daun ujung yang terbesar ukurannya 9-25 × 10-30 cm. Bunga-bunga tersusun dalam tandan berbentuk kerucut, di samping atau di ujung ranting yang gundul, biasanya muncul tatkala daun berguguran, menarik banyak burung berdatangan untuk menyerbukinya. Mahkota berwarna merah jingga hingga merah gelap; benderanya 5,5-8 × 8 cm, kelopak pendek dan berbentuk seperti kuku, tidak bergaris putih. Polong tebal dan berwarna gelap, menyempit di antara biji-biji, 15-20 cm × 1.5-2 cm, berisi 5-10 butir biji berbentuk telur, coklat, merah atau ungu mengkilap,

G.  KESIMPULAN
1.      Pada Subkelas Rosidae terapat spesies Jambu air (Eugenia aquea), belimbing (Averrboa carambola), mangga (Mangifera indica), Delima (Punica granatum), Flamboyan (Delonix regia), Mawar (Rosa hybrid), Jarak (Ricinus communis) dan Dadap (Erythirina vunegata).
2.      Batang pada jambu biji termasuk batang berkayu(lignosus), keras, kuat dan Kasar.
3.      Belimbing manis merupakan tumbuhan yang berupa pohon, daun berlekuk, berbagi, atau majemuk, duduk daunnya tersebar atau berhadapan, dengan sepasang daun penumpu dan memiliki bunga banci.
4.      Batang pada tumbuhan mangga ini habitusnya pohon, batangnya simpodial dan batang tumbuhannya berbentuk bulat. Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu.
5.      Delima bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua.
6.      Batang pada tanaman flamboyan ini memiliki habitus pohon karena perawakan tubuhnya yang menjulang tinggi dan besar. Macamnya simpodial dan bentuk atau segi penampang batangnya yaitu bulat.
7.      Mawar memiliki batang berkayu. Batang berkayu memiliki kambium yang nantinya akan membentuk kayu dan kulit. Akibat pertumbuhan kambium batang akan bertambah besar. Pada batang yang dekat ke tanah terdapat duri.
8.      Tanaman jarak ini memiliki batang dengan habitus perdu dengan monopodial. Bantuk batang bulat (silindris). Dan bisa dimanfaatkan seabagai biodesel atau biogas.
9.      Tanaman dadap ini berukuran sedang, mencapai tinggi 15-20 m dan gemang 50-60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan. Habitusnya perdu dan simpodial.

JAWABAN PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1.      Ciri-ciri khusus subkelas rosidae  adalah dikotiledon dengan polen binukleat atau kadang-kadang trinukleat. Kedudukan ovarium bervariasi, ada yang superum dan ada yang inverum.
2.      Fabaceae: kemampuannya mengikat nitrogen langsung dari udara, karena bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada akar atau batangnya. Mimmosaceae: bunga banci, aktinomorf, mempunyai kelopak berbilang 4-5 berlekatan, mahkota terdiri atas daun-daun mahkota yang sama jumlahnya. Caesalpiniaceae: bunga mempunyai mahkota bentuk kupu-kupu.
3.     
4.      Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai biodesel adalah Jarak (Ricinus communis).
DAFTAR PUSTAKA

Kimbal, John. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 1990. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:
UGM Press

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioteknologi “Peran Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam”

MAKALAH BIOTEKNOLOGI  “ Peran   Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam ”                  Mata Kuliah          : Bioteknologi           Dosen Pengampu      : Ina Rosdiana Lesmanawati, M.Si    Disusun Oleh : AENUL FAHMI KHALIK (14121610738) BIOLOGI C/ VI TADRIS IPA-BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2015 PEMBAHASAN A.     Bioteknologi dan Bioremediasi Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformas...

MAKALAH TEORI ATOM

MAKALAH TEORI ATOM Di Ajukan guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : ‘’KIMIA DASAR 1” Dosen Pengampu: Kartimi M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Aenul Fahmi Khalik NIM     : 14121610738 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012-2013 BAB I PENDAHULUAN I.          Latar Belakang           Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom john dalton, teori atom j.j thomson, teori atom rutherford, teori atom bohr teori atom modern (mekanika gelombang). Semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskr...

LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)   Praktikan: AENUL FAHMI KHALIK NIM 14121610738 BIOLOGI C/ IV Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin          2. Rini Sulastri PUSAT LABORATORIUM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2014 MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE) A.   TUJUAN 1.       Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Alismatidae dan Arecidae. 2.       Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Alismatidae dan Arecidae. B.    DASAR TEORI Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhia...