LAPORAN
PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
MAGNOLIOPHYTA
(SUBCLASSIS
ROSIDAE)
![]() |
Praktikan:
AENUL
FAHMI KHALIK
NIM
14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
2. Rini Sulastri
PUSAT
LABORATORIUM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
2014
MAGNOLIOPHYTA
(MAGNOLIIDAE
dan HEMAMELIDAE)
A. TUJUAN
1. Menemukan
ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliophyta
khususnya Subclassis Rosidae.
2. Menemukan
ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada famili-famili yang ada dalam
Subclassis Rosidae.
B.
DASAR
TEORI
Subkelas
Rosidae terdiri atas 18 ordo, 114 familia dan anggotanya sekitar 58.000
spesies. Subkelas ini termasuk subkelas terbesar dari angiospermae dalam hal
jumlah familia dan jumlah spesiesnya. Ke 18 ordo tersebut adalah Rosales,
Fabales, Proteales, Podostemales, Haloragales, Myrtales, Rhizophotales,
Cornales, Santanales, Rafflesiales, Cetastrales, Euphorniales, Rhamnales,
Linales, Polygalales, Sapindales, Geraniales., dan Apiales. Dari ke 18 ordo ini
yang termasuk ordo yang mempunyai anggota yang besar ada 5 ordo yaitu Fabales
(14.000 spesies), Myrtales (9.000 spesies), Euphorbiales (7.600 spesies),
Rosales (6.000 spesies), dan Sapindales (5.400 spesies).
Diantaranya famili pada subkelas
Rosidae sebagai berikut:
Familia Euphorbiaceae
Tumbuhan
berupa herba, semak, pohon, seringkali bergetah. Daun umumnya tunggal, letaknya
berseling. Bunga biasanya kecil, bersimetri banyak, uniseksual, seringkali
monoecius, yang tersusun sebagai bunga majemuk. Periantium kelipatan 5 dalam
satu atau dua seri, atau dapat juga mereduksi. Stamen satu sampai banyak.
Ovarium berlokuli 3, ovula satu atau dua dalam tiap lokulus, dengan posisi
menggantung (pendulus) dan menunduk (anatropus), milkropil biasanya tertutup
oleh karunkula, stilus berjumlah 3 masing-masing terdiri dari dua lobi. Buah
bervariasi ummumnya menjadi desihen atau sizokarp (terdiri dari 3 loksi) dengan
3 atau 6 biji yang memiliki endosperma. Contoh : Acalypha wilkensiana,
Euphorbia pulcherima, Saurupus androgymus, Ricinus communis.
Familia Rosaceae
Tumbuhan
berupa semak jarang berupa herba. Daun tunggal, majemuk, berseling dan stipula.
Bunga seringkali biseksual, bersimetri banyak dan periginius. Kalliks berbentuk
tabung berlobi 5, petal 5 buah dan petal tampak menonjol dan berukuran besar.
Benang sari banyak melengkung ke dalam pada waktu kuncup. Ovarium berkarpel
satu atau banyak, ovula bebas, konatus atau adnatus pada dasar bunga, ovula
umumnya dua pada tiap ovarium, satu stilus atau lebih. Buah berupa drupa, pome,
atau aksene. Biji dengan eendosperma sedikit atu tanpa endosperma. Contohnya :
Rosa hybrida, Pyrus molus, Rosa rosaefolius.
Familia Rutaceae
Berupa
pohon atau semak, pada daunnya bersisik dan transparan yang berisi minyak..
bunga dan daun beraroma keras. Daun berhadapan atau berseling, seringkali
majemuk. Bunga biasabya biseksual, bersimetri banyak,. Sepal dan tepal masing
masing berjumlah 4 buah dan 5 buah, bebas dan konatus, dengan dua sampai banyak
ovula, stilus bebes atau konatus. Buah berupa beri kapsul atau Sizokarp. Biji
dapat mengandung endosperma. Contoh : Citrus grandis, Citrus aurantifolia,
Murraya paniculata (Sudarso: 2005).
C. ALAT dan BAHAN
1. Alat:
a. Lup
b. Panduan
Fitografi
2. Bahan:
a. Jambu
air (Eugenia aquea)
b. Belimbing
(Averrboa carambola)
c. Mangga
(Mangifera indica)
d. Delima
(Punica granatum)
e. Flamboyan
(Delonix regia)
f. Mawar
(Rosa hybrida)
g. Jarak
(Ricinus communis)
h. Dadap
(Erythirina vunegata)
D. LANGKAH KERJA
1. Diambil
masing-masing spesies tumbuhan.
2. Diamati
bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3. Diamati
habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4. Diamati
daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi
daun, ujung daun dan pangkal daun.
5. Diamati
letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6. Digambar
dan diklasifikasikan masing-masing spesies.
F.
PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan, dengan mengamati karakteristik serta fitografi dari tanaman
Magnoliophyta pada Subkelas Rosidae dengan tujuan dapat menemukan ciri-ciri
khusus pada masing spesies pada subkelas Rosidae.
Pengamatan pertama dilakukan pada Eugenia aquae adalah suku jambu-jambuan
atau myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Umumnya bagian-bagian tumbuhan
jambu air berukuran lebih kecil dan kurang berbau aromatis apabila dibandingkan
dengan jambu semarang. Perhatikan uraian bagian-bagian yang ditulis miring,
terutama bunga dan buahnya.
Tanaman jambu air ini
memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantarum
Divisio :
Spermatophyta
Classis :
Myrtales
Familia :
Myrtaceae
Genus :
Dycotyledoneae
Ordo :
Eugenia
Species : Eugenia aquea
Batang
pada jambu biji termasuk batang berkayu(lignosus), keras, kuat dan Kasar,
berwarna coklat muda berbercak coklat. Lepasnya kerak tipis berwarna coklat
saat kulit batng mati. Arah tumbuh batang tegak lurus (erektus) Jambu air
umumnya berupa perdu, dengan tinggi 3-10 m. Sering dengan batang
bengkak-bengkok dan bercabang mulai dari pangkal pohon, kadang-kadang gemangnya
mencapai 50 cm. Daunnya termasuk daunTunggal, tersebar, bentuk dasar daun
lonjong, tepinnya rata, ujung tumpul, pangkal membulat dan kadang pangkal daun
memeluk batang, panjang antara 15-20 cm, lebar antara 5-7 cm, pertulangan
menyirip, warna hijau. Termasuk daun tak lengkap, hanya terdiri atas tangkai daun
(petiolus)dan helaian daun saja (lamina). Daun tunggal terletak berhadapan,
bertangkai 0,5-1,5 cm. Helaian daun berbentuk jantung jorong sampai bundar
telur terbalik lonjong, 7-25 x 2,5-16 cm, tidak atau sedikit berbau aromatis
apabila diremas. Daging daun seperti perkamen (perkamenteus), tipis tetapi
cukup kaku. Permukaan daun gundul (glaber). Bunganya Majemuk, bentuk karang, di
ketiak daun, kelopak bentuk corong ujung bertoreh, berwarna hijau kekuningan,
benang sari panjang ± 3,5 cm, benang sari banyak(terdapat lebih dari 20 benang
sari), warna putih, putik ± 5 cm, hijau pucat, mahkota bentuk kuku, licin putih
kekuningan. Termasuk bunga lengkap. Bakal buah menumpang (superus) duduk di
atas dasar bunga . Karangan bunga muncul di ketiak daun yang telah gugur
(aksial), berisi 3-7 kuntum. Bunga kuning keputihan, dengan tabung kelopak lk.
1 cm panjangnya; daun mahkota bundar sampai menyegitiga, 5-7 mm; benang sari
antara 0,75-2 cm dan tangkai putik yang mencapai 17 mm.
Pengamatan
kedua pada tanaman belimbing (Averrboa
carambola) Tumbuhan belimbing berasal dari kawasan
Melayu dan Maluku tetapi telah dibudidayakan di Asia Tenggara dan Malaysia
selama berabad-abad termasuk Indonesia. Belimbing banyak terdapat di daerah
beriklim tropis dan sub-tropis. Belimbing dapat tumbuh pada daerah dengan suhu
sekitar 23 – 28 oC. Belimbing merupakan tumbuhan daerah tropis dengan curah
hujan sekitar 1600 mm/tahun. Dapat ditemukan pada ketinggian 200 mm dpl.
Toleran terhadap pH 3,2 – 4,6. Kelembapan di sekelilingnya tidak terlalu
berpengaruh.
Tanaman ini memiliki klasifikasi ilmiah
sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Class : Dicotyledoneae
Ordo : Geraniales
Family : Oxalidaceae
Genus : Averrhoa
Spesies : Averrhoa
carambola
Belimbing manis merupakan tumbuhan
yang berupa pohon, daun berlekuk, berbagi, atau majemuk, duduk daunnya tersebar
atau berhadapan, dengan sepasang daun penumpu. Bunga banci kebanyakan berbentuk
dan berwarna menarik. Kelopak tidak gugur, terdiri atas 4-5 daun kelopak,
tersusun seperti genting jarang seperti katup, sisi punggungnya seringkali
bertaji. Daun mahkota 5, jarang hanya 4, adakalanya tanpa mahkota, benang sari
2-3x jumlah daun kelopak. Buahnya berlekuk, tiap lekukan berisi satu biji,biji
bergantung pada tangkai biji. Di manfaatkan untuk obat dan makanan.
Pengamatan
ketiga pada tanaman mangga (Mangifera
indica). Mangga ini banyak
ditemukan di Jawa Barat bagian Utara, yaitu di Kabupaten Indramayu. Buah mangga
ini cukup populer di kalangan penggemar buah mangga. Rasanya yang manis seperti
mangga arumanis merupakan salah satu keistimewaannya. Bentuk buahnya, yaitu
bulat panjang, berlekuk, dan berparuh jelas. Kulit buahnya berwarna hijau –
meskipun_ buah sudah tua – dengan bintik-bintik kelenjar berwarna keputihan.
Daging buah tebal dan berwarna kuning kemerahan. Rasanya manis segar dan
aromanya harum. Ukuran buahnya termasuk agak besar, berat rata-rata 400-450 g.
Tanaman
ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica
Batang pada tumbuhan mangga ini habitusnya
pohon, batangnya simpodial dan batang tumbuhannya berbentuk bulat. Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang
tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada
sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8,
tetapi makin mendekati ujung, letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya
seperti dalam lingkaran (roset). BUNGA berumah satu (monoecious),
bunga
mangga merupakan bunga majemuk yang berkarang dalam malai bercabang banyak di
ujung ranting. Karangan bunga biasanya berbulu, tetapi sebagian ada juga yang
gundul, kuning kehijauan, sampai 40 cm panjangnya. Bunga majemuk ini terdiri
dari sumbu utama yang mempunyai banyak cabang utama. Setiap cabang utama ini
mempunyai banyak cabang-cabang, yakni cabang kedua. Ada kemungkinan cabang
bunga kedua ini mempunyai suatu kelompok yang terdiri dari 3 bunga atau
mempunyai cabang tiga. Setiap kelompok tiga bunga terdiri dari tiga kuntum
bunga dan setiap kuntum bertangkai pendek dengan daun kecil. Jumlah bunga pada
setiap bunga majemuk bisa mencapai 1000-6000. BUAH mangga termasuk kelompok buah batu
(drupa) yang berdaging, dengan ukuran dan bentuk yang sangat
berubah-ubah bergantung pada macamnya, mulai dari bulat (misalnya mangga
gedong), bulat telur (gadung, indramayu, arumanis) hingga lonjong memanjang
(mangga golek). Panjang buah kira-kira 2,5-30 cm. Pada bagian ujung buah, ada
bagian yang runcing yang disebut paruh. Di atas paruh ada bagian yang
membengkok yang disebut sinus, yang dilanjutkan ke bagian perut.
Pengamatan keempat pada tumbuhan
Delima (Punica granatum). Tumbuhan delama ini tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5-8 m. Tanaman
ini diperkirakan berasal dari Iran,
yup tepatnya daerah Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik
sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini
menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak
dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat,
atau karena buahnya yang dapat dimakan.
Tanaman
ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Famili : Punicaceae
Genus : Punica
Spesies : Punica granatum
Bentuk
pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting
bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika
masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek,
letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal
lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap,
panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau. Bunga tunggal bertangkai
pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya,
terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga
sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm, warna
kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu
kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih
tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi
agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau
putih.
Pengamatan
kelima pada tumbuhan Flamboyan (Delonix
regia). Delonix
regia (flamboyan)
merupakan salah satu tanaman yang akarnya berupa akar banir, yaitu akar yang
berbentuk seperti papan yang diletakkan miring untuk memperkokoh berdirinya
batang pohon yang tinggi besar.
Tanaman
ini memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Planatae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo :
Fabales
Family : Fabaceae
Genus : Delonix
Spesies : Delonix regia
Batang pada tanaman flamboyan ini
memiliki habitus pohon karena perawakan tubuhnya yang menjulang tinggi dan
besar. Macamnya simpodial dan bentuk atau segi penampang batangnya yaitu bulat.
Daun pada tanaman flamboyan memiliki macam yaitu daun majemuk karena memiliki
banyak daun dalan satu tangkai. Letak duduk daunnya pun spiral. Bentuk dari
daun flamboyan sendiri yaitu pinatus. Daunnya memiliki pertulangan daun majemuk
menyirip. Tepian daun rata, ujung daun berbentuk tumpul serta pangkal daunnya
berbentuk tumpul juga. Pada pengamatan bunganya memiliki macam bunga majemuk.
Serta pada karangan bunganya memiliki perbungaan simosa. Dari simetri bunganya
yaitu zigomorf. Mahkota pada bunganya terdapat 5 petal berwarna orange, serta
kelopak ada 2 bagian, bagian luar berwarna hijau dan bagian dalam berwarna
merah. Alat reproduksinya yakni benang sari dengan 10 stamen yang mengelilingi
putik. Putiknya terdapat 1 pistilum. Distribusi seks pada flamboyan yaitu
monoseus.
Pada pengamatan keenam pada tumbuhan
Mawar (Rosa hybrid). Mawar
adalah tanaman semak dari genus Rosa. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman
semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2-5 m.
Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain
bisa mencapai 20 meter.
Tanaman ini memiliki
klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Rosales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Spesies : Rosa hybrid
Mawar
memiliki batang berkayu. Batang berkayu memiliki kambium yang nantinya akan
membentuk kayu dan kulit. Akibat pertumbuhan kambium batang akan bertambah
besar. Pada batang yang dekat ke tanah terdapat duri. Mawar
memiliki daun berbentuk lonjong dengan pertulangan daun menyirip. Tepi daunnya
beringgit dan ujungnya meruncing. Panjang daunnya antara 5-15 cm. Sebagain
besar spesies mawar merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang
ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun. Bunga
mawar terdiri dari 5 helai daun mahkota. Pada Rosa sericea hanya memiliki 4
helai daun mahkota. Warna bunga biasanya putih dan merah jambu atau kuning dan
merah pada beberapa spesies.
Pengamatan
ketujuh pada tumbuhan Jarak (Ricinus
communis). Tanaman jarak ini banyak sekali tumbuh di daerah beriklim tropis
terutaman di Indonesia ini. Di daerah Cirebon dan Indramayu pun sangat banyak
yang membudidayakan tanaman jarak ini mengingat tanaman jarak ini banyak sekali
manfaatnya, yang antara lain manfaat jarak adalah dari buahnya yang dapat
diolah menjadi energi alternatif BioGas.
Tanaman
ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnolipsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis
Tanaman
jarak ini memiliki batang dengan habitus perdu dengan monopodial. Bantuk batang
bulat (silindris). Tanaman ini juga memiliki morfologi daun dengan macam daun
tunggal. Letak daunnya berbantuk spiral. Bentuk daunnya sendiri berbentuk
deltoideus atau seperti hati. Pertulangan daun pada daun jarak adalah menjari.
Tepian daun pada daun jarak adalah palmatilobus. Bentuk dari ujung daun jarak
yaitu berbentuk tumpul, serta bentul pangkal daunnya berbentuk seperti jantung.
Untuk pengematan bunga, bunga berwarna kuning kehijauan, berupa
bunga majemuk berbentuk malai, berumah satu. Bunga jantan dan bunga betina
tersusun dalam rangkaian berbentuk cawan, muncul diujung batang atau ketiak daun.
Buah berupa buah kotak berbentuk bulat telur, diameter 2 – 4 cm, berwarna hijau
ketika masih muda dan kuning jika masak. Buah jarak terbagi 3 ruang yang masing
– masing ruang diisi 3 biji. Biji berbentuk bulat lonjong, warna coklat
kehitaman. Biji inilah yang banyak mengandung minyak dengan rendemen sekitar 30
– 40 %.
Pengamatan
terakhir pada tanaman Dadap (Erythirina
vunegata). Dadap merupakan penghuni asli
hutan-hutan pantai, mulai dari Afrika Timur, India, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara,
hingga Australia.
Pohon ini tumbuh baik di daerah lembab dan setengah kering.
Tanaman ini memiliki klasifikasi
ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divis : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Erythirina
Spesies : Erythirina vunegata
Tanaman
dadap ini berukuran sedang, mencapai tinggi 15-20 m dan gemang 50-60 cm.
Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau,
abu-abu, coklat muda atau keputihan. Habitusnya perdu dan simpodial. Batang
biasanya dengan duri-duri tempel kecil (1-2 mm)
yang berwarna hitam. Tajuknya serupa payung atau membulat renggang, dan
menggugurkan daun di musim kemarau Daun majemuk beranak daun tiga, hijau hingga hijau muda, poros
daun dengan tangkai panjang 10-40 cm. Anak daun bundar telur terbalik,
segitiga, hingga bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul, anak daun ujung yang
terbesar ukurannya 9-25 × 10-30 cm. Bunga-bunga tersusun dalam tandan berbentuk kerucut,
di samping atau di ujung ranting yang gundul, biasanya muncul tatkala daun
berguguran, menarik banyak burung berdatangan untuk menyerbukinya. Mahkota berwarna merah
jingga hingga merah gelap; benderanya 5,5-8 × 8 cm, kelopak pendek dan
berbentuk seperti kuku, tidak bergaris putih. Polong tebal dan berwarna gelap,
menyempit di antara biji-biji, 15-20 cm × 1.5-2 cm, berisi 5-10 butir biji
berbentuk telur, coklat, merah atau ungu mengkilap,
G. KESIMPULAN
1. Pada
Subkelas Rosidae terapat spesies Jambu air (Eugenia
aquea), belimbing (Averrboa
carambola), mangga (Mangifera
indica), Delima (Punica granatum), Flamboyan (Delonix
regia), Mawar (Rosa hybrid), Jarak
(Ricinus communis) dan Dadap
(Erythirina vunegata).
2. Batang
pada jambu biji termasuk batang berkayu(lignosus), keras, kuat dan Kasar.
3. Belimbing
manis merupakan tumbuhan yang berupa pohon, daun berlekuk, berbagi, atau
majemuk, duduk daunnya tersebar atau berhadapan, dengan sepasang daun penumpu
dan memiliki bunga banci.
4. Batang pada tumbuhan mangga ini habitusnya pohon, batangnya simpodial
dan batang tumbuhannya berbentuk bulat. Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu.
5. Delima
bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan
tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah,
berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah
tua.
6. Batang pada
tanaman flamboyan ini memiliki habitus pohon karena perawakan tubuhnya yang
menjulang tinggi dan besar. Macamnya simpodial dan bentuk atau segi penampang
batangnya yaitu bulat.
7. Mawar
memiliki batang berkayu. Batang berkayu memiliki kambium yang nantinya akan
membentuk kayu dan kulit. Akibat pertumbuhan kambium batang akan bertambah
besar. Pada batang yang dekat ke tanah terdapat duri.
8. Tanaman
jarak ini memiliki batang dengan habitus perdu dengan monopodial. Bantuk batang
bulat (silindris). Dan bisa dimanfaatkan seabagai biodesel atau biogas.
9. Tanaman dadap ini berukuran sedang,
mencapai tinggi 15-20 m
dan gemang 50-60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus
bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan. Habitusnya
perdu dan simpodial.
JAWABAN
PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1. Ciri-ciri
khusus subkelas rosidae adalah
dikotiledon dengan polen binukleat atau kadang-kadang trinukleat. Kedudukan
ovarium bervariasi, ada yang superum dan ada yang inverum.
2. Fabaceae:
kemampuannya mengikat nitrogen langsung dari udara, karena bersimbiosis dengan
bakteri tertentu pada akar atau batangnya. Mimmosaceae: bunga banci,
aktinomorf, mempunyai kelopak berbilang 4-5 berlekatan, mahkota terdiri atas
daun-daun mahkota yang sama jumlahnya. Caesalpiniaceae: bunga mempunyai mahkota
bentuk kupu-kupu.
3. –
4. Tanaman
yang dapat dimanfaatkan sebagai biodesel adalah Jarak (Ricinus communis).
DAFTAR
PUSTAKA
Kimbal, John. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 1990. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:
UGM Press

Komentar