Langsung ke konten utama

MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)



LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
MAGNOLIOPHYTA
(MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)



 







Praktikan:
AENUL FAHMI KHALIK
NIM 14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
         2. Rini Sulastri


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014


MAGNOLIOPHYTA
(MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)

A.  TUJUAN
1.      Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliphyta Subclassis Magnoliidae dan Hemameliidae
2.      Memukan ciri-ciri tumbuhan yang termasuk pada family yang ada dalam Subclassis Magnoliidae dan Hemameliidae.

B.   DASAR TEORI
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (Calyx) dan mahkota (Corolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum). putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu. biji terdapat di dalam ovarium. Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005: 20).
Kelas magnoliopsida (dicotilodenae) terdiri atas tumbuhan berkayu dan herba adanya kambium membuat anggota – anggota kelas magnoliiopsida mengalami mengalami pertumbuhan sekunder pada batang dan akarnya. Pembuluh yang teratur dan tersusun melingkar . daun dengan venasi menjala berbentuk penninervis, daun pada umumnya mempunyai tangkai dan helain daun yang melebar. bunga pada umumnya kelipatan 5 atau 4, dan jarang kelipatanya 3. embrio biji mempunyai 2 kotiledon, jarang hanya 1 ,3 dan 4 kotiledon Kelas magnoliopsida terdiri atas 6 sub kelas, yaitu : Magnoliidae, Hamamelidae, Dillinidae, Caryophillidae, Rosidae, Asteriade (Sudarsono, 2005 : 20-22 ).
Subkelas magnoliidae terdiri atas 8 ordo, 39 family dan jumlah anggotanya kurang lebih 12.000 species. Kedelapan ordo tersebut adalah Magnoliales, Laurales, Piperales, Aristolochiales, Illaciales, Nymphales, Ranunculales dan Papaverales. Subkelas magnoliidae memiliki karasteristik yang sangat beragam. misalnya habitusnya mulai dari pohon sampai herba. Perhiasan bunga ada yang berupa perigonium, ada yang bisa dibedakan antara kaliks dan korolla, ada juga yang tidak mempunyai perhiasan bunga, begitu juga pada karasteristika yang lain akan tetapi sub kelas magnoliidae ini mempunyai beberapa karasteristika yang menunjukan keprimitan yang umum polennya termasuk uniaperture, gynoecium apokarpnya dan berstamen banyak dalam rangkaian sentripetal. Mempunyai tipe bunga yang apocarpus, selalu polypetal atau apetal. Secara umum tumbuhan ini mempunyai perianthium yang jelas, biasanya dengan jumlah butiran serbuk sari di tengah, binucleate dan sering uniaperturate atau turunannya, ovul bitegmic, biji dengan embrio yang kecil, tetapi terkadang besar, dan tereduksi atau tanpa endosperm, kotiledon jarang lebih dari dua, tumbuhan sangat sering mengakumulasi bendylisquinoline atau aporphine alkaloid. (Tjitrosoepomo, 2009).
Classis Magnoliopsida terdiri atas enam subclassis terpilih. Adapun yang dibahas dalam praktikum ini hanya 2 dari keenam subclassis tersebut adalah sebagai berikut:
1.       Subclassis Magnoliidae
Subclassis ini terdiri dari 8 ordo, 39 famili, dan 12.000 spesies. Habitus dari subclassis ini sangat beragam, mulai dari pohon yang berkayu sampai herba. Beberapa famili pada subclassis ini adalah Magnoliaceae, Annonaceae, Lauraceae, Piperaceae, dan Nymphaceae
a.       Magnoliaceae.
Famili ini memiliki ciri, habitus berupa pohon dan semak, stipula besar dan kadang-kadang membentuk ochrea, memiliki banyak stamen dan ovarium yang tersusun spiral, perianthium. Contoh spesiesnya adalah Michelia champaca dan Michelia grandiflora.
b.      Annonaceae.
Anggota famili ini memiliki habitus berupa pohon atau perdu. Kaliks dan korolanya berjumlah kelipatan 3 dengan kaliks tersusun dalam 2 lingkaran. Contohnya adalah Annona muricata (sirsak), Cananga odorata. Kegunaan dari beberapa anggota famili ini adalah sebagai buah-buahan.
c.       Lauraceae
Habitus berupa pohon dan perdu aromatik, memiliki bunga majemuk dengan tipe perbungaan panikula, spika, racemes, dan umbela. Contohnya adalah Persea americana (alpukat).
d.      Piperaceae
Anggota famili ini umumnya memiliki daun berbentuk jarum, batang berbuku, dan memiliki bau aromatis. Perbungaan berupa spika dengan ukuran bunga yang kecil. Contohnya adalah Piper bettle (Sirih) yang digunakan sebagai bumbu masak dan Sasaladaan (Peperomia pellucida).
e.       Nymphaceae
Famili ini terdiri atas tumbuhan air yang bergetah, terapung dalam air, dan memiliki daun tunggal. Contoh tumbuhannya adalah Nymphaea nouchali (teratai) yang merupakan tanaman hias.
2.       Subclassis Hammamelidae
Subclassis ini terdiri atas 11 ordo, 24 famili dan 3400 species, namun yang akan dibahas hanya 2 famili dari 2 ordo yang berbeda:
a.      Moraceae
Famili Moraceae termasuk pada ordo Urticales. Famili ini memiliki ciri, stipula besar, bunga bebentuk bongkol, cawan, piala. Selain itu, biasanya tumbuhan ini memiliki getah, contoh spesiesnya adalah Ficus benjamina (beringin), Ficus elastica, Artocarpus altilitis dan Artocarpus heterophyllus. Tumbuhan anggota famili ini biasanya dimanfaatkan sebagai tumbuhan peneduh dan sebagai makanan (Morus alba).
b.      Casuarinaceae
Famili Casuarinaceae merupakan anggota ordo Casuarinales. Ciri-ciri famili ini adalah daun termodifikasi seperti sisik, daunnya tersusun secara berkarang, bunga uniseksual, dan memiliki biji yang bersayap. Contoh tumbuhannya adalah Casuarina equisetifolia (cemara laut).

C.  ALAT dan BAHAN
1.      Alat:
a.       Buku panduan Fitografi
b.      Silet
c.       Lup
2.      Bahan:
a.       Ficus elastica (Karet munding)
b.      Artocarpus heterophyllus (Nangka)
c.       Persea americana (Alpukat)
d.      Piper betle (Sirih)
e.       Nymphea nouchali (Teratai Putih)
f.       Cananga odorata (Kenanga)
g.      Peperomia pellucida (Sasaladahan)

D.  LANGKAH KERJA
1.      Diambil masing-masing spesies tumbuhan.
2.      Diamati bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3.      Diamati habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4.      Diamati daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi daun, ujung daun dan pangkal daun.
5.      Diamati letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6.      Digambar dan diklasifikasikan masing-masing spesies.

E.  HASIL PENGAMATAN


















F.   PEMBAHASAN
Pengamatan pertama Sasaladaan (Peperomia pellucida) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain. Daun jantung dan tangkainya agak panjang. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau gelap (hijau agak kecoklatan) dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut.
Sasaladaan (Peperomia pellucida) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Piperales family Piperaceae. Spesies ini memiliki habitus herba  pola percabangan monopodial, bentuk penampangnya bulat,  jenis daun tunggal, duduk daun berselang seling (alternates), bentuk daun jantung (Cordate), ujung daun runcing (acutus) pertulangan melengkung (curved), tepi daun rata (entire), pangkal daunnya seperti jantung (caurdate), helaian daun (lamina) berbentuk bundar telur (ovate) sampai lonjong, Daging daun tipis. Permukaan atas daun rata berwarna hijau dan licin agak mengkilat. Permukaan atas daun berwarna lebih tua dari permukaan bawah, perbungaan majemuk, jenis kelamin biseksual, calix/corolla tanpa perhiasaan, stamen lepas, pistilum (karpel) bersatu, ovarium superum, simetri bunga zigomorf, perbungaan bulir, kelamin tumbuhan monoceous, pelekatan karpel synkarp, tipe plasenta basalis, dan umur beberapa tahunan, bagian tambahannya sulur. Daun sasaladaan disamping untuk keperluan ramuan obat-obatan juga masih sering digunakan oleh ibu-ibu untuk bahan makanan (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).
Kerajaan     : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Piperales
Famili         : Piperaceae
Genus         : Peperomia
Spesies        : Peperomia pellucida

       Pengamatan kedua Nymphae nauchali (teratai bunga putih ) jenis tumbuhan herba yang hidup di air dengan memiliki bentuk daun yang bervariasi ada yang besar, sedang. bunganya juga memiliki variasi warna yang sangat banyak.
Nymphae nauchali (teratai bunga putih) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Nymphales famili Nymphaceae. Spesies ini memiliki habitus herba  pola percabangan simpodial, bentuk penampangnya bulat,  jenis daun tunggal, duduk daun roset akar, bentuk daun reniformes, ujung daun Rotundatus,  pertulangan menjari (palmae), tepi daun bergelombang (undulatus), pangkal daunnya seperti jantung (cordatus), helaian zigomorf,  perhiasan bunga liliacus, jenis kelamin bisexsual, calix/corolla lepas, bentuk corolla funnelform, berstamen arteri sepal, pistilum (karpel) apocarpus, ovarium inferum, kelamin tumbuhan monoceus, pelekatan karpel apokarp, jenis buah ganda, tipe plasenta parietalis, dan umur tumbuhan kurang dari satu tahun. manfaat bunga teratai sangat baik sekali untuk dijadikan sumber obat maupun makanan. (Kimball. 1987).
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Nymphales
Famili         : Nympaceae
Genus         : Nymphae
Spesies        : Nymphae nauchali
       Pengamatan ketiga pada Alpukat (Persea americana). Tanaman alpukat berakar tunggang atau dikotil serta memiliki batang yang berkayu, bulat warnanya coklat kotor banyak bercabang ranting berambut halus.tanaman alpukat ini berbentuk pohon kecil yang tingginya 5-10 m.
Alpukat (Persea americana) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Ranales family Lauraceae. Spesies ini memiliki habitus pohon  pola percabangan monoodial, bentuk penampangnya bulat,  jenis daun tunggal, duduk daun menyebar, bentuk daun bulat telur (ovate), ujung daun meruncing (acuminatus),  pertulangan menyirip (pinnate), tepi daun bergelombang (undulatus), pangkal daunnya tumpul (obtuse), daging daun tebal, bunga majemuk, perbungaan umbela, simetri bunga aktinomorf, jenis kelamin biseksual, calix/corolla tanpa perhiasaan, stamen lepas, pistilum (karpel) bersatu,  kelamin tumbuhan monoceous, jenis kelamin bisexsual, manfaat alpukat untuk kesehatan yang bisa kita dapatkan dari mengkonsumsi buah alpukat. (Kimball. 1987).
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Ranales
Famili         : Lauraceae
Genus         : Persea
Spesies        : Persea americana
Pengamatan keempat pada Nangka (Arthocarpus heterophyllus) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari India dan menyebar ke daerah tropis termasuk Indonesia. Nangka merupakan nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai jackfruit.
Nangka (Arthocarpus heterophyllus) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Urticales family Moraceae. Spesies ini memiliki habitus pohon pola percabangan monoodial, bentuk penampangnya tegak bulat silindris,  jenis daun majemuk, duduk daun berselang seling (alternates), bentuk daun lanset terbalik (oblanceolatus), ujung daun runcing (acutus),  pertulangan menyirip (pinnate), tepi daun bergelombang (undulatus), pangkal daunnya runcing (acutus), daging daun agak tebal seperti kulit, bunga tunggal, perbungaan bongkol, calix/corolla tanpa perhiasaan, stamen lepas, pistilum (karpel) bersatu, simetri bunga zigomorf,  kelamin tumbuhan monoceous, jenis kelamin bisexsual, manfaat Daun tanaman ini juga di rekomendasikan oleh pengobatan ayurveda sebagai obat antidiabetes karena ekstrak daun nangka memberi efek hipoglikemi. (Kimball. 1987).
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Urticales
Famili         : Moraceae
Genus         : Arthocarpus
Spesies        : Arthocarpus heterophyllus

Pengamatan kelima pada Ficus elastica (Karet Munding), Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20 - 30 m. Akar tunggang. Batang berkayu, silindris, warna coklat tua, permukaan halus, percabangan meyebar tak beraturan hingga membentuk pohon yang rindang, keluar akar-akar menggantung dari batang atau cabang yang sudah besar Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling (alternate), bentuk lonjong(elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan mengkilat (nitidus), pada pohon yang masih muda panjang daun +/- 35 cm, lebar +/- 15 cm, setelah pohon menjadi dewasa rata-rata panjang daun menjadi lebih kecil dengan panjang +/- 10-15 cm dan lebar +/- 5-7 cm, daun muda berwarna merah hati setelah dewasa menjadi hijau tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput bumbung (ocrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda Bunga muncul di ketiak daun, berwarna merah kusam, penyerbukan sangat tergantung pada satu jenis kumbang Buah bulat telur, panjang +/- 1 cm, berwarna kuning kehijauan Perbanyaan Generatif (biji) dan vegetatif (pemisahan).
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Urticales
Famili         : Moraceae
Genus         : Ficus
Spesies        : Ficus elastica

Pengamatan keenam pada Sirih (Piper betle), Tanaman ini atau bahasa latinnya Piper batle tingginya bisa mencapai 15 meter.  Batang sirih berkayu lunak, berbentuk bulat, beruas-ruas, beralur-alur, berwarna hijau keabu-abuan. Daunnya  yang tunggal berbentuk  jantung,  berujung  runcing,  tumbuh  berselang-seling,  bertangkai,  dan mengeluarkan  bau  yang  sedap  bila  diremas.  Panjangnya  sekitar  5 - 8  cm  dan lebar 2 – 5  cm.  Bunganya  majemuk  berbentuk  bulir  dan  terdapat  daun  pelindung  ± 1 mm  berbentuk  bulat  panjang.  Pada  bulir  jantan  panjangnya  sekitar  1,5 - 3  cm  dan terdapat  dua  benang  sari  yang  pendek  sedang  pada  bulir  betina  panjangnya sekitar  1,5 - 6 cm  dimana  terdapat  kepala  putik  tiga  sampai  lima  buah  berwarna putih  dan  hijau  kekuningan.  Buahnya  buah  buni  berbentuk  bulat  berwarna  hijau keabu-abuan.  Akarnya  tunggang,  bulat  dan  berwarna  coklat  kekuningan.
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Piperales
Famili         : Piperaceae
Genus         : Piper
Spesies        : Piper betle

Pengamatan ketujuh pada Kenanga (Cananga odorata), Kenanga adalah salah satu tumbuhan yang berjenis Pohon, biasanya tumbuh sangat cepat sekitar 5 meter per tahun, berbatang besar dengan diamater 0,1 -0,7 m. Usia nya bisa mencapai puluhan tahun.  Batang pohon kenanga lurus, dengan kayu keras dan cocok untuk bahan peredam suara (akustik). Memerlukan sinar matahari penuh atau sebagian, dan lebih menyukai tanah yang memiliki kandungan asam di dalam habitat aslinya di dalam hutan tadah hujan. Daunnya panjang, halus dan berkilau. Bunganya hijau kekuningan (ada juga yang bersemu dadu, tetapi jarang), menggelung seperti bentuk bintang laut, dan mengandung minyak biang, cananga oil yang wangi. Tanaman yang merupakan famili annonaceae ini diduga berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kenanga lazim ditanam di Polinesia, Melanisia, dan Mikronesia.
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Magnoliopsida
Ordo           : Magnoliales
Famili         : Annonaceae
Genus         : Cananga
Spesies        : Cananga odorata


G.  KESIMPULAN
1.      Terdapat dua Subkelas dari Divisi Magnoliophyta yaitu, Magnolidae dan Hemamelidae.
2.      Pada Divisi Magnoliophyta terdapat spesiess, Ficus elastica (Karet munding), Artocarpus heterophyllus (Nangka), Persea americana (Alpukat), Piper betle (Sirih), Nymphea nouchali (Teratai Putih), Cananga odorata (Kenanga) dan Peperomia pellucida (Sasaladahan).
3.      Pada Ficus elastica mempunyai ciri khusus yaitu daunnya memiliki selaput bumbung.
4.      Pada Piper betle mempunyai ciri khusus yaitu habitusnya liana atau merambat.
5.      Pada Artocarpus heterophyllus mempunyai ciri khusus yaitu bunganya berbentuk bongkol.
6.      Pada Persea americana mempunyai ciri khusus yaitu bunganya menyerupai buah dan bersifat monoseus.
7.      Pada Cananga odorata mempunyai ciri khusus yaitu bunganya memiliki aroma wangi.
8.      Pada Nymphaea nouchali mempunyai daun yang unik yaitu pada daunyya rotuundus membentuk seperti jantung dan menampung air.
DAFTAR PUSTAKA

Kimbal, John. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:
UGM Press

JAWABAN PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1.      Ciri-ciri khusus tumbuhan Magnoliophyta adalah tumbuhan yang berkembang biak secara generatif berupa bunga.
2.      Ciri-ciri khusus bunga Magniliaceae:
a.       Bunga banci atau kelamin tunggal, aktinomorf, hiasan bunga dapat dibedakan antara kelopak dengan mahkotanya, tetapi tidak jarang terdapat tenda bunga dalam jumlah besar yang tersusun secara spiral tanpa perbedaan yang jelas antara kelopak dan mahkotanya.
b.      Benang sari banyak, tersusun spiral.
3.      Ciri-ciri secara morfologis, menyebabkan tumbuhan dimasukkan ke dalam Family Piperaceae antara lain, habitusnya semak atau perdu, daunnya tunggal, tepi daun rata, bertulang daun menyirip.
4.      Nymphaea sp. Dimasukkan ke dalam Magnoliophyta karena tumbuhan ini memiliki bunga dan fertilisasi berupa bunga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioteknologi “Peran Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam”

MAKALAH BIOTEKNOLOGI  “ Peran   Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam ”                  Mata Kuliah          : Bioteknologi           Dosen Pengampu      : Ina Rosdiana Lesmanawati, M.Si    Disusun Oleh : AENUL FAHMI KHALIK (14121610738) BIOLOGI C/ VI TADRIS IPA-BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2015 PEMBAHASAN A.     Bioteknologi dan Bioremediasi Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformas...

MAKALAH TEORI ATOM

MAKALAH TEORI ATOM Di Ajukan guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : ‘’KIMIA DASAR 1” Dosen Pengampu: Kartimi M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Aenul Fahmi Khalik NIM     : 14121610738 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012-2013 BAB I PENDAHULUAN I.          Latar Belakang           Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom john dalton, teori atom j.j thomson, teori atom rutherford, teori atom bohr teori atom modern (mekanika gelombang). Semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskr...

LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)   Praktikan: AENUL FAHMI KHALIK NIM 14121610738 BIOLOGI C/ IV Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin          2. Rini Sulastri PUSAT LABORATORIUM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2014 MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE) A.   TUJUAN 1.       Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Alismatidae dan Arecidae. 2.       Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Alismatidae dan Arecidae. B.    DASAR TEORI Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhia...