Langsung ke konten utama

MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)



LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
MAGNOLIOPHYTA
(SUBCLASSIS ASTERIDAE)



 







Praktikan:
AENUL FAHMI KHALIK
NIM 14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
         2. Rini Sulastri


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014


MAGNOLIOPHYTA
(MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE)

A.  TUJUAN
1.      Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Asteridae.
2.      Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Asteridae.

B.   DASAR TEORI
Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (Calyx) dan mahkota (Corolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum). putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu. biji terdapat di dalam ovarium. Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia, dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005: 20).
Kelas magnoliopsida (dicotilodenae) terdiri atas tumbuhan berkayu dan herba adanya kambium membuat anggota – anggota kelas magnoliiopsida mengalami mengalami pertumbuhan sekunder pada batang dan akarnya. Pembuluh yang teratur dan tersusun melingkar . daun dengan venasi menjala berbentuk penninervis, daun pada umumnya mempunyai tangkai dan helain daun yang melebar . bunga pada umumnya kelipatan 5 atau 4, dan jarang kelipatanya 3. embrio biji mempunyai 2 kotiledon, jarang hanya 1 ,3 dan 4 kotiledon Kelas magnoliopsida terdiri atas 6 sub kelas, yaitu : Magnoliidae, Hamamelidae, Caryophillidae, Rosidae , Asteriade (Sudarsono, 2005 : 20-22).
Classis Magnoliopsida terdiri atas enam subclassis terpilih. Adapun yang dibahas dalam praktikum ini hanya 1 dari keenam subclassis tersebut adalah sebagai berikut: (Campbell, 2000: 176)
Subclassis Asteridae
Sub kelas Asteriidae terdiri atas 11 Ordo, 49 Famili, dan hampir dari 60.000 spesies. Merupakan subkelas yang paling maju dalam divisi Magnoliophyta. Ordo yang terpilih untuk dibahas antaralain, Gentianales, Solanales, Lamiales, Scrophulariales, Rubiales, Astrerales. Pendistribusiannya sangat luas, terdapat pada daerah tropis dan subtropis.
Subkelas Asteriidae merupakan subkelas yang anggap paling maju diantara subkelas pada kelas Magnoliophyta hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa kriteria yang maju dimiliki oleh subkelas ini antara lain, secara umum berhabitus pohon, semak dan herba dengan pola percabangan simpodial, daun tunggal ataupun majemuk, bunga hipogin, perigin sampai epigin, salah satu ciri khas yang dimiliki oleh subkelas ini yaitu Corolla simpetal, beberapa stamen epipetal sering ada cakram nektar, pollen berinti 2 atau 3, Triaperture, ginesium apokarpi atau sinkarpi, ovarium superum atau inferum, plasenta bervariasi (Mostly aksilar), ovulum unitegmik, substansi senyawa iridoid dan atau alkaloid. (Asep, 2013: 15).
Yang akan kita bahas dalam kegiatan praktikum ini adalah 8 Family (Campbell, 2000: 178) yaitu :
Familia Asteraceae
Daun tunggal, tanpa stipula, letaknya tersebar atau berhadapan, bunga majemuk (kapitulum) dikelilingi braktea involukrum, memiliki 3 bentuk bunga yaitu bunga pita, bunga tabung, dan bunga bibir. Contoh tumbuhannya adalah Ageratum conyzoides (Babadotan).
Familia Rubiaceae
Daun tunggal berhadapan dan memiliki stipula interpetiolar, bunga tunggal, aktinomorph, biseksual. Contoh tumbuhannya adalah Ixora javanica (Soka).
Familia Solanaceae
Bunga tunggal atau majemuk, pentamer, sepal bersatu dan persisten, petal bersatu berbentuk seperti corong. Contohnya adalah Solanum nigrum (Leunca).
Familia Convolvulaceae
Habitus bervariasi, batang berongga, bunga tunggal atau majemuk, bentuknya actinomorph, petal bersatu berbentuk lonceng. Contohnya Ipomoea aquatica (kangkung).

Familia Verbenaceae
Habitus berupa herba atau perdu, bunga majemuk, aktinomorph, daun tunggal tanpa stipula dan letaknya berhadapan. Contoh spesiesnya adalah Duranta erecta (Anak Nakal).
Familia Apocynaceae
Bunga tunggal atau majemuk, petal terdiri atas tubus, limbus, faux. Kuncup bunga biasanya terpilin (kontortus), buah tunggal atau ganda. Contohnya Plumeria acuminate (Kamboja) Duranta erecta (Anak Nakal) Ipomoea aquatica (kangkung) Solanum nigrum (Leunca) Ixora javanica (Soka) Ageratum conyzoides (Babadotan).
C.  ALAT dan BAHAN
1.      Alat:
a.       Lup
b.      Buku Panduan Fitografi
2.      Bahan:
a.       Ageratum conyzoides (Babadotan)
b.      Phumeria acuminati (Kamboja/ Adhenium)
c.       Duranta eracta (Anak Nakal)
d.      Tectona grandis (Pohon Jati)
e.       Ipomoea batatas (Ubi Jalar)
f.       Morinda citrifolia (Mengkudu)
g.      Ixora javanica (Bunga Soka)
h.      Catharanthus roseus (Tapak Dara)
i.        Capsicum annum (Cabai)
j.        Solanum torvum (Tekokak/ Terung)

D.  LANGKAH KERJA
1.      Diambil masing-masing spesies tumbuhan.
2.      Diamati bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3.      Diamati habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4.      Diamati daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi daun, ujung daun dan pangkal daun.
5.      Diamati letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6.      Digambar dan diklasifikasikan masing-masing spesies.




















F.   PEMBAHASAN
Divisi magnoliophyta merupakan devisi yang terbesar dari organisme fotosintetik dikarenakan divisi magnoliophyta memiliki ribuan jenis. devisi magnoliophyta mempunyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi sampai pada tumbuhan air, beberapa jenis divisi magnoliophyta merupakan tanamn pemanjat yang dapat mencapai ketinggian kanopi hutan tropis dan ada juga yang epipit, subkelas magnoliophyta tersebut akan dibahas dalam praktikum ini adalah Subclassis Asteridae.
Pengamatan pertama pada Babadotan atau Ageratum conyzoides. Dengan kalsifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Asterales
Famili              : Asteraceae
Genus              : Ageratum
Spesies            : Ageratum conyzoides
Ageratum conyzoides (Babadotan) adalah sejenis gulma pertanian anggota suku Asteraceae. Terna semusim ini berasal dari Amerika tropis, khususnya Brazil, akan tetapi telah lama masuk dan meliar di wilayah Nusantara, terna ini berbunga sepanjang tahun dan dapat menghasilkan hingga 40.000 biji per individu tumbuhan. Karenanya, gulma ini dirasakan cukup mengganggu di perkebunan.
Ageratum conyzoides (Babadotan) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Asterales family Asteraceae. Spesies ini memiliki habitus semak dengan pola percabangan monopodial serta segi penampang batangnya bulat berdiri tegak dan berbulu, (Tjitrosoepomo, 2009: 76).  Daunnya majemuk,  letak daun roset batang (berselang - seling), bentuk daunnya jantung terbalik (Obcordate), ujungnya runcing (Accutus), dengan pangkal daunnya jantung (Cordate), bagian tepi daun berlekuk dan memiliki pertulangan menyirip, (Tjitrosoepomo, 2009: 7). Termasuk bunga majemuk, dengan perbungaan rasemosa dan simetri zigomorf, Memilki braktea involukrum, Bunga pseudanthium,  Memilki bunga pita, bibir dan tabung,  Bunga-bunga dengan kelamin yang sama berkumpul dalam bongkol rata-atas, yang selanjutnya (3 bongkol atau lebih) terkumpul dalam malai rata terminal. Bongkol 6–8 mm panjangnya, berisi 60–70 individu bunga, di ujung tangkai yang berambut, dengan 2–3 lingkaran daun pembalut yang lonjong seperti sudip yang meruncing. Mahkota dengan tabung sempit, putih atau ungu dengan tipe Gamopertalus, tenda bunganya Calycinus, benang sari Syngenesius, dan putiknya Syncarp. Dengan distribusi seksnya monoceus.  babadotan dikenal luas sebagai obat luka. (Tjitrosoepomo, 2009: 122).
Pengamatan kedua pada tanaman bunga soka atau Ixora javanica. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kerajaan        : Plantae
Divisi                        : Magnoliophyta
Kelas             : Magnoliopsida
Subclass        : Asteridae
Ordo             : Rubiales
Famili            : Rubiaceae
Genus            : Ixora
Spesies          : Ixora javanica
Di Indonesia tanaman Ixora javanica (Soka) merupakan tanaman hias yang cukup populer dikalangan penghobi tanaman hias. Selain unik, bentuk dan jenisnya pun beragam. Ada yang asli berasal dari dalam negeri yaitu soka Jawa (Ixora javanica), ada pula yang berasal dari luar negeri seperti India dan China, dan sekarang telah hadir tanaman soka baru yang disebut soka hibrida.
Ixora javanica (Soka) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Rubiales family Rubiaceae. Spesies ini memiliki habitus perdu dengan pola percabangan simpodial serta segi penampang batangnya bulat berbuku – buku. (Tjitrosoepomo, 2009: 76). Berdaun tunggal dengan duduk daunnya roset batang(menyebar), bentuk daunnya lonjong (Elliptical) dengan pertulangan menyirip (Pinnatus), ujungnya runcing (Accutus), dengan pangkal daunnya runcing (Accutus), bagian tepi daun rata (Entire). (Tjitrosoepomo, 2009: 7). Memiliki bunga majemuk, dengan perbungaan rasemosa dan bersimetri aktinomorf berwarna merah, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari 4, kepala sari melekat pada mahkota, bunga soka yang masih kuncup mirip dengan jarum sehingga akan terkesan seperti gundukan jarum disaat sebelum bunganya mekar, kaliks mereduksi atau berubah bentuk menjadi pappus, korolla berbentuk tabung, berligula atau mempunyai 2 labia, stamen 5, epipetalus, antena menyatu, ginesium berkarpela 2, ovarium inferum, satu lokulus, satu ovarium, stilus simpel, bercabang 2, Dengan distribusi seksnya monoceus. Soka biasanya dimanfaatkan sebagai pembatas pagar ataupun ditanam di sudut – sudut halaman sebagai tanaman hias. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pada pengamatan ketiga pada anak nakal atau Duranta eracta. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom       : Plantae
Divisi                        : Magnoliophyta
 Kelas            : Magnoliopsida
Sub Kelas      : Asteridae
Ordo             : Lamiales
Famili            : Verbenaceae
Genus            : Duranta
Spesies          : Duranta erecta
Duranta erecta (Anak Nakal) merupakan sejenis perdu hias yang biasa ditanam orang sebagai pagar hidup atau komponen taman. Terdapat sejumlah kultivar berupa tanaman pagar atau tanaman pembatas. Kultivar yang memiliki warna daun cerah dikenal sebagai teh-tehan karena menjadi tanaman pangkas seperti di perkebunan teh. Tumbuhan berasal dari Amerika Tengah ini sekarang menyebar di semua tempat tropis, di beberapa tempat bahkan mulai menjadi gulma atau spesies invasif (Australia, Tiongkok, Afrika Selatan, dan beberapa tempat di Oceania).
Duranta erecta (Anak Nakal) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Lamiales family Verbenaceae. Spesies ini memiliki habitus Semak atau perdu tahunan, pola percabangan simpodial, bentuk penampangnya bulat, (Tjitrosoepomo. 2009: 72). Memiliki daun tunggal dengan letak filotaksisnya berhadapan (roset batang), bentuk lonjong. memiliki pertulangan daun menyirip (pinnate). Tepi daunnya bergerigi (Serrate), dengan ujung daun tumpul (Obtuse) dengan pangkal daun runcing (Accutus), (Tjitrosoepomo. 2009: 7). Memiliki bunga majemuk dengan perbungaan rasemosa dan simetri bunga yang Aktinomorf, Bunga berwarna biru sampai ungu dengan rona putih, tersusun dalam satu cabang yang keluar dari ketiak cabang atau ujung cabang, kaliks 2 - 6 sepal bersatu, biseksual, Corolla 4 - 5 simpetal, Stamen 24 adnasi dengan petal, ovarium superum, putik syncarp, stigma bercabang, berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini bermanfaat sebagai obat malaria dan pelancar peredaran darah karena mengandung tannin, savonin dan flavanoid. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan keempat pada kamboja atau Plumeria acuminate. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Gentiniales
Famili             : Apocynaceae
Genus             : Plumeria
Spesies            : Plumeria acuminate
Plumeria acuminate (Kamboja) termasuk kedalam suku Apocynaceae. Apocinaceae merupakan nama suku untuk kamboja-kambojaan yang didalam kulit batang dan dauunya terdapat kelenjar yang menghasilkan getah yang berwarna putih. Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang.
Plumeria acuminate (Kamboja) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Gentiniales family Apocynaceae. Spesies ini memiliki habitus pohon, pola percabangan simpodial, bentuk penampangnya bulat, (Tjitrosoepomo, 2009: 72). Daun merupakan jenis daun majemuk, Kamboja memiliki daun yang tidak lengkap karena daunnya hanya memiliki tangkai daun (Petiolus) dan helaian daun (Lamina) tanpa memiliki upih daun (Vagina), bentuk daun jantung terbalik (Obcordatus), letak daun tersebar, dengan pertulangan menyirip (Pinnatus), tepinya rata (Entire), ujung daun jantung (Cordatus), dengan pangkal daunnya runcing (Accutus). (Tjitrosoepomo, 2009: 7). Bunganya majemuk, bersimetri aktinomorf, dan perbungaannya rasemosa, bunganya berbentuk terompet, muncul pada ujung-ujung tangkai, kuncup bunga contortus (terpilin), calyx berjumlah 5 sepal, biseksual, ovarium superum, filamennya pendek, stamen berjumlah 4–5 epipetal, anthera bentuk panah, polentrinukleat, ada cakram nectar, berbunga sepanjang tahun. Digunakan untuk mengobati sakit kencing nanah, bengkak, bisul. (Tjitrosoepomo. 2009: 122).
Pengamatan kelima pada pohon jati atau Tectona grandis. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Asteridae
Ordo                : Lamiales
Famili              : Lamiaceae
Genus              : Tectona
Spesies            : Tectona grandis
Secara morfologis, tanaman jati memiliki tinggi yang dapat mencapai sekitar 30 – 45 m. Dengan pemangkasan, batang yang bebas cabang dapat mencapai antara 15 – 20 cm. Diameter batang dapat mencapai 220 cm. Kulit kayu kasar, berwarna kecoklatan atau abu-abu yang mudah terkelupas. Percabanganjauh dari batang utama. Pangkal batang berakar papan pendek dan bercabang sekitar empat.
Pohon besar dengan batang yang bulat lurus, tinggi total mencapai 40 m. Batang bebas cabang (clear bole) dapat mencapai 18-20 m. Pohon jati yang dianggap baik adalah pohon yang bergaris lingkar besar, berbatang lurus, dan sedikit cabangnya. Kayu jati terbaik biasanya berasal dari pohon yang berumur lebih daripada 80 tahun. Daun umumnya besar, bulat telur terbalik, berhadapan, dengan tangkai yang sangat pendek. Daun pada anakan pohon berukuran besar, sekitar 60-70 cm × 80-100 cm; sedangkan pada pohon tua menyusut menjadi sekitar 15 × 20 cm. Berbulu halus dan mempunyai rambut kelenjar di permukaan bawahnya. Daun yang muda berwarna kemerahan dan mengeluarkan getah berwarna merah darah apabila diremas. Ranting yang muda berpenampang segi empat, dan berbonggol di buku-bukunya. Bunga majemuk terletak dalam malai besar, 40 cm × 40 cm atau lebih besar, berisi ratusan kuntum bunga tersusun dalam anak payung menggarpu dan terletak di ujung ranting; jauh di puncak tajuk pohon. Taju mahkota 6-7 buah, keputih-putihan, 8 mm. Berumah satu.
Buah berbentuk bulat agak gepeng, 0,5 – 2,5 cm, berambut kasar dengan inti tebal, berbiji 2-4, tetapi umumnya hanya satu yang tumbuh. Buah tersungkup oleh perbesaran kelopak bunga yang melembung menyerupai balon kecil.
Pengamatan keenam pada mengkudu atau Morinda citrifolia. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas                : Magnoliopsida
Subkelas           : Asteridae
Ordo                 : Rubiales
Famili               : Rubiaceae
Genus               : Morinda
Spesies             : Morinda citrifolia
Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m, batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya. Berikut penjelasan bagian-bagian tanaman mengkudu.
Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m, batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu, anak cabangnya bersegi empat. Tajuknya selalu hijau sepanjang tahun. Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm, tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hijau mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A. Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih dan harum.
Pengamatan ketujuh pada cabai atau Capsicum annum. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
SubKelas         : Asteridae
Ordo                : Solanales
Famili              : Solanaceae
Genus              : Capsicum
Spesies            :Capsicum annum
Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) termasuk dalam Kingdom  Plantae,  Divisi Magnoliophyta, Kelas Magnoliopsida, Ordo Solanales , Famili Solanaceae, dan Genus Capsicum (Tabin, 2010). Ditinjau dari hubungan kekerabatannnya, cabai merah termasuk keluarga terung-terungan (Solanaceae).
Tanaman cabai merah termasuk tanaman berbentuk perdu, berdiri tegak dan bertajuk lebar. Tanaman ini juga mempunyai banyak cabang dan setiap cabang akan muncul bunga yang pada akhirnya berkembang menjadi buah. Batang cabai tumbuh tegak berwarna hijau tua dan berkayu. Pada ketinggian batang tertentu akan membentuk percabangan seperti huruf “Y”. Batangnya berbentuk silindris, berukuran diameter kecil dengan tajuk daun lebar dan buah cabai yang lebat. Daun cabai berbentuk lonjong yang berukuran panjang 8-12 cm, lebar 3-5 cm dan di bagian pangkal dan ujung daun meruncing. Pada permukaan daun bagian atas berwarna hijaun tua, sedang dibagian bawah berwarna hijau muda.  Panjang tangkai daunnnya berkisar 2-4 cm yang melekat pada percabangan, sedangkan tulang daunnnya berbentuk menyirip. Bunga cabai termasuk berkelamin dua, karena pada satu bunga terdapat kepala sari dan kepala putik. Bunga cabai tersusun dari tangkai bunga yang berukuran panjang berkisar 1-2 cm, kelopak bunga, mahkota bunga dan alat kelamin yang meliputi kepala sari dan kepala putik. Mahkota bunganya berwarna putih dan akan mengalami rontok bila buah mulai terbentuk. Jumlah mahkota bunga bervariasi antara 5-6 kelopak bunga. Kepala putik berwarna kuning kehijauan dan tangkai kepala putiknya berwarna putih, panjangnya berkisar 0,5 cm. Sedangkan kepala sari yang telah masak berwarna biru sampai ungu. Tangkai sarinya berwarna putih, panjangnya 0,5 cm. Letak bunganya berada pada posisi menggantung, berukuran panjang antara 1-1,5 cm, lebarnya berkisar 0,5 cm dan warna bunga tampak menarik.
Pengamatan kedelapan pada tapak dara atau . Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
SubKelas         : Asteridae
Ordo                : Gentianales
Famili              : Apocynaceae
Genus              : Catharanthus
Spesies            : Catharanthus roseus
Tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tanaman herba/semak yang tegak, hidup lama, tinggi 0,2-0,8 m dan mengandung getah. Batangnya mengandung getah berwarna putih susu, berbentuk bulat dengan diameter berukuran kecil, berkayu, beruas, bercabang, dan berambut sangat lebat. Daun bersusun berhadapan, bertangkai pendek, memanjang bulat telur dengan pangkal serupa baji dan ujung tumpul panjang 2 – 6 cm, lebar 1 – 3 cm, dan tangkai daunnya sangat pendek.
Merupakan tumbuhan perdu dengan ketinggian 1 meter. Batang berbentuk bulat (teres) bagian pangkalny berkayu. Permukaan batang rata (laevis), arah tumbuh batang condong (ascendens), pola percabangan simpodial. Merupakan daun tunggal terdiri atas tankai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). Panjang daun sekitar 2-6 cm dan lebar 1-3 cm , bangun daunnya jorong (ovalis), ujung daun runcing (acutus), pangkal daun meruncing (acuminatus), tepi daun rata (integer), tulang daun menyirp (penninervis), duduk daun berhadapan (folia decusata). Permukaan daun mengkilap dan berambut. ermasuk bung majemuk bisexualis .terdapat perhiasan bunga berupa corolla 5 petal lepas berwarna merah muda tau putih, calyx terdiri dari 5 sepal lepas, dengan simetris bunga  actinomorph. Alat kelamin terdiri dari  stamen terdapat 5 buah dan letak anthera doorsifix. Pistillum berjumlah 1 buah letak ovarium superum memiliki 2 loculus, 2 carpellum, letak ovulum axilaris.
Pengamatan kesembilan pada tekokak/ terung atau Solanum torvum. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Asteridae
Ordo                : Solanales
Famili              : Solanaceae
Genus              : Solanum
Spesies            : Solanum torvum
Takokak merupakan perdu kecil dengan tinggi 1-3 m, batang dan daunnya berwarna hijau dan berduri. Pada batang tedapat bulu-bulu halus yang berwarna abu-abu, sedangkan dibawah daun terdapat bulu berwarna hijau abu-abu. Daunya tunggal, tata letaknya berseling, berbentuk bulat telur melebar, berujung runcing, tepi berlekuk menyirip, memiliki tangan yang berambut rapat dan panjangnya adalah 6-30 cm.
Tanaman ini memiliki batang berwarna hijau. Batang jelas sehingga digolongkan ke dalam tipe batang perdu. Bentuk dan permukaan batang bulat dan berbulu halus dan tidak terspesialisasi. Daun berwarna hijau dan daun tunggal. Termasuk daun tidak lengkap tapi daun bertangkai karena daun hanya terdiri dari tangkai dan helaian daun. Ujung daun meruncing dan pangkal daun bertoreh. Bentuk daun seperti bulat telur. Tepi helaian daun mempengaruhi bentuk karena dalamnya torehan yang kurang dari setengah panjang tulang cabang. termasuk bunga majemuk dan majemuknya adalah majemuk campuran karena pada satu tangkai terdapat lebih dari satu bunga. Sepal bunga berwarna hijau berjumlah lima dan berlekatan. Simetri pada sepal nya adalah radial simetri dan aestivasinya adalah berkatup. Petal berwarna putih berjumlah lima dan berlekatan. Stamen berjumlah sama dengan petal. Buah berwarna hijau dan bulat merupakan buah sejati majemuk.
Pengamatan yang terakhir pada ubi jalar atau Ipomoea batatas. Dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Subkelas          : Asteridae
Ordo                : Convolvulales
Famili              : Convolvulaceae
Genus              : Ipomoea
Spesies            : Ipomoea batatas
Tumbuhan bergetah putih. Umbi akarnya sangat bervariasi bentuk, ukuran, warna kulit (putih, kuning, coklat, merah dan ungu) dan warna didalamnya (putih, kuning, jingga, ungu). Batang menjalar, bercabang-cabang. Daun tunggal tersusun spiral, helaian daun membundar telur, rata, bersudut atau bercuping menjari. Bunga aksiler, tunggal atau perbungaan terbatas, mahkota bunga bentuk corong, putih atau lembayung muda, ungu dibagian dalam tabungnya. Buah kapsul dengan 1-4 biji. Biji hitam.
Tumbuhan ini memiliki batang yang kecil membulat, tanaman ini tergolong habitus tanaman semak karena tanaman ini merambat di tanah dan tanaman ini memiliki batang simpodial. Ubi jalar ini memiliki macam daun tunggal dengan letak daun yang tersebar, pertulangannya yaitu menyirip sedangkan bentuk daunnya seperti jantung. Tepi pada daun ubi jalar ini bergerigi dan memiliki ujung daun yang meruncing serta pangkal daun yang seperti jantung. Perhiasan pada tanaman ini berupa bunga dengan macam bunga tunggal dengan karangan bunga simosa yang simetri bunganya aktinomorf. Mahkota bunga gamopetal sedangkan kelopak bunganya gamosepal dan terdapat tenda bunga berwarna putih. Benang sari pada bunganya trdapat 5 petal berwarna putih, putiknya ada 2 berwarna ungu. Tanaman ini memiliki distribusi seks monoseus.

G.  KESIMPULAN
1.      Asteridae merupakan subkelas dari Magnoliophyta.
2.      Subkelas Asteridae, spesies yang telah diamati antara lain Ageratum conyzides (babadotan), Phumeria acuminati (kamboja/ adhenium), Duranta erecta (anak nakal), Tectona grandis (pohon jati), Ipomoea batatas (ubi jalar), Morinda citrifola (mengkudu), Ixora javanica (bunga soka), Catharanthus roseus (tapak dara), Capsicum annum (cabai) dan Solanum torvum (tekokak/ terung).
3.      Ageratum conyzoides (Babadotan) dari family Asteraceae: Memilki braktea involukrum, Bunga pseudanthium,  Memilki bunga pita, bibir dan tabung.
4.      Ixora javanica (Soka) dari family Rubiaceae: Daun memiliki stipula interpetiolus, mahkota 4-5 berbentuk tabung.
5.      Duranta erecta (Anak Nakal) dari family Verbenaceae: Petal bersatu ada tubus, limbus dan faux, Batang muda segi empat, mahkota 5 simpetal, berbibir 2.
6.      Plumeria acuminate (Kamboja) dari family Apocynaceae: Bunga pada waktu kuncup berputar, Bergetah putih atau bening, Antera terkumpul dibawah faux berbentuk tombak atau panah.
JAWABAN PERTANYAAN BUKU PANDUAN
  1. Tuliskan cirri – cirri khusus tumbuhan yang termasuk kepada subclassis Asteridae?
Karakteristik yang dimiliki oleh tumbuhan subkelas ini antara lain, secara umum berhabitus pohon, semak dan herba dengan pola percabangan simpodial, daun tunggal ataupun majemuk, bunga hipogin, perigin sampai epigin, salah satu ciri khas yang dimiliki oleh subkelas ini yaitu Corolla simpetal, beberapa stamen epipetal sering ada cakram nektar, pollen berinti 2 atau 3, Triaperture, ginesium apokarpi atau sinkarpi, ovarium superum atau inferum, plasenta bervariasi (Mostly aksilar), ovulum unitegmik, substansi senyawa iridoid dan atau alkaloid.
  1. Jelaskan kekhasan tumbuhan yang termasuk kedalam Asteraceae, Solanaceae, dan Convolvulaceae?
Familia Asteraceae: Daun tunggal, tanpa stipula, letaknya tersebar atau berhadapan, bunga majemuk (kapitulum) dikelilingi braktea involukrum, memiliki 3 bentuk bunga yaitu bunga pita, bunga tabung, dan bunga bibir. Contoh tumbuhannya adalah Ageratum conyzoides (Babadotan)
Familia Solanaceae: Bunga tunggal atau majemuk, pentamer, sepal bersatu dan persisten, petal bersatu berbentuk seperti corong. Contohnya adalah Solanum toruum (Tekokan)
Familia Convolvulaceae: Habitus bervariasi, batang berongga, bunga tunggal atau majemuk, bentuknya actinomorph, petal bersatu berbentuk lonceng. Contohnya Ipomoea batatus (ubi jalar).
  1. Jelaskan kekhasan dara Ageratum conyzoideus dilihat dari bunganya?
Termasuk bunga majemuk, dengan perbungaan rasemosa dan simetri zigomorf, Memilki braktea involukrum, Bunga pseudanthium,  Memilki bunga pita, bibir dan tabung,  Bunga-bunga dengan kelamin yang sama berkumpul dalam bongkol rata-atas, yang selanjutnya (3 bongkol atau lebih) terkumpul dalam malai rata terminal. Bongkol 6–8 mm panjangnya, berisi 60–70 individu bunga, di ujung tangkai yang berambut, dengan 2–3 lingkaran daun pembalut yang lonjong seperti sudip yang meruncing. Mahkota dengan tabung sempit, putih atau ungu dengan tipe Gamopertalus, tenda bunganya Calycinus, benang sari Syngenesius, dan putiknya Syncarp. Dengan distribusi seksnya monoceus.
  1. Jelaskan kekhasan dara Mussaenda frondosa dilihat dari bunganya?
Bunga majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari 4, kepala sari melekat pada mahkota, bunga soka yang masih kuncup mirip dengan jarum sehingga akan terkesan seperti gundukan jarum disaat sebelum bunganya mekar, kaliks mereduksi atau berubah bentuk menjadi pappus, korolla berbentuk tabung, berligula atau mempunyai 2 labia, stamen 5, epipetalus, antena menyatu, ginesium berkarpela 2, ovarium inferum, satu lokulus, satu ovarium, stilus simpel, bercabang 2, Dengan distribusi seksnya monoceus.
  1. Tuliskan salah satu family yang anggotanya banyak termasuk kedalam kelompok sayuran?
Family Convolvulaceae.



DAFTAR PUSTAKA

Campbell, Neil A. 2000. Biologi Edisi kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Kimbal, John. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:
UGM Press

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioteknologi “Peran Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam”

MAKALAH BIOTEKNOLOGI  “ Peran   Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam ”                  Mata Kuliah          : Bioteknologi           Dosen Pengampu      : Ina Rosdiana Lesmanawati, M.Si    Disusun Oleh : AENUL FAHMI KHALIK (14121610738) BIOLOGI C/ VI TADRIS IPA-BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2015 PEMBAHASAN A.     Bioteknologi dan Bioremediasi Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformas...

MAKALAH TEORI ATOM

MAKALAH TEORI ATOM Di Ajukan guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : ‘’KIMIA DASAR 1” Dosen Pengampu: Kartimi M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Aenul Fahmi Khalik NIM     : 14121610738 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012-2013 BAB I PENDAHULUAN I.          Latar Belakang           Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom john dalton, teori atom j.j thomson, teori atom rutherford, teori atom bohr teori atom modern (mekanika gelombang). Semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskr...

LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)   Praktikan: AENUL FAHMI KHALIK NIM 14121610738 BIOLOGI C/ IV Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin          2. Rini Sulastri PUSAT LABORATORIUM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2014 MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE) A.   TUJUAN 1.       Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Alismatidae dan Arecidae. 2.       Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Alismatidae dan Arecidae. B.    DASAR TEORI Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhia...