MAGNOLIOPHYTA
(CARYOPHYLLIDAE
DAN DILLENIDAE)
A. TUJUAN
1. Menemukan
ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta
khususnya Subclassis Caryophyllidae dan Dillenidae.
2. Membedakan
ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam
Subclassis Caryophyllidae dan Dillenidae.
B.
DASAR
TEORI
Magnoliophyta atau angiospermae
merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa
bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhiasan yang terdiri atas kelopak (Calyx)
dan mahkota (Corolla). Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang
berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik
(pistilum). putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi
ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu
karpel atau beberapa karpel yang bersatu. biji terdapat di dalam ovarium.
Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae)
dan liliopsida (monokotiledonae). Magnoliopsida mempunyai 64 ordo, 318 familia,
dan kurang lebih 165.000 species sedangkan liliopsida mempunyai 19 ordo, 65
familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005: 20).
Kelas
magnoliopsida (dicotilodenae) terdiri atas tumbuhan berkayu dan herba adanya
kambium membuat anggota – anggota kelas magnoliiopsida mengalami mengalami
pertumbuhan sekunder pada batang dan akarnya. Pembuluh yang teratur dan
tersusun melingkar . daun dengan venasi menjala berbentuk penninervis, daun
pada umumnya mempunyai tangkai dan helain daun yang melebar . bunga pada
umumnya kelipatan 5 atau 4, dan jarang kelipatanya 3. embrio biji mempunyai 2
kotiledon, jarang hanya 1 ,3 dan 4 kotiledon Kelas magnoliopsida terdiri atas 6
sub kelas, yaitu : Magnoliidae, Hamamelidae, Caryophillidae, Rosidae ,
Asteriade (Sudarsono, 2005 : 20-22 ).
Classis Magnoliopsida terdiri atas
enam subclassis terpilih. Adapun yang dibahas dalam praktikum ini hanya 2 dari
keenam subclassis tersebut adalah sebagai berikut (Kimball. 1987):
Subclassis
Caryophyllidae
Karakteristik
dari Subclassis Caryophyllidae
adalah sebagian besar herba beberapa suku tumbuhan sukulen dan halofit. Muncul
70 juta tahun yang lalu. Perhiasan bunga secara morfologi lebih komplek dan
beragam. Anggota yang primitif hanya mempunyai 1 lingkaran perhiasan bunga dari
sini berkembang menjadi berbagai perhiasan bunga yang termodifikasi menjadi
sepal dan petal yang jelas. Stamen masak dalam urutan sentrifugal dan polen
yang trinukleat. Ovul bitegmik dan ”crassinucellate”, kampilotropus atau
amfitropus; embrio yang masak sering diliputi perisperm. Subclassis
ini memiliki 3 ordo, 14 famili, dan 14.000 species.
Adapun Famili yang dibahas ada 4, (Kimball. 1987)
yaitu :
Portulacaceae
Habitus umumnya semak sampai herba,
umur semusim. Batang bulat, beruas, atau tidak beruas warna hijau atau merah
kecoklatan. Daun tunggal, bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata,
berdaging, duduk daun tersebar, panjang 1-3 cm, lebar 1-2 cm, warnanya hijau. Bunga
umunya majemuk, terletak di ujung cabang, bunganya kecil, kelopak hijau, dan
umunya bertaju dan bersayap, mahkota bentuk jantung, kepala putik tiga sampai
dengan lima, warnyana bunga putih, kuning, merah muda. Menhhasilkan buah
tunggal, berbentuk kotak, berbiji banyak, dan berwarna hijau. Biji umunya:
Bulat, kecil, mengkilat, hitam. Akar, Tunggang, dengan warna putih kotor .
Contohnya adalah Talinum paniculatum (Ginseng).
Cactaceae
Habitus berupa herba, dengan pola
percabagan simpodial, dan umur tumbuhan 2 tahun. Batang sukulen, Daunnya
merupakan daun tunggal, dengan pola duduk daun berkarang, namun belum memiliki
pola pertulangan daun, daunnya tereduksi menjadi bentuk duri. Tumbuhan ini
merupakan tumbuhan biseksual, dimana alat perkembang biakan jantan dan
betinanya terdapat dalam satu pohon. Bunganya merupakan bunga tunggal, dan
termasuk bunga perigonium (tidak bisa dibedakan kalix corola), dan simetri
bunga actinomorph. Stamennya lepes-lepas, dan stigma bercabang 5. Kedudukan
Ovariumnya inferum, dengan tipe plasenta parietalis, dan menghasilkan buah
tunggal. Tumbuhan dalam famili ini biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
daun termodifikasi menjadi duri, memiliki bunga tunggal. Contohnya: Opuntia vulgaris (Kaktus).
Amaranthaceae
Ciri umum dari kelas ini adalah
habitusnya berupa herba, sehingga sudah termasuk maju dalam segi habitusnya.
Daunnya merupakan daun tunggal, dengan letaknya tersebar atau berhadapan.
Bunganya tidak begitu menarik, bunganya kecil, tungal, sering diliputi oleh
braktea, atau brakteola. Setiap bunganya memiliki simetri aktinomorf, bi-
atau uniseksual, periantium 3-5 helai, sepaloid kering berbentuk selaput, lepas
atau bersatu bagian di bagian dasarnya. Stamen sebanyak perianthiumnya dengan
letak berhadapan dengan helaian perianthium. Perianthium lepas-lepas atau
bersatu dibawah membentuk tabung. Ovarium superum, 2-3 karpel, 1 ruangan dengan
satu atau beberapa ovulum, bunga majemuk (spika) dan memiliki banyak brachtea,
Kaliks serta korola tidak bisa dibedakan karena bentuknya tipis seperti
membran. Anggota famili ini misalnya Celosia
argentea (Jawer Ayam).
Nyctaginaceae
Familia ini adalah herba atau
tumbuhan berkayu, daun berhadapan atau tersebar, tanpa daun penumpu, tunggal
tanpa lekuk. Bunga bersiri sendiri atau tidak, dengan tenda bunga, beraturan,
berkelamin 1 atau 2, pada pangkalnya terdapat daun pelindung hijau atau
berwarna, yang kadang-kadang membentuk kelopak semu. Tenda bunga bersatu hijau
atau berwarna. Benang sari 1-10, tertancap pada dasar bunga, pada pangkalnya
bersatu. Kepala sari beruang 2, bakal buah menumpang duduk atau bertangkai
pendek beruang 1. Buah diselubungi oleh pangkal tenda bunga (yang mengeras),
bersama-sama membentuk buah semu, tidak pecah Ciri khas famili ini adalah
memiliki braktea yang berwarna dan persisten, dimanfaatkan sebagai tanaman
hias. Contohnya adalah Mirabilis jalapa
(Bunga Pukul Empat).
Subclassis
Dilleniidae
Subkelas Dilleniidae merupakan
dikotiledonae dengan bentuk habitus herba atau berkayu, daun kebanyakan tunggal
dan beberapa saja daunnya yang majemuk , bunga polypetal jarang apetal,
gynoecium synkarp, kecuali pada ordo Dillenidae ada beberapa apokarp, ovarium
pada umumnya superum kecuali pada Lecythidales dan beberapa anggota Violales,
plasenta beragam ada yang aksilaris, ada yang basalis, dan ada juga yang
parietal. Subclassis ini terdiri dari 13 ordo, 78 famili dan 25.000 species.
Adapun famili yang dibahas ada 3 famili, (Kimball.
1987) yaitu:
Malvaceae
Familia yang berhabitus herba,
perdu dan pohon, umumnya mempunyai rambut-rambut berbentuk bintang, sisik atatu
bentuk yang lain, daun tunggal dengan urat daun palmatus, letaknya tersebar,
umumnya ada stipula, bunga tunggal atau dalam perbungaan simosa, biseksual,
kaliks 5 sepal, sering terdapat epikaliks ( kaliks tambahan ), korolla 5 petal,
lepas atau melekat pada tabung filamen, stamen banyak, yang paling luar dapat
membentuk staminodia yang petaloid, filamen bersatu membentuk tabung yang
disebut “ Staminal colomn “ atau tabung stamina, ovarium superum terdiri dari
2- banyak karpel, ruang sebanyak karpel, ovul 1- banyak tiap karpel, stillus
sebanyak karpel yang bersatu dibawah atau lepas, buah kapsula, scizokarpium,
baka atau samara. Contohnya adalah Hibiscus
rosasinensis (Kembang Sepatu).
Caricaceae
Familia yang berhabitus pohon kecil
atau perdu yang berkayu lunak, jarang bercabang, daun terkumpul di ujung
batang, letaknya satu sama lain tersebar, tunggal palmatilobus sampai majemuk
palamatus, urat daun palmatus, stipula kalau ada berupa duri, bunga tunggal
atau dalam perbungaan simosa, aktinomorf, uniseksual atau biseksual, kaliks 5
sepal kecil, korolla 5 petal membentuk tabung panjang pada bunga jantan atau
tabung pendek pada bunga betina, stamen 10 dalam 2 lingkaran, epipetal, ovarium
superum, 5 karpel, 1 ruang dengan plasenta parietalis atau ruang banyak dengan
plasenta aksilaris, ovula banyak, buah baka, dan berdaging. Contoh tumbuhannya
adalah Carica papaya (Pepaya).
Cucurbitaceae
Familia yang berhabitus basah atau
tumbuhan berkayu lunak, umumnya memanjat dengan sulur berbentuk spiral, daun
tunggal palmatilobus atau majemuk palmatus, letaknya tersebar, urat daun
palmatus, sering terdapat kelenjar nektar, tidak ada stipula, bunga tunggal
atau dalam perbungaan racemosa keluar dari ketiak daun, umumnya uniseksual
(tumbuhan bisa berumah satu atau berumah dua), simetri bunga aktinomorf,
hipantium pendek atau panjang diatas ovarium, kaliks umumnya 5 sepal, korolla
umumnya 5 petal yang lepas atau bersatu, stamen 5 filamen dan ada juga
anteranya bisa lepas atau bersatu, ovarium inferus, 3 karpel, satu ruang dengan
tipe plasenta parietalis atau plasenta bersatu ditangah sehingga ber ruang
banyak, stilus 1 dengan 1-3 stigma, buah baka, pepo atau kapsula., contohnya Momordica charantia (Pare).
C. ALAT dan BAHAN
1. Alat:
a. Lup
b. Panduan
Fitografi
2. Bahan:
a. Labu
Siam (Sechium edule)
b. Pepaya
(Carica papaya)
c. Bunga
pukul 4 (Mirabilis jalapa)
d. Bunga
kertas (Bougainvillea spectabilis)
e. Jawer
ayam (Celosia argentea)
f. Gingseng
(Talium palicunatum)
g. Kaktus
(Opuntia
vulgaris)
h. Bayam
liar (Amaranthus sp)
i.
Petsai (Brassica chinensis)
j.
Bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis)
D. LANGKAH KERJA
1. Diambil
masing-masing spesies tumbuhan.
2. Diamati
bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3. Diamati
habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4. Diamati
daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi
daun, ujung daun dan pangkal daun.
5. Diamati
letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6. Digambar
dan diklasifikasikan masing-masing spesies.
F.
PEMBAHASAN
Divisi magnoliophyta merupakan devisi yang terbesar dari organisme
fotosintetik dikarenakan divisi magnoliophyta memiliki ribuan jenis. devisi
magnoliophyta mempunyai ukuran tubuh yang sangat bervariasi sampai pada
tumbuhan air, beberapa jenis divisi magnoliophyta merupakan tanamn pemanjat yang
dapat mencapai ketinggian kanopi hutan tropis dan ada juga yang epipit, 2
subkelas dari 5 subkelas magnoliophyta tersebut akan dibahas adalah dalam praktikum ini pada Subclassis
Caryophyllidae dan, Subkelas Dillenidae
spesies yang akan diamati pada subkelas ini adalah Talinum
paniculatum (Ginseng), Napolea cochenilifera (Kaktus), Celosia argentea (Jawer Ayam), Mirabilis jalapa (Bunga Pukul Empat), Hibiscus rosasinensis (Kembang Sepatu), Carica papaya (Pepaya), Brassica sinensis (Petsai), Bougainvillea spectabilis (Bunga
Kertas), dan Amaranthus sp (Bayam
Liar). Berikut
rincian pembahasannya:
Yang pertama adalah gingseng Talinum
paniculatum ditanam sebagai tanaman hias atau
tanaman obat, kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropis.
Akarnya berdaging tebal, biasa digunakan sebagai pengganti kolesom.
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryophyllidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Portulaceae
Genus : Talinum
Spesies : Talinum
paniculatum
Talinum paniculatum adalah
salah satu contoh spesies dari ordo Caryophyllales family Portulaceae. Spesies
ini memiliki habitus herba dengan pola percabangan simpodial serta segi
penampang batangnya bulat dan warnanya hijau ungu. Berdaun tunggal dan berbentuk
bundar telur (Ovatus), Ujungnya meruncing (accuminatus), dengan pangkal daunnya
tumpul (obtusus), bagian tepi daun rata (entire) dan memiliki pola pertulangan
daun menyirip (pinnatus), permukaannya mengkilap dengan duduk daun roset, bunga majemuk
berbentuk malai, di ujung bercabang, mahkota lima, bulat telur, panjang 3-4 mm,
benang sari lima sampai lima belas, tangkai bercabang, merah keunguan,
perbungaan simosa, Jenis kelaminnya biseksual dengan calyx yang lepas dengan
stamen bagian dasar bersatu. Pistilumya dinding ovarium terpisah dengan ovarium
superum serta simetri bunganya aktinomorf dengan kelamin tumbuhan dioceus.
Pelekatan karpelnya sinkarp dan jenis buahnya tunggal. Tipe plasentanya
sentralis dan tumbuhan ini berumur tahunan. Tanaman ini berkhasiat akar
dan daunnya mengandung saponan dan flavonoid, serta tanin. Akar berasa manis
netral untuk menguatkan paru-paru dan afrodisiak, tonikum. Sementara daunnya
untuk meningkatkan nafsu makan atau stomakik (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).
Yang kedua adalah Kaktus Opuntia vulgaris adalah nama yang diberikan untuk anggota tumbuhan
berbunga famili Cactaceae, dapat tumbuh
pada waktu yang lama tanpa air. Kaktus biasa ditemukan di daerah-daerah yang
kering (gurun). Kata jamak untuk kaktus adalah kakti. Kaktus memiliki
akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah.
Air yang diserap kaktus disimpan dalam ruang di batangnya. Kaktus juga memiliki
daun yang berubah bentuk
menjadi duri
sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh
pada waktu yang lama tanpa air.
Kerajaan : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Subclass :
Caryophyllidae
Ordo :
Caryophyllales
Famili :
Cactaceae
Genus : Opuntia
Spesies : Opuntia vulgaris
Opuntia
vulgaris (kaktus) adalah salah satu contoh spesies dari ordo Caryophyllales family
Cactaceae. Spesies ini memiliki habitus sukulen dengan pola percabangan
simpodial serta segi penampang batangnya filokladiom. Berdaun majemuk dan
berbentuk tereduksi menjadi duri, Ujungnya meruncing (accuminatus), dengan
pangkal daunnya roset batang, bagian tepi daun rata (entire) Perbungannya dengan jenis kelamin biseksual. Calix dan
stamennya lepas serta pistilumnya stigma bercabang. Ovariumnya inferum dengan
simetri bunga aktinomorf. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan berumah dua
(dioucieous) dimana alat kelaminya terpisah antara jantan dan betina. Pelekatan
karpelnya apokarp, tipe plasenta parietal. Tumbuhaan ini biasanya berumur
kurang dari satu tahun. Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan
manusia sebagai sumber pangan. (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).
Yang ketiga pada jawer ayam Celosia argentea
adalah tanaman bunga dari famili Amaranthaceae
yang bentuk bunganya menyerupai daging merah yang tumbuh dibagian kepala ayam jantan, tanaman
semusim ini tumbuh tegak dengan tinggi antara 60 cm - 90 cm, pada umumnya tidak
tumbuh liar melainkan di taman-taman atau halaman rumah sebagai tanaman hias,
batangnya tebal dan kuat dengan daun tunggal, tumbuh berseling, berbentuk bulat
telur sampai memanjang dengan panjang 5 cm - 12 cm dan lebar 3,5 cm - 6,5 cm
berujung runcing, bertepi rata dan berwarna hijau dengan sedikit garis merah di
tengah-tengah daun.[jenis
tumbuhan herba yang hidup di air dengan memiliki bentuk daun yang bervariasi
ada yang besar, sedang. bunganya juga memiliki variasi warna yang sangat
banyak.
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Subclass :
Caryophyllidae
Ordo :
Caryophyllales
Famili :
Amaranthaceae
Genus : Celosia
Spesies : Celosia argentea
Celosia
argentea (Jawer Ayam) adalah salah satu contoh spesies dari
ordo Caryophyllales family Amaranthaceae. Spesies ini memiliki habitus
perdu pola percabangan monopodial,
bentuk penampangnya bulat, jenis daun
majemuk, duduk daun roset batang, bentuk daun bulat telur lonjong (ovatus),
ujung daun Atenuatus, pertulangan
mennyirip (pinnatus), tepi daun bergelombang (undulatus), pangkal daunnya
kuneatus, bunga tunggal, Perbungannya umbela, simetri bunganya aktinomorf,
bunganya muncul pada pucuk tangkai batang dengan jenis kelamin biseksual.
Calixnya bersatu dengan stamen pada bagian dasar bersatu serta pistilumnya
dinding ovaium terpisah. Ovariumnya superum dengn simetri bunga aktinomorf.
Tumbuhan ini merupakan tumbuhan berumah dua (dioucieous) dimana alat kelaminya
terpisah antara jantan dan betina. Pelekatan karpelnya sinkarp, memiliki jenis
buah majemuk dengan tipe plasenta basalis. Tumbuhaan ini biasanya berumur
kurang dari satu tahun. Jengger ayam memiliki rasa manis dan sejuk dan dapat
digunakan untuk anti radang, menghentikan keputihan dan menerangkan
pengelihatan. (Tjitrosoepomo. 2009:
7-191).
Yang keempat pada Mirabilis jalapa (Bunga Pukul Empat)
merupakan Tanaman ini termasuk familia Nyctaginaceae. Tumbuhan ini merupakan
tanaman hias. Bunganya mekar di sore hari dan kuncup kembali menjelang siang.
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subclass :
Caryophyllidae
Ordo :
Caryophyllales
Famili :
Nyctaginaceae
Genus : Mirabilis
Spesies : Mirabilis jalapa
Mirabilis
jalapa (Bunga Pukul Empat) adalah salah satu contoh spesies dari ordo
Caryophyllales family Nyctaginaceae. Spesies ini memiliki habitus perdu pola
percabangan simpodial, bentuk penampangnya bulat, jenis daun majemuk bifoliolatus, duduk daun
menyebar, bentuk daun bulat telur (ovate), ujung daun runcing (acutus), pertulangan menyirip (pinnate), tepi daun
rata (entire), pangkal daunnya membundar (rotundatus), Perbungaan
majemuk dengan bentuk bunga seperti terompet yang terletak di ujung batang,
benang sari enam, pipih, merah, tangkai sari melengkung ke dalam. Jenis
kelaminnya biseksual calyx atau corolla perigonium, stamen atau benang sarinya
lepas, pistilum atau karpelnya stigma bersatu dengan ovarium inverum, simentri
bunga aktinomorf, kelamin tumbuhan monoceus, perlekatan karpel sinkarp, jenis
buah tunggal, tipe plasenta basalis, dan umur tumbuhan kurang dari 1 tahun.
Khasiat bunga pukul empat (Mirabilis Jalapa) bersifat Anti inflamasi dan
Direutik. (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).
Yang kelima pada kembang sepatu Hibiscus rosasinensis
merupakan tanaman semak famili Malvaceae
yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias
di daerah tropis
dan subtropis.
Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar
dan hibrida
bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota
berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah
jambu.
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Sub Kelas : Dillenidae
Ordo : Malvales
Famili : Malvaceae
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus
rosasinensis
Hibiscus rosasinensis adalah
salah satu contoh spesies dari ordo Malvales family Moraceae. Spesies ini
memiliki habitus perdu pola percabangan simpodial, bentuk penampangnya bulat
silindris, jenis daun tinggal, duduk
daun menyebar, bentuk daun bulat telur (ovate), ujung daun runcing (acutus),
pangkal daunnya tumpul (obtuse), pertulangan menyirip (pinnate), tepi daun
bergerigi (serratus), bunga tunggal, perbungaan siatium, simetri bunga
aktinomorf, bunga sepatu memiliki bentuk seperti lonceng dan letaknya
tergantung ke bawah dengan tangkai yang panjang, mahkota bunga malekuk ke atas
dengan jumlah mahkota 5 petal. Bentuk mahkota bunganya bercangap menyirip
rangkap dengan taju sempit, jadi pinggiran mahkota itu seperri sobek-sobek,
warnanya merah cerah dengan pangkal lebih tua. Pada bagian tengah bunga ada
tangkai putik berbentuk silinder yang menjulur keluar bunga dengan serbuk sari
diatasnya. Bunga sepatu ini memiliki biji sehingga dalam Perbanyakan dengan
bisa dengan stek batang atau biji. Tanaman ini merupakan tanaman dengan distribusi
seksnya monoceious. Peranan tanaman ini terletak pada Daun Hibiscus
rosasinensis yang berkhasiat sebagai obat demam pada anak-anak, obat batuk,
dan obat sariawan. (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).
Yang keenam pada Carica
papaya (pepaya) merupakan Pepaya (carica papaya) merupakan
tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya
berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya
seperti buah melon. Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan
akar yang kuat. Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun
pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa
daun pepaya tersebut simetris. Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang
apabila penampang buahnya dipotong melintang. Tanaman ini juga dibudidayakan di
kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Dillenidae
Ordo : Violales
Famili : Caricaceae
Genus : Carica
Spesies : Carica
papaya
Carica papaya (pepaya)
adalah salah satu contoh spesies dari ordo Violales family Caricaceae. Spesies
ini memiliki habitus herba, pola percabangan monopodial, bentuk penampangnya
bulat silindris berlekuk tegak, Daun
pepaya merupakan jenis daun tunggal menjari, bentuk daun bercangap dan memiliki
bagian yang sudah lengkap yaitu adanya pelepah
atau upih daun, tangkai daun dan helaian daun. Daun pepaya ini mempunyai
bangun bulat atau orbicularis, ujung daun meruncing (acuminatus), tangkai daun panjang dan berongga, pangkal
daun memerisai (peltatus) dengan duduk daun menyebar, bunga tunggal atau dalam
perbungaan simosa, aktinomorf, uniseksual atau biseksual, kaliks 5 sepal kecil,
korolla 5 petal membentuk tabung panjang pada bunga jantan atau tabung pendek
pada bunga betina, stamen 10 dalam 2 lingkaran, epipetal, ovarium superum, 5
karpel, 1 ruang dengan plasenta parietalis atau ruang banyak dengan plasenta
aksilaris, ovula banyak, buah baka, dan berdaging, kelamin tumbuhan monoecous letak
ovarium inferum, tipe plasenta basalis dan umur tumbuhan kurang dari satu
tahun, Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam
pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan. (Tjitrosoepomo. 2009: 7-191).
Yang ketujuh pada bunga kertas Bougainvillea
spectabilis atau kembang kertas dengan family nyctaginaceae, memiliki sifat
batang yang berkayu (lignosus), bentuk batang yang bulat (teres), sifat
permukaan batang berduri (spinosus), arah tumbuh batang tegak lurus (erectus)
dan percabangan batang monopodial, (Gembong, 1985).
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas : Caryophyllidae
Ordo : Caryophyllales
Famili : Nyctaginaceae
Genus : Bougainville
Species : Bougainvillea spectabilis
Bougainvillea
spectabilis atau yang lebih dikenal dengan sebutan
kembang kertas adalah salah satu tumbuhan yang memiliki sifat batang berkayu
(lignosus), yaitu batang yang biasa keras dan kuat, karena sebagian besar
terdiri atas kayu yang mengandung zat lignin. Kembang merak memiliki bentuk
batang yang bulat (teres) dan sifat permukaan batang yang berduri (spinosus).
Arah tumbuh batang kembang merak adalah tegak lurus (erectus), yaitu batang
tumbuh arahnya ke atas. Percabangan batang kembang merak yaitu monopodial,
yaitu jika batang pokok selalu tampak jelas, karena lebih besar dan lebih
panjang (lebih cepat pertumbuhannya) daripada cabang-cabangnya.
Yang kedelapan pada sawi putih (Brassica chinensis) merupakan tanaman semusim, berbatang pendek
hingga hampir tidak terlihat. Daun Caisim berbentuk bulat panjang serta berbulu
halus dan tajam, urat daun utama lebar dan berwarna putih. Daun caisim ketika
masak bersifat lunak, sedangkan yang mentah rasanya agak pedas. Pola
pertumbuhan daun mirip tanaman kubis, daun yang muncul terlebih dahulu menutup
daun yang tumbuh kemudian hingga membentuk krop bulat panjang yang berwarna
putih. Susunan dan warna bunga seperti kubis.
Kingom :PlantaeDivisio :Magnoliophyta
Kelas :Magnoliopsida
Sub-kelas :Dilleniidae
Ordo :Capparales
Familia :Brassicaceae
Genus :Brassica
Spesies : Brassica chinensis
Batang tanaman sawi pendek sekali dan beruas-ruas
sehingga hampir tidak kelihatan. Batang ini berfungsi sebagai alat pembentuk
dan penopang daun. Batang sawi memiliki ukuran yang lebih langsing dari tanaman
petsai.
Daun sawi stukturnya bersayap dan bertangkai panjang yang bentuknya pipih. Warna daun pada umumnya hijau keputihan sampai hijau tua. Tanaman sawi umumnya mudah berbunga dan berbiji secara alami baik didataran tinggi maupun di dataran rendah. Stuktur bunga sawi tersusun dalam tangkai bunga (inflorescentia) yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang banyak. Tiap kuntum bunga sawi terdiri atas empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah, empat helai benang sari dan satu buah putik yang berongga dua. Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini. Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
Daun sawi stukturnya bersayap dan bertangkai panjang yang bentuknya pipih. Warna daun pada umumnya hijau keputihan sampai hijau tua. Tanaman sawi umumnya mudah berbunga dan berbiji secara alami baik didataran tinggi maupun di dataran rendah. Stuktur bunga sawi tersusun dalam tangkai bunga (inflorescentia) yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang banyak. Tiap kuntum bunga sawi terdiri atas empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah, empat helai benang sari dan satu buah putik yang berongga dua. Sawi bukan tanaman asli Indonesia, menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia ini. Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bils di tanam pada akhir musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 sampai pH 7.
Yang kesembilan pada labu siam Sechium
edule Familia
Cucurbitaceae merupakan familia yang tergolong sangat maju dari sekian familia
yang telah dibahas sebelumnya dalam subkelas Dillenidae. Hal ini disebabkan
kriteria yang ditunjukan oleh familia ini sangat maju , familia ini diwakili
oleh tanaman Sechium edule dengan keriteria maju yang dimilikinya antara lain
sebagai berikut yaitu habitus herba , pola percabangan simpodial, letak ovarium
inferum,tipe plasenta basalis dan umur tumbuhan kurang dari satu tahun, selain
itu terdapat beberapa kriteria primitif yang dimiliki oleh tanaman ini antara
lain jenis daun tunggal, stamen lepas, dan kelamin tumbuhan monoecous.
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliphyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Famili : Cucurbitaceae
Genus : Sechium
Spesies : Sechium
edule
Yang terakhir pada bayam liar atau Bayam
Duri ( Amaranthus spinosus ) termasuk jenis tumbuhan amaranth. Tumbuhan
ini mempunyai batang lunak atau basah, tingginya dapat mencapai 1 meter. Tanda
khas tumbuhan bayam duri adalah pada batang, tepatnya di pangkal tangkai daun
terdapat duri, sehingga orang mengenal sebagai bayam duri. Bentuk daunya
menyerupai belahan ketupat dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk bunga bongkol
dan berwarna hijau muda.
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Sub
kelas : Hamamelidae
Ordo
: Caryophyllales
Famili
: Amaranthaceae
Genus
: Amaranthus
Spesies
: Amaranthus spinosus
Akar tanaman bayam duri sama seperti tanaman bayam
pada umumnya, yaitu memiliki sistem perakaran tunggang. Batang tanaman duri ini
kecil berbentuk bulat, lunak dan berair. Batang tumbuh tegak bisa mencapai satu
meter dan percabangannya monopodial. Yang menjadi ciri khas tanaman ini adalah
adanya duri yang terdapat pada pangkal batang tanaman ini. Daun spesies ini
termasuk daun tunggal. Berwarna kehijauan, bentuk bundar telur memanjang (
ovalis ). Panjang daun 1,5 cm sampai 6,0 cm. Lebar daun 0,5 sampai 3,2 cm.
Ujung daun obtusus dan pangkal daun actus. Tangkai daun berbentuk bulat dan
permukaannya opacus. Panjang tangkai daun 0,5 sampai 9,0 cm. Bentuk tulang daun
bayam duri penninervis dan tepi daun repandus. Merupakan bunga berkelamin
tunggal yang berwarna hijau. Setiap bunga memiliki 5 mahkota. Kumpulan bunganya
berbentuk bulir untuk bunga jantanya. Sedangkan bunga betina berbentuk bulat
yang terdapat pada ketiak batang. Bunga ini termasuk bunga inflorencia.
G. KESIMPULAN
1. Caryophillidae
dan Dinellidae merupakan subkelas dari Magnoliopsida
2. Subclassis
Caryophyllidae, spesies yang telah diamati pada subkelas ini adalah Talinum
paniculatum (Ginseng), Opuntia
vulgaris (Kaktus), Celosia argentea (Jawer
Ayam), dan Mirabilis jalapa (Bunga
Pukul Empat) dan Subkelas Dillenidae yang telah di amati adalah Hibiscus rosasinensis (Kembang Sepatu), Carica papaya (Pepaya).
3. Karakteristik subkelas Caryophyllidae adalah sebagian besar
herba beberapa suku tumbuhan sukulen dan halofit. Perhiasan bunga secara
morfologi lebih komplek dan beragam, sedangkan Subclassis
Dillenidae bunganya polypetal jarang yang apetal dan gynoecium syncrap.
4. Pada umumnya semua ciri-ciri pada spesies subkelas Caryophyllidae ini memiliki kesamaan yaitu termasuk tanaman
perdu dengan pola percabangan simpodial. Jenis kelaminnya biseksual, ovariumnya
superum hanya ada beberapa yang inferum. Simetri bunganya aktinomorf dan
rata-rata umur dari tumbuhan ini adalah tahunan.
5. Pada umumnya semua ciri-ciri pada spesies dari
subkelas Dilleniidae memiliki khasiat dan kegunaan yang bermacam-macam,
terutama dalam kesehatan.
6. Ketujuh
family yang dibahas ini memiliki perbedaan dalam hal duduk daun yang dimiliknya
dengan pola pertulangan daunnya, perbungaannya, keadaan kaliks/korolanya,
karpel dan perlekatannya, posisi ovarium dan tipe plasentanya.
7. Ketujuh
family yang dibahas ini memiliki kesamaan dalam jenis kelamin tumbuhannya.
JAWABAN
PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1. Ciri
khusus pada Subclassis Caryophyllidae yaitu mempunyai perhiasan bunga secara
morfologi lebih kompleks dan beragam, sedangkan pada Subclassis Dillenidae
bunganya polypetal jarang yang apetal dan gynoecium syncrap.
2. Ciri-ciri
khusus pada Bougainvillea spectabilis yaitu mempunyai bagian bunga yang
berwarna-warni. Oleh karena itu, tanaman Bougainvillea spectabilis menjadi
tanaman hias yang sangat populer karena kecantikkan warnanya dan cara
merawatnya yang mudah.
3. Kekhasan
bunga yang dimiliki oleh Hibiscus rosa-sinensis L merupakan bunga yang sempurna
yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga.
4. Distrisbusi
seksnya yaitu poligamus, dimana dalam Carica papaya terdapat 3 jenis kelamin
sekaligus, berdasarkan kelamin dibedakan menjadi bunga hermaproditus (banci,
biseksual), bunga masculinus (staminate, jantan, uniseksual), dan bunga peminus
(pistillate, betina, uniseksual).
5. Peranan
tumbuhan yang termasuk ke dalam Subclassis Caryophyllidae adalah: Sebagai
rantai ekosistem, sebagai tanaman hias, sebagai obat. Sedangkan peranan
tumbuhan yang termasuk ke dalam Subclassis Dillenidae adalah: sebagai rantai
ekosistem, sebagai tanaman hias, sebagai sayuran, sebagai buah-buahan.
DAFTAR
PUSTAKA
Kimbal, John. W. 1987. Biologi. Jakarta: Erlangga
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:
UGM Press
Komentar