LAPORAN
PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
LILIOPSIDA
(SUBKELAS
LILIDAE)
![]() |
Praktikan:
AENUL
FAHMI KHALIK
NIM
14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
2. Rini Sulastri
PUSAT
LABORATORIUM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
2014
LILIOPSIDA
(SUBKELAS
LILIDAE)
A. TUJUAN
1. Menemukan
ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliophyta
khususnya Subclassis Lillidae.
2. Menemukan
ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family-family yang ada dalam
Subclassis Lillidae.
B.
DASAR
TEORI
Kelas Liliopsida sebagian besar
berupa tumbuhan herba dan hanya sedikit yang berkayu, tidak berkambium dan
pembuluhnya tersebar, sistem perakarannya adalah perakaran primitif adventitif,
daun pada umumnya dengan pertulangan sejajar atau linier, kecuali pada Familia
Arecaeae pertulangan daunnya menjala, helaian daun seringkali berukuran kecil,
dengan tangkai yang pendek dan ada pelepah, bagian-bagian bunga pada umumnya
kelipatan 3, jarang kelipatan 2 atau 4, embrio biji mempunyai satu kotiledon.
Kelas Liliopsida terdiri dari 5
subkelas, 19 ordo, 65 familia dan kurang lebih 50.000 species. Secara
evolusioner, tidak ada satu subkelas yang merupakan dari subkelas lainnya.
Walaupun Alismatidae mempunyai ciri-ciri bunga yang primitif, namun Alismatidae
bukanlah merupakan nenek moyang dari subkelas yang lainnya.
Anggota subkelas Liliidae pada umumnya
hidup terestial atau epifit dan jarang akuatik.Habitusnya ada yang herba,
semak, bahkan pohon. Daun tersebar dan pada beberapa speciesroset batang. Bunga
hipoginous dan pada beberapa species epigenous. Perhiasan bunga dalamdua
lingkaran (3+3) dan seringkali keduanya petaloid. Stamen pada umumnya 1, 3,
atau 6, jarang2, 4, atau lebih dari 6. Gynoecium pada umumnya terbentuk dari 3 karpel.
Tipe plasentanyaaksilaris atau parietalis.
Subkelas Liliidae
terdiri dari 2 ordo yaitu ordo Liliales dan ordo Orchidales, 19 familia,dan
kurang lebih 25.000 species. Lebih dari 80% species merupakananggota familia
Liliaceae dan Orchidaceae. Ordo liliales terdiri atas 15 familia,
yaitu:Phylidraceae, Pontederiaceae, Haemodoraceae, Cynastraceae, Liliaceae,
Iridaceae, Velloziaceae,Aloeaceae, Agavaceae, Xanthorroeaceae, Hanguanaceae,
Taccaceae, Stemonaceae, Smilacaeae,dan Dioscoreaceae.
Ordo Liliiflorae atau Liliales,
kebanyakn berupa terna perenial, mempunyai rimpang. Ordo ini terdiri dari suku
Liliaceae. Tumbuhan ini berupa terna dengah rimpang atau umbi lapis,
kadang-ladang semak atau perdu berupa tumbuhan memanjat. Daun tunggal tersebar
pada batang atau terkumpulsebagai roset akar, adakalanya reduksi dan
cabang-cabang berubah menjadi kladodium. Bunga kecil sampai amat membesar dan
menarik, kebanyakan banci, aktinimorf atau sedikit zygomorf. Haiasan bunga
merupakan tenda bunga dan merupakan mahkota dengan atau tanpa pelekatan berupa
buluh. Terdiri dari 6 daun tenda bunga, jarang hanya 4 tau lebih dari 6,
kebanyakan jelas tersusun dalam dua lingkaran. Benang sari 6 jarang sampai jam
12 atau hanya 3, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga. Tangkai sari bebas
atau berlekatan dengn berbagai cara. Kepala sari beruang 2, membuka dengan
celah membujur, jarang dengan suatu liang pada ujungnya. Bakal buah menumpang
atau setengah tenggelam, kebanyakan beruang tiga dengan tembuni disudut-sudut
ruang. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Suku ini ditaksir meliputi sampai
4.000 jenis tumbuhan, terbagi dalam 240 merga yang dikelompokan lagi dalam
kurang lebih 12 anak suku. Daerah distribusinya meliputi seluruh dunia (Gembong
: 2010).
C. ALAT dan BAHAN
1. Alat:
a. Lup
b. Panduan
fitografi
2. Bahan:
a. Gladiolus gandavenis (Gladiol)
b. Aloe vera (Lidah
Buaya)
c. Sanseviera trifasciata (Lidah
Mertua)
d. Phalaenopsis amabilis (Anggrek
Bulan)
e. Crynum asiaticum (Bakung
Merah)
f. Pleomele angustifolia (Suji)
D. LANGKAH KERJA
1. Diambil
masing-masing spesies tumbuhan.
2. Diamati
bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3. Diamati
habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4. Diamati
daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi
daun, ujung daun dan pangkal daun.
5. Diamati
letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6. Digambar
dan diklasifikasikan masing-masing spesies.
F.
PEMBAHASAN
Subclassis yang diamati pada
praktikum yang telah dilakukan adalah Subclassis Lillidae yang meliputi
spesies: Aloe vera (Lidah buaya), Gladiolus gandavensis (Gladiol), Sanseviera trifasciata (Lidah Mertua), Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan), Amarylis sp (Bakung Merah) dan Pleomele angustifolia (Suji).
Pengamatan pertama dilakukan pada Aloe vera atau lidah buaya, yang mana
memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Lilidae
Ordo :
Liliales
Famili :
Liliaceae
Genus :
Aloe
Spesies :
Aloe vera
Aloe
vera biasa di kenal dengan nama lokal lidah buaya
memiliki kekhasan yaitu pada bagian tepi daunnya terdapat duri sebagai adaptasi
diri terhadap lingkungan. Selain itu, kekhasan lain ialah memiliki tuber, yaitu
bagian batang yang tumbuh di bawah tanah.
Aloe
vera
terlihat termasuk tanaman herba. Berdasarkan hasil pengamatan praktikum yang
telah dilakukan, Aloe vera terlihat
memiliki pertumbuhan batang yang monopodial dengan bentuk batang yang bulat.
Berdasarkan dari kenampakkan bagian daunnya, Aloe vera terlihat memiliki macam daun yang tunggal. Letak
pertumbuhan daun terlihat secara equitant, yaitu menyerupai roset batang.
Bentuk daun Aloe vera terlihat
berbentuk bulat telur lanset. Aloe vera
dilihat dari bagian pertulangan daunnya, membentik garis-garis yang memanjang,
atau dengan kata lain Aloe vera memiliki
pertulangan daun yang sejajar. Sedangjkan pada bagian tepi daun Aloe vera berbentuk serulatus. Ujung
daun Aloe vera terlihat lacip, atau
disebut juga dengan akutus. Bagian pangkal daun Aloe vera terlihat berpelepah. Aloe
vera berdasarkan perbungaannya, memiliki distribusi seks yang monoecious.
Namun meskipun Aloe vera termasuk monoecious,
bunga Aloe vera sangat jarang
sekali untuk ditemuai. Hal ini dikarenakan bunga Aloe vera termasuk bunga
yang musiman. Aloe vera memiliki
manfaat yang beragam. Contoh manfaat dari Aloe
vera yaitu sebagai penyubur rambut pada kepala jika lendir yang berdapat di
dalam daun Aloe vera dioleskan.
Selain itu, Aloe vera dewasa ini
sudah dapat dikembangkan sebagai makanan untuk menyeimbangkan suhu dalam tubuh.
Pengamatan kedua yaitu pada tanaman
Sanseviera trifasciata atau lidah
mertua, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Lilidae
Ordo :
Agavales
Famili :
Agavaceae
Genus :
Sanseviera
Spesies : Sanseviera
trifasciata
Sanseviera
trifasciata biasanya dikenal dengan nama lokal lidah
mertua. Tumbuhan Sanseviera trifasciata
terlihat termasuk ke dalam tumbuhan herba dengan pola pertumbuhan monopodial.
Batang Sanseviera trifasciata
terlihat berbentuk bulat.
Daun Sanseviera trifasciata terlihat berjenis tunggal. Bentuk daun Sanseviera trifasciata terlihat
equitant, yaitu menyerupai roset batang. Bentuk daun Sanseviera trifasciata yaitu bulat telur lanset. Pertulangan daun Sanseviera trifasciata berbentuk
sejajar. Bagian tepi daun Sanseviera
trifasciata yaitu terlihat rata. Sedangkan ujung daun Sanseviera trifasciata terlihat kaudatus dengan pangkal daun yang
berpelepah.
Pengamatan ketiga pada
tanaman Gladiolus gandavensis atau
gladiol, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Lilidae
Ordo :
Iridale
Famili :
Iridaceae
Genus :
Gladiolus
Spesies :
Gladiolus gandavensis
Gladiolus
gandavensis dikenal pula dengan nama lokal Gladiol.
Tanaman Gladiolus gandavensis terlihat
memiliki kekhasan yaitu terdapatnya braktea. Tumbuhan Gladiolus gandavensis terlihat begitu unik dan sangat indah, oleh
karena itulah, Gladiolus gandavensis biasa
dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
Gladiolus
gandavensis terlihat termasuk ke dalam tumbuhan
semak. Tumbuhan Gladiolus gandavensis, pada
bagian batangnya tumbuh secara monopodial. Bentuk batang Gladiolus gandavensis terlihat bulat. Daun Gladiolus gandavensis terlihat bertipe tunggal dengan perletakan
daun yang equitan. Bentuk daun dari Gladiolus
gandavensis yaitu terlihat berbentuk pita. Pertulangan Gladiolus gandavensis terlihat dejajar. Bagian tepi daun Gladiolus gandavensis terlihat rata.
Ujung daun Gladiolus gandavensis yaitu
terlihat akutus. Sedangkan pangkal daun Gladiolus
gandavensis terlihat berpelepah. Bunga Gladiolus
gandavensis terlihat berjenis tunggal. Kerangka bunga Gladiolus gandavensis terlihat resemosa. Sedangkan simetri bunga Gladiolus gandavensis yaitu zigomorf.
Bunga Gladiolus gandavensis memiliki tenda bunga. Jumlah helaian tenda
bunga Gladiolus gandavensis terdapat
enam buah dengan warnanya yang berwarna kuning. Bagian tenda bunga tersebut
menyerupai kelopak. Gladiolus gandavensis
termasuk ke dalam tanaman yang distribusi seksnya monoecious. Terdapat benang
sari dan putik pada satu bunga Gladiolus
gandavensis.
Pengamatan keempat pada tanaman Phalaenopsis amabilis atau anggrek
bulan, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Lilidae
Ordo :
Orcodales
Famili :
Orcidaceae
Genus :
Phalaenopsis
Spesies :
Phalaenopsis amabilis
Tanaman anggrek begitu unik dan
indah. Oleh karena itu, tanaman anggrek biasanya dijadikan sebagai tanaman
hias. Banyak sekali jenis-jenis anggrek yang dapat tumbuh subur di Indonesia.
Salah satu jenis tanaman anggrek yang tumbuh subur di Indonesia adalah jenis
anggrek bulan atau dikenal pula dengan nama ilmiah Phalaenopsis amabilis.
Phalaenopsis
amabilis terlihat termasuk tanaman herba. Batang Phalaenopsis amabilis terlihat tumbuh
secara monopodial. Batang Phalaenopsis
amabilis terlihat berbentuk bulat. Daun Phalaenopsis
amabilis terlihat berjenis tunggal. Letak daun Phalaenopsis amabilis terlihat dustikha atau bersilang. Bentuk daun
Phalaenopsis amabilis terlihat bulat
telur lanset dengan pertulangan daun yang sejajar. Bagian tepi daun Phalaenopsis amabilis terlihat rata.
Sedangkan ujung daun Phalaenopsis
amabilis obtusus dengan pangkal daun yang berpelepah. Bunga Phalaenopsis amabilis berjenis tunggal
dengan karangan bunga rasemosa. Simetri perbungaan Phalaenopsis amabilis terlihat zigomorf. Phalaenopsis amabilis terlihat memiliki mahkota yang berwarna putih
dengan jumlah helaian dua buah. Terdapat pula bagian tenda bunga yang berjumlah
tiga helai dan berwarna putih. Phalaenopsis
amabilis tergolong tanaman yang berdistribusi seks monoecious. Phalaenopsis amabilis terlihat memiliki benang sari dan putik pada
satu bunga. Bagian putik dan benang sari tersebut terdapat di dalam kolumna,
yaitu tempat berkumpulnya alat reproduksi. Phalaenopsis
amabilis memiliki kekhasan yaitu terdapatnya brektea. Selain
itu, kekhasan lainnya yaitu terdapat pula labelum atau lidah pada bagian bunga Phalaenopsis amabili. Bagian labelum
tersebut berfungsi untuk menarik serangga.
Pengamatan kelima pada tanaman Crynum asiaticum atau bakung merah, yang
memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Lilidae
Ordo :
Liliales
Famili :
Liliaceae
Genus :
Crynum
Spesies :
Crynum asiaticum
Tanaman bakung
merupakan bagian dari genus Lilium.Tanaman ini bisa menyesuaikan diri dengan
habitat hutan, pegunungan, dan rerumputan serta rawa. Pada umumnya tanaman ini
lebih cocok tinggal di habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam
seimbang. Bakung memiliki tangkai yang kokoh. Kebanyakan suku bakung membentuk
umbi polos di bawah tanah, sedangkan sisanya berkembang menjadi rizoma.
Batang
herba dan bulat,
tegak, lunak, dan warna putih kehijauan. Daun tunggal, bentuk payung, pangkal
mahkota berdekatan membentuk corong, warna putih, putik panjang, warna ungu,
kepala sari warna jingga. Buah kotak, bulat telur. Tumbuhan liar dan sebagai
tanaman hias pada daerah-daerah tepi sungai yang rindang pada daratan rendah
sampai 700 m dpl. Bunga bakung
Crinum asiaticum, famili Amarillydaceae, menurut kepercayaan Cina, Mesir dan
Arab bunga ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit wabah yang
menular sekiranya ditanam diperkarangan rumah atau kebun di sekitar rumah
terutamanya bakung yang berbunga putih ungu dan berdaun keunguan.
Pengamatan terakhir
pada tanaman Dracaena angustifolia atau
suji, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Subkelas :
Lilidae
Ordo :
Liliales
Famili :
Liliaceae
Genus :
Dracaena
Spesies :
Dracaena angustifolia
Suji atau Dracaena angustifolia merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon
kecil dengan tinggi 6-8 m. Suji tumbuh tersebar dari India, Birma (Myanmar),
Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New
Guinea dan Australia bagian utara. Suji tumbuh subur hingga ketinggian 1000 m
dpl., dan menyukai daerah pegunungan atau dekat aliran air (sumur, sungai
kecil). Tanaman ini sudah banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk dengan
potongan rimpangnya atau ditanam sebagai pagar hidup, namun belum ditanam dalam
skala besar atau perkebunan.
Tanaman ini memiliki habitus yaitu herba
dengan batang yang tidak berkayu, bulat, beralur melintang dan berwarna
keputihan kotor. Daun pada tumbuhan suji ini bermacam daun tunggal, letak duduk
daunnya berseling-seling, berbentuk lanset dengan ujung yang meruncing dan
pangkal daun yang roset dengan batang, pertulangan daunnya sejajar dengan
tepian daun yang rata. Tanaman suji ini memiliki bunga, dengan macam bunga
yaitu bunga majemuk, yang terletak diujung cabang tanaman. Kegunaan dari
tanaman suji ini diantaranya, daun suji banyak digunakan sebagai bahan pewarna
hijau pada makanan, kue-kue tradisional dan minuman seperti untuk pewarna hijau
pada es cendol. Selain memberikan pewarna hijau, daun suji juga memberikan
aroma harum yang khas. Selain berfungsi sebagai bahan pewarna daun suji juga
memiliki beberapa khasiat sebagai obat. Buah untuk mengobati orang yang kurang
nafsu makannya. Selain itu buah dari daun suji berkhasiat untuk menurunkan
tekanan darah tinggi. Penggunaanya dengan cara langsung memakan buah tersebut.
Sedangkan pada daunnya berkhasiat untuk mengobati kepala yang sedang khas.
G. KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dari
praktikum yang telah dilakukan ini, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Ciri-ciri
khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliophyta khususnya
Subkelas Lilidae yaitu termasuk tumbuhan herba yang basah dan tidak berkayu.
2. Ciri-ciri
khusus tumbuhan yang termasuk pada famili-famili yang ada dalam subkelas
Lilidae yaitu sebagai berikut:
a. Famili
Liliaceae: Aloe vera (Lidah buaya), Dracaena angustifolia (Suji) dan Crynum asiaticum (Bakung merah) yaitu
memiliki tuber dan terdapatnya biasanya pada bagian tepi daun.
b. Famili
Iridaceae: Gladiolus ganvensis (Gladiol)
yaitu terdapatnya braktea dan tenda bunga.
c. Famili
Agavaceae: Sanseviera trifasciata (Lidah
mertua) yaitu terdapatnya tuber.
d. Famili
Orcidaceae: Phalaenopsis amabilis
(Anggrek bulan) yaitu terdapatnya braktea, labelum dan kolumna.
JAWABAN
PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1. Ciri-ciri
khusus tumbuhan yang termasuk pada Subclassis Lillidae yaitu berupa terna
dengah rimpang atau umbi lapis, kadang-ladang semak atau perdu berupa tumbuhan
memanjat. Daun tunggal tersebar pada batang atau terkumpulsebagai roset akar,
adakalanya reduksi dan cabang-cabang berubah menjadi kladodium. Bunga kecil
sampai amat membesar dan menarik, kebanyakan banci, aktinimorf atau sedikit
zygomorf. Haiasan bunga merupakan tenda bunga dan merupakan mahkota dengan atau
tanpa pelekatan berupa buluh.
2. Kekhasan
Gladiolus gandavensis yaitu memiliki
tenda bunga&braktea.
3. Spesies
tumbuhan anggota Subclassis Lillidae yang berperan sebagai tanaman hias yaitu Aloe vera (Lidah buaya) dengan
keunikannya terdapat duri di bagian tepi daunnya, Gladiolus gandavensis (Gladiol) dengan kekhasan braktea dan
bunganya yang bertenda dan sangat indah, Sanseviera
trifasciata (Lidah Mertua) dengan bentuknya yang indah dan kekhasannya
memiliki tuber, Phalaenopsis amabilis (Anggrek
Bulan) dengan kekhasannya yaitu memiliki labelum dan bunganya sangat indah
serta berwarna mencolok.
4. Perbedaan
dari Pinophyta dengan Magnoliopsida yaitu pada Pinophyta alat reproduksinya
berupa strobilus, sedangkan pada Magnoliopsida alat reproduksinya berupa bunga.
5. Magnoliopsida
rata-rata tumbuhannya tinggi-tinggi dan berupa pohon yang berkayu. Sedangkan
Liliopsida biasanya tumbuhannya pendek dan berupa herba atau semak.
DAFTAR
PUSTAKA
Campbell, A Neil. 2008. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Kimbal, John. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Nugroho, Hartanto, Purnomo, dkk. 2006. Struktur & Perkembangan Tumbuhan.
Bogor: Penerbit Swadaya.
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2003. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
UGM Press
LAMPIRAN
![]() |
|
||||
|
||||
|
||||

|

|
|
||||||
|
|||||||
![]() |
![]() |
|





Komentar