Langsung ke konten utama

LILIOPSIDA (SUBKELAS LILIDAE)



LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE
LILIOPSIDA
(SUBKELAS LILIDAE)



 







Praktikan:
AENUL FAHMI KHALIK
NIM 14121610738
BIOLOGI C/ IV
Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin
         2. Rini Sulastri


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2014


LILIOPSIDA
(SUBKELAS LILIDAE)

A.  TUJUAN
1.      Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Lillidae.
2.      Menemukan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family-family yang ada dalam Subclassis Lillidae.

B.   DASAR TEORI
Kelas Liliopsida sebagian besar berupa tumbuhan herba dan hanya sedikit yang berkayu, tidak berkambium dan pembuluhnya tersebar, sistem perakarannya adalah perakaran primitif adventitif, daun pada umumnya dengan pertulangan sejajar atau linier, kecuali pada Familia Arecaeae pertulangan daunnya menjala, helaian daun seringkali berukuran kecil, dengan tangkai yang pendek dan ada pelepah, bagian-bagian bunga pada umumnya kelipatan 3, jarang kelipatan 2 atau 4, embrio biji mempunyai satu kotiledon.
Kelas Liliopsida terdiri dari 5 subkelas, 19 ordo, 65 familia dan kurang lebih 50.000 species. Secara evolusioner, tidak ada satu subkelas yang merupakan dari subkelas lainnya. Walaupun Alismatidae mempunyai ciri-ciri bunga yang primitif, namun Alismatidae bukanlah merupakan nenek moyang dari subkelas yang lainnya.
Anggota subkelas Liliidae pada umumnya hidup terestial atau epifit dan jarang akuatik.Habitusnya ada yang herba, semak, bahkan pohon. Daun tersebar dan pada beberapa speciesroset batang. Bunga hipoginous dan pada beberapa species epigenous. Perhiasan bunga dalamdua lingkaran (3+3) dan seringkali keduanya petaloid. Stamen pada umumnya 1, 3, atau 6, jarang2, 4, atau lebih dari 6. Gynoecium pada umumnya terbentuk dari 3 karpel. Tipe plasentanyaaksilaris atau parietalis.
Subkelas Liliidae terdiri dari 2 ordo yaitu ordo Liliales dan ordo Orchidales, 19 familia,dan kurang lebih 25.000 species. Lebih dari 80% species merupakananggota familia Liliaceae dan Orchidaceae. Ordo liliales terdiri atas 15 familia, yaitu:Phylidraceae, Pontederiaceae, Haemodoraceae, Cynastraceae, Liliaceae, Iridaceae, Velloziaceae,Aloeaceae, Agavaceae, Xanthorroeaceae, Hanguanaceae, Taccaceae, Stemonaceae, Smilacaeae,dan Dioscoreaceae.
Ordo Liliiflorae atau Liliales, kebanyakn berupa terna perenial, mempunyai rimpang. Ordo ini terdiri dari suku Liliaceae. Tumbuhan ini berupa terna dengah rimpang atau umbi lapis, kadang-ladang semak atau perdu berupa tumbuhan memanjat. Daun tunggal tersebar pada batang atau terkumpulsebagai roset akar, adakalanya reduksi dan cabang-cabang berubah menjadi kladodium. Bunga kecil sampai amat membesar dan menarik, kebanyakan banci, aktinimorf atau sedikit zygomorf. Haiasan bunga merupakan tenda bunga dan merupakan mahkota dengan atau tanpa pelekatan berupa buluh. Terdiri dari 6 daun tenda bunga, jarang hanya 4 tau lebih dari 6, kebanyakan jelas tersusun dalam dua lingkaran. Benang sari 6 jarang sampai jam 12 atau hanya 3, berhadapan dengan daun-daun tenda bunga. Tangkai sari bebas atau berlekatan dengn berbagai cara. Kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, jarang dengan suatu liang pada ujungnya. Bakal buah menumpang atau setengah tenggelam, kebanyakan beruang tiga dengan tembuni disudut-sudut ruang. Buahnya buah kendaga atau buah buni. Suku ini ditaksir meliputi sampai 4.000 jenis tumbuhan, terbagi dalam 240 merga yang dikelompokan lagi dalam kurang lebih 12 anak suku. Daerah distribusinya meliputi seluruh dunia (Gembong : 2010).

C.  ALAT dan BAHAN
1.      Alat:
a.       Lup
b.      Panduan fitografi
2.      Bahan:
a.       Gladiolus gandavenis (Gladiol)
b.      Aloe vera (Lidah Buaya)
c.       Sanseviera trifasciata (Lidah Mertua)
d.      Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan)
e.       Crynum asiaticum (Bakung Merah)
f.       Pleomele angustifolia (Suji)

D.  LANGKAH KERJA
1.      Diambil masing-masing spesies tumbuhan.
2.      Diamati bentuk dan karakteristik setiap spesies tumbuhan.
3.      Diamati habitus, parcabangan batang dan bentuk batangnya.
4.      Diamati daun yang mencakup macam daun, letak daun, bentuk daun, pertulangan daun, tepi daun, ujung daun dan pangkal daun.
5.      Diamati letak alat perkembangbiakan masing-masing spesies.
6.      Digambar dan diklasifikasikan masing-masing spesies.




















F.   PEMBAHASAN
Subclassis yang diamati pada praktikum yang telah dilakukan adalah Subclassis Lillidae yang meliputi spesies: Aloe vera (Lidah buaya), Gladiolus gandavensis (Gladiol), Sanseviera trifasciata (Lidah Mertua), Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan), Amarylis sp (Bakung Merah) dan Pleomele angustifolia (Suji).
Pengamatan pertama dilakukan pada Aloe vera atau lidah buaya, yang mana memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Lilidae
Ordo           : Liliales
Famili         : Liliaceae
Genus         : Aloe
Spesies        : Aloe vera
Aloe vera biasa di kenal dengan nama lokal lidah buaya memiliki kekhasan yaitu pada bagian tepi daunnya terdapat duri sebagai adaptasi diri terhadap lingkungan. Selain itu, kekhasan lain ialah memiliki tuber, yaitu bagian batang yang tumbuh di bawah tanah.
Aloe vera terlihat termasuk tanaman herba. Berdasarkan hasil pengamatan praktikum yang telah dilakukan, Aloe vera terlihat memiliki pertumbuhan batang yang monopodial dengan bentuk batang yang bulat. Berdasarkan dari kenampakkan bagian daunnya, Aloe vera terlihat memiliki macam daun yang tunggal. Letak pertumbuhan daun terlihat secara equitant, yaitu menyerupai roset batang. Bentuk daun Aloe vera terlihat berbentuk bulat telur lanset. Aloe vera dilihat dari bagian pertulangan daunnya, membentik garis-garis yang memanjang, atau dengan kata lain Aloe vera memiliki pertulangan daun yang sejajar. Sedangjkan pada bagian tepi daun Aloe vera berbentuk serulatus. Ujung daun Aloe vera terlihat lacip, atau disebut juga dengan akutus. Bagian pangkal daun Aloe vera terlihat berpelepah. Aloe vera berdasarkan perbungaannya, memiliki distribusi seks yang monoecious. Namun meskipun  Aloe vera termasuk monoecious,  bunga Aloe vera sangat jarang sekali untuk ditemuai. Hal ini dikarenakan bunga Aloe vera  termasuk bunga yang musiman. Aloe vera memiliki manfaat yang beragam. Contoh manfaat dari Aloe vera yaitu sebagai penyubur rambut pada kepala jika lendir yang berdapat di dalam daun Aloe vera dioleskan. Selain itu, Aloe vera dewasa ini sudah dapat dikembangkan sebagai makanan untuk menyeimbangkan suhu dalam tubuh.
Pengamatan kedua yaitu pada tanaman Sanseviera trifasciata atau lidah mertua, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Lilidae
Ordo           : Agavales
Famili         : Agavaceae
Genus         : Sanseviera
Spesies        : Sanseviera trifasciata               
Sanseviera trifasciata biasanya dikenal dengan nama lokal lidah mertua. Tumbuhan Sanseviera trifasciata terlihat termasuk ke dalam tumbuhan herba dengan pola pertumbuhan monopodial. Batang Sanseviera trifasciata terlihat berbentuk bulat.
Daun Sanseviera trifasciata terlihat berjenis tunggal. Bentuk daun Sanseviera trifasciata terlihat equitant, yaitu menyerupai roset batang. Bentuk daun Sanseviera trifasciata yaitu bulat telur lanset. Pertulangan daun Sanseviera trifasciata berbentuk sejajar. Bagian tepi daun Sanseviera trifasciata yaitu terlihat rata. Sedangkan ujung daun Sanseviera trifasciata terlihat kaudatus dengan pangkal daun yang berpelepah.
Pengamatan ketiga pada tanaman Gladiolus gandavensis atau gladiol, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Lilidae
Ordo           : Iridale
Famili         : Iridaceae
Genus         : Gladiolus
Spesies        : Gladiolus gandavensis
Gladiolus gandavensis dikenal pula dengan nama lokal Gladiol. Tanaman Gladiolus gandavensis terlihat memiliki kekhasan yaitu terdapatnya braktea. Tumbuhan Gladiolus gandavensis terlihat begitu unik dan sangat indah, oleh karena itulah, Gladiolus gandavensis biasa dimanfaatkan sebagai tanaman hias.
Gladiolus gandavensis terlihat termasuk ke dalam tumbuhan semak. Tumbuhan Gladiolus gandavensis, pada bagian batangnya tumbuh secara monopodial. Bentuk batang Gladiolus gandavensis terlihat bulat. Daun Gladiolus gandavensis terlihat bertipe tunggal dengan perletakan daun yang equitan. Bentuk daun dari Gladiolus gandavensis yaitu terlihat berbentuk pita. Pertulangan Gladiolus gandavensis terlihat dejajar. Bagian tepi daun Gladiolus gandavensis terlihat rata. Ujung daun Gladiolus gandavensis yaitu terlihat akutus. Sedangkan pangkal daun Gladiolus gandavensis terlihat berpelepah. Bunga Gladiolus gandavensis terlihat berjenis tunggal. Kerangka bunga Gladiolus gandavensis terlihat resemosa. Sedangkan simetri bunga Gladiolus gandavensis yaitu zigomorf. Bunga Gladiolus gandavensis  memiliki tenda bunga. Jumlah helaian tenda bunga Gladiolus gandavensis terdapat enam buah dengan warnanya yang berwarna kuning. Bagian tenda bunga tersebut menyerupai kelopak. Gladiolus gandavensis termasuk ke dalam tanaman yang distribusi seksnya monoecious. Terdapat benang sari dan putik pada satu bunga Gladiolus gandavensis.
Pengamatan keempat pada tanaman Phalaenopsis amabilis atau anggrek bulan, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Lilidae
Ordo           : Orcodales
Famili         : Orcidaceae
Genus         : Phalaenopsis
Spesies        : Phalaenopsis amabilis
Tanaman anggrek begitu unik dan indah. Oleh karena itu, tanaman anggrek biasanya dijadikan sebagai tanaman hias. Banyak sekali jenis-jenis anggrek yang dapat tumbuh subur di Indonesia. Salah satu jenis tanaman anggrek yang tumbuh subur di Indonesia adalah jenis anggrek bulan atau dikenal pula dengan nama ilmiah Phalaenopsis amabilis.
Phalaenopsis amabilis terlihat termasuk tanaman herba. Batang Phalaenopsis amabilis terlihat tumbuh secara monopodial. Batang Phalaenopsis amabilis terlihat berbentuk bulat. Daun Phalaenopsis amabilis terlihat berjenis tunggal. Letak daun Phalaenopsis amabilis terlihat dustikha atau bersilang. Bentuk daun Phalaenopsis amabilis terlihat bulat telur lanset dengan pertulangan daun yang sejajar. Bagian tepi daun Phalaenopsis amabilis terlihat rata. Sedangkan ujung daun Phalaenopsis amabilis obtusus dengan pangkal daun yang berpelepah. Bunga Phalaenopsis amabilis berjenis tunggal dengan karangan bunga rasemosa. Simetri perbungaan Phalaenopsis amabilis terlihat zigomorf. Phalaenopsis amabilis terlihat memiliki mahkota yang berwarna putih dengan jumlah helaian dua buah. Terdapat pula bagian tenda bunga yang berjumlah tiga helai dan berwarna putih. Phalaenopsis amabilis tergolong tanaman yang berdistribusi seks monoecious. Phalaenopsis amabilis terlihat memiliki benang sari dan putik pada satu bunga. Bagian putik dan benang sari tersebut terdapat di dalam kolumna, yaitu tempat berkumpulnya alat reproduksi. Phalaenopsis amabilis memiliki kekhasan yaitu terdapatnya brektea. Selain itu, kekhasan lainnya yaitu terdapat pula labelum atau lidah pada bagian bunga Phalaenopsis amabili. Bagian labelum tersebut berfungsi untuk menarik serangga.
Pengamatan kelima pada tanaman Crynum asiaticum atau bakung merah, yang memiliki klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Lilidae
Ordo           : Liliales
Famili         : Liliaceae
Genus         : Crynum
Spesies        : Crynum asiaticum
Tanaman bakung merupakan bagian dari genus Lilium.Tanaman ini bisa menyesuaikan diri dengan habitat hutan, pegunungan, dan rerumputan serta rawa. Pada umumnya tanaman ini lebih cocok tinggal di habitat dengan tanah yang mengandung kadar asam seimbang. Bakung memiliki tangkai yang kokoh. Kebanyakan suku bakung membentuk umbi polos di bawah tanah, sedangkan sisanya berkembang menjadi rizoma.
Batang herba dan bulat, tegak, lunak, dan warna putih kehijauan. Daun tunggal, bentuk payung, pangkal mahkota berdekatan membentuk corong, warna putih, putik panjang, warna ungu, kepala sari warna jingga. Buah kotak, bulat telur. Tumbuhan liar dan sebagai tanaman hias pada daerah-daerah tepi sungai yang rindang pada daratan rendah sampai 700 m dpl. Bunga bakung Crinum asiaticum, famili Amarillydaceae, menurut kepercayaan Cina, Mesir dan Arab bunga ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit wabah yang menular sekiranya ditanam diperkarangan rumah atau kebun di sekitar rumah terutamanya bakung yang berbunga putih ungu dan berdaun keunguan.
Pengamatan terakhir pada tanaman Dracaena angustifolia atau suji, yang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:
Kingdom    : Plantae
Divisi          : Magnoliophyta
Kelas          : Liliopsida
Subkelas     : Lilidae
Ordo           : Liliales
Famili         : Liliaceae
Genus         : Dracaena
Spesies        : Dracaena angustifolia
Suji atau Dracaena angustifolia merupakan tumbuhan perdu tegak atau pohon kecil dengan tinggi 6-8 m. Suji tumbuh tersebar dari India, Birma (Myanmar), Indo-Cina, Cina bagian selatan, Thailand, Jawa, Filipina, Sulawesi, Maluku, New Guinea dan Australia bagian utara. Suji tumbuh subur hingga ketinggian 1000 m dpl., dan menyukai daerah pegunungan atau dekat aliran air (sumur, sungai kecil). Tanaman ini sudah banyak ditanam di pekarangan rumah penduduk dengan potongan rimpangnya atau ditanam sebagai pagar hidup, namun belum ditanam dalam skala besar atau perkebunan.
Tanaman ini memiliki habitus yaitu herba dengan batang yang tidak berkayu, bulat, beralur melintang dan berwarna keputihan kotor. Daun pada tumbuhan suji ini bermacam daun tunggal, letak duduk daunnya berseling-seling, berbentuk lanset dengan ujung yang meruncing dan pangkal daun yang roset dengan batang, pertulangan daunnya sejajar dengan tepian daun yang rata. Tanaman suji ini memiliki bunga, dengan macam bunga yaitu bunga majemuk, yang terletak diujung cabang tanaman. Kegunaan dari tanaman suji ini diantaranya, daun suji banyak digunakan sebagai bahan pewarna hijau pada makanan, kue-kue tradisional dan minuman seperti untuk pewarna hijau pada es cendol. Selain memberikan pewarna hijau, daun suji juga memberikan aroma harum yang khas. Selain berfungsi sebagai bahan pewarna daun suji juga memiliki beberapa khasiat sebagai obat. Buah untuk mengobati orang yang kurang nafsu makannya. Selain itu buah dari daun suji berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Penggunaanya dengan cara langsung memakan buah tersebut. Sedangkan pada daunnya berkhasiat untuk mengobati kepala yang sedang khas.

G.  KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan dari praktikum yang telah dilakukan ini, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada Divisi Magnoliophyta khususnya Subkelas Lilidae yaitu termasuk tumbuhan herba yang basah dan tidak berkayu.
2.      Ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada famili-famili yang ada dalam subkelas Lilidae yaitu sebagai berikut:
a.       Famili Liliaceae: Aloe vera (Lidah buaya), Dracaena angustifolia (Suji) dan Crynum asiaticum (Bakung merah) yaitu memiliki tuber dan terdapatnya biasanya pada bagian tepi daun.
b.      Famili Iridaceae: Gladiolus ganvensis (Gladiol) yaitu terdapatnya braktea dan tenda bunga.
c.       Famili Agavaceae: Sanseviera trifasciata (Lidah mertua) yaitu terdapatnya tuber.
d.      Famili Orcidaceae: Phalaenopsis amabilis (Anggrek bulan) yaitu terdapatnya braktea, labelum dan kolumna.

JAWABAN PERTANYAAN BUKU PANDUAN
1.      Ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada Subclassis Lillidae yaitu berupa terna dengah rimpang atau umbi lapis, kadang-ladang semak atau perdu berupa tumbuhan memanjat. Daun tunggal tersebar pada batang atau terkumpulsebagai roset akar, adakalanya reduksi dan cabang-cabang berubah menjadi kladodium. Bunga kecil sampai amat membesar dan menarik, kebanyakan banci, aktinimorf atau sedikit zygomorf. Haiasan bunga merupakan tenda bunga dan merupakan mahkota dengan atau tanpa pelekatan berupa buluh.
2.      Kekhasan Gladiolus gandavensis yaitu memiliki tenda bunga&braktea.
3.      Spesies tumbuhan anggota Subclassis Lillidae yang berperan sebagai tanaman hias yaitu Aloe vera (Lidah buaya) dengan keunikannya terdapat duri di bagian tepi daunnya, Gladiolus gandavensis (Gladiol) dengan kekhasan braktea dan bunganya yang bertenda dan sangat indah, Sanseviera trifasciata (Lidah Mertua) dengan bentuknya yang indah dan kekhasannya memiliki tuber, Phalaenopsis amabilis (Anggrek Bulan) dengan kekhasannya yaitu memiliki labelum dan bunganya sangat indah serta berwarna mencolok.
4.      Perbedaan dari Pinophyta dengan Magnoliopsida yaitu pada Pinophyta alat reproduksinya berupa strobilus, sedangkan pada Magnoliopsida alat  reproduksinya berupa bunga.
5.      Magnoliopsida rata-rata tumbuhannya tinggi-tinggi dan berupa pohon yang berkayu. Sedangkan Liliopsida biasanya tumbuhannya pendek dan berupa herba atau semak.


DAFTAR PUSTAKA

Campbell, A Neil. 2008. Biologi Jilid 2 Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.
Kimbal, John. W. 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga
Nugroho, Hartanto, Purnomo, dkk. 2006. Struktur & Perkembangan Tumbuhan.
Bogor: Penerbit Swadaya.
Sudarsono, dkk. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: UM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2003. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press
Tjirosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta:
UGM Press








































LAMPIRAN










Gladiolus gandavensis
 



Hymenocallis litoralis
 



Aloe vera
 

Bunga Hymenocallis litoralis
 









Dendrobium crumenatum
 

Pleomele angustifolia
 


Bunga Pleomele angustifolia
 







Sanseviera trifasciata
 

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bioteknologi “Peran Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam”

MAKALAH BIOTEKNOLOGI  “ Peran   Pseudomonas sp. Dalam Bioteknologi Bioremediasi Limbah Plastik dan Styrofoam ”                  Mata Kuliah          : Bioteknologi           Dosen Pengampu      : Ina Rosdiana Lesmanawati, M.Si    Disusun Oleh : AENUL FAHMI KHALIK (14121610738) BIOLOGI C/ VI TADRIS IPA-BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2015 PEMBAHASAN A.     Bioteknologi dan Bioremediasi Bioremediasi merupakan penggunaan mikroorganisme untuk mengurangi polutan di lingkungan. Saat bioremediasi terjadi, enzim-enzim yang diproduksi oleh mikroorganisme memodifikasi polutan beracun dengan mengubah struktur kimia polutan tersebut, sebuah peristiwa yang disebut biotransformas...

MAKALAH TEORI ATOM

MAKALAH TEORI ATOM Di Ajukan guna untuk memenuhi tugas Mata Kuliah : ‘’KIMIA DASAR 1” Dosen Pengampu: Kartimi M.Pd   Disusun Oleh : Nama : Aenul Fahmi Khalik NIM     : 14121610738 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012-2013 BAB I PENDAHULUAN I.          Latar Belakang           Perkembangan teori atom merupakan suatu perubahan yang terjadi akibat dari pemikiran atau pendapat para ahli yang berbeda disesuaikan dengan perubahan zamannya.perkembangan teori atom terdiri dari beberapa macam yaitu teori atom john dalton, teori atom j.j thomson, teori atom rutherford, teori atom bohr teori atom modern (mekanika gelombang). Semua teori tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diketahui agar dapat mengidentifikasinya satu persatu dan tidak keliru dalam mendeskr...

LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE LILIOPSIDA (SUBKELAS ALISMATIDAE & SUBKELAS ARECIDAE)   Praktikan: AENUL FAHMI KHALIK NIM 14121610738 BIOLOGI C/ IV Asisten Praktikum: 1. Ali Nurdin          2. Rini Sulastri PUSAT LABORATORIUM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2014 MAGNOLIOPHYTA (MAGNOLIIDAE dan HEMAMELIDAE) A.   TUJUAN 1.       Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Alismatidae dan Arecidae. 2.       Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family – family yang ada dalam Subclassis Alismatidae dan Arecidae. B.    DASAR TEORI Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga. Pada umumnya bunga mempunyai perhia...